
Tak ada yang bisa Dhea lakukan selain hanya
menumpahkan rasa lewat coretan.
Pagi ini kau pergi meninggalkan ku sendiri,
bersama sunyi.
Aku tahu ini adalah kenyataan yang harus ku terima dan ku jalani.
Namun apa aku salah,hanya ingin selalu
bersama mu.
Dimana letak salah ku.
Hingga aku harus dipisahkan dari mu.
Mencintaimu.
Apakah itu sebuah kesalahan.
Dan bila aku terlahir dari keluarga yang sederhana,dan tentang darah kita yang berbeda
apakah itu sebuah dosa.
Aku semakin sadar ketika pak ustad melarang
cinta kita.
Terlihat nyata perbedaan antara kita.
Walau hati ini terluka akan kisah yang tertulis
diantara kita.
Aku semakin tak kuasa untuk berpaling dari semua rasa yang ada.
Apa lagi aku harus menghapus semua tentang
kita.
Tawa lebar..
Kamu tetaplah bintang yang bertahta di langit
yang tinggi.
Lantas siapa aku.
Aku bagaikan serpihan debu.
Yang hanya mampu memandang mu.
Selalu ku bermimpi untuk bisa menggapai mu.
Dan bagai mimpi yang menghias tidur malamku.
Kamu hadir di sini mengisi hari - hariku.
Namun begitu cepat kau pergi.
Rasa cintaku pada mu semakin bertambah besar.
Kini masih terasa hangat nafasmu melekat,
di wajahku.
walau kini keberadaan mu semakin menjauh
dari ku.
Dan Dhea kini mengakhiri coretan penanya.
Ia hapus air matanya.
Lalu dia alihkan pikir dan angannya dengan
Membuka buku- buku tebal yang berisi tentang materi kuliahnya.
***
__ADS_1
Dan mobil itu terus melaju.
Anajib nampak banyak diam,sangat berbeda
ketika mereka berangkat ke Bandung.
"Sungguh di luar akal sehat ku,
apa coba maksud dan tujuan bapak melarang
Dhea menghubungiku..?"
Wajah yang di hiasi kumis tipis itu nampak berpikir keras mencari jawabannya.
Beni sang sahabat nampak senyum-senyum,
melihat wajah kusut Anajib.
Dan Beni memulai pembicaraannya.
Najib..
"Siapa cewek yang selalu bersamamu, beberapa
hari ini selama kita di Bandung.?"
Tanya Beni mulai kepo.
"Oochhh..dia yang selalu ku ceritakan pada mu."
Jawab Anajib tersenyum.
"Wadawwww."
Ceritanya lo " LDR..?"
Beni terus membrondong dengan banyak pertanyaan.
"Pantes... lo pura-pura tak tertarik akan pesona
para mahasiswi,nggak tahunya ada sesuatunya di Bandung."
Kata Beni,Kali ini terdengar tawa Beni.
Akhirnya perjalanan lancar, Mereka sampai
di jogja pukul 15.00 .
Mobil orang tua Beni menepi dan masuk ke gerbang rumahnya.
Dan Anajib pun langsung meminta ijin pulang ke kota kecil.
Ayah dan ibu Beni menitip salam buat orang tuanya.
Dan motor Anajib secepat kilat di pacu menuju
rumahnya di kota kecil.
Hanya butuh waktu dua jam saja motor itu membelah panjangnya jalan.
Mendengar deru suara motor anak kesayangan.
Bapak yang sedang berada di dalam pun melangkah keluar menyambut anaknya.
Anajib turun dari motornya.
Dan pemuda itu mengucap salam lalu mencium punggung tangan bapaknya.
Setelah melepas helmnya, Anajib melangkah
hendak menuju kamarnya.
Tapi suara bapak menghentikan langkahnya.
"Di jogja pergi ke mana saja mas..??
Tanya sang bapak.
"Eemmm..."
"Di rumab Beni saja pak.."Jawab Anajib.
__ADS_1
Lalu Anajib buru-buru melangkah langsung
masuk kamarnya.
"Aku harus bagaimana?"
Dah jadi keputusan aku dan Dhea..
Kami harus pandai-pandai menyembunyikan
hubungan ini dari beliau.
"uhhhh.." Anajib menghela nafas lalu di hempaskan lagi.
Lalu Ia memilih meluruskan pinggangnya.
Di atas kasur kamarnya.
Nampak jelas gelisah hatinya.
Kini Ia bangun dan melangkah ke meja belajarnya.
Di raihnya buku tumpahan hatinya.
Nampak photo kebersamaan dengan Dhea.
Di selipkan di antara lembar demi lembar bukunya.
Kini Ia meraih pulpennya.
β
Dhe...
Andai aku senja.
Ingin ku hias senyummu walau sementara.
Tanpa ada luka, walau sesaat saja.
Dhe...
Masih terasa sisa pelukmu.
Ketika aku melangkah meninggalkan mu.
Dan sisa tawamu masih terdengar di telinga
Walaupun kini jarak terbentang memisahkan
Kita.
Walau sakit ku rasa, Setidaknya aku merasa tenang karena aku sudah menemukan keberadaanmu.
Dhe..
Aku hanya ingin kau tahu.
Seberapa aku mencintaimu.
Kau selalu berada di dalam pikiranku.
HARAPKU..
"Semoga Tuhan selalu menjagamu.
di kala aku jauh darimu."
Setelah mengakhiri curahan hatinya Anajib
Menutup bukunya.
Lalu Ia memilih pergi mandi dan bersiap untuk
Pergi solat mahgrib bersama.
πΊπΊπΊπΊ
Oke sampai di sini dulu.
Terimakasih untuk kk Reader yang masih
__ADS_1
Setia membaca karyaku.
NEXT...