Kala Senja Di Kota Kecil

Kala Senja Di Kota Kecil
Episode 53 Apa Salah Ku


__ADS_3

Tak ada yang bisa Dhea lakukan selain hanya


menumpahkan rasa lewat coretan.


Pagi ini kau pergi meninggalkan ku sendiri,


bersama sunyi.


Aku tahu ini adalah kenyataan yang harus ku terima dan ku jalani.


Namun apa aku salah,hanya ingin selalu


bersama mu.


Dimana letak salah ku.


Hingga aku harus dipisahkan dari mu.


Mencintaimu.


Apakah itu sebuah kesalahan.


Dan bila aku terlahir dari keluarga yang sederhana,dan tentang darah kita yang berbeda


apakah itu sebuah dosa.


Aku semakin sadar ketika pak ustad melarang


cinta kita.


Terlihat nyata perbedaan antara kita.


Walau hati ini terluka akan kisah yang tertulis


diantara kita.


Aku semakin tak kuasa untuk berpaling dari semua rasa yang ada.


Apa lagi aku harus menghapus semua tentang


kita.


Tawa lebar..


Kamu tetaplah bintang yang bertahta di langit


yang tinggi.


Lantas siapa aku.


Aku bagaikan serpihan debu.


Yang hanya mampu memandang mu.


Selalu ku bermimpi untuk bisa menggapai mu.


Dan bagai mimpi yang menghias tidur malamku.


Kamu hadir di sini mengisi hari - hariku.


Namun begitu cepat kau pergi.


Rasa cintaku pada mu semakin bertambah besar.


Kini masih terasa hangat nafasmu melekat,


di wajahku.


walau kini keberadaan mu semakin menjauh


dari ku.


Dan Dhea kini mengakhiri coretan penanya.


Ia hapus air matanya.


Lalu dia alihkan pikir dan angannya dengan


Membuka buku- buku tebal yang berisi tentang materi kuliahnya.


***

__ADS_1


Dan mobil itu terus melaju.


Anajib nampak banyak diam,sangat berbeda


ketika mereka berangkat ke Bandung.


"Sungguh di luar akal sehat ku,


apa coba maksud dan tujuan bapak melarang


Dhea menghubungiku..?"


Wajah yang di hiasi kumis tipis itu nampak berpikir keras mencari jawabannya.


Beni sang sahabat nampak senyum-senyum,


melihat wajah kusut Anajib.


Dan Beni memulai pembicaraannya.


Najib..


"Siapa cewek yang selalu bersamamu, beberapa


hari ini selama kita di Bandung.?"


Tanya Beni mulai kepo.


"Oochhh..dia yang selalu ku ceritakan pada mu."


Jawab Anajib tersenyum.


"Wadawwww."


Ceritanya lo " LDR..?"


Beni terus membrondong dengan banyak pertanyaan.


"Pantes... lo pura-pura tak tertarik akan pesona


para mahasiswi,nggak tahunya ada sesuatunya di Bandung."


Kata Beni,Kali ini terdengar tawa Beni.


Akhirnya perjalanan lancar, Mereka sampai


di jogja pukul 15.00 .


Mobil orang tua Beni menepi dan masuk ke gerbang rumahnya.


Dan Anajib pun langsung meminta ijin pulang ke kota kecil.


Ayah dan ibu Beni menitip salam buat orang tuanya.


Dan motor Anajib secepat kilat di pacu menuju


rumahnya di kota kecil.


Hanya butuh waktu dua jam saja motor itu membelah panjangnya jalan.


Mendengar deru suara motor anak kesayangan.


Bapak yang sedang berada di dalam pun melangkah keluar menyambut anaknya.


Anajib turun dari motornya.


Dan pemuda itu mengucap salam lalu mencium punggung tangan bapaknya.


Setelah melepas helmnya, Anajib melangkah


hendak menuju kamarnya.


Tapi suara bapak menghentikan langkahnya.


"Di jogja pergi ke mana saja mas..??


Tanya sang bapak.


"Eemmm..."


"Di rumab Beni saja pak.."Jawab Anajib.

__ADS_1


Lalu Anajib buru-buru melangkah langsung


masuk kamarnya.


"Aku harus bagaimana?"


Dah jadi keputusan aku dan Dhea..


Kami harus pandai-pandai menyembunyikan


hubungan ini dari beliau.


"uhhhh.." Anajib menghela nafas lalu di hempaskan lagi.


Lalu Ia memilih meluruskan pinggangnya.


Di atas kasur kamarnya.


Nampak jelas gelisah hatinya.


Kini Ia bangun dan melangkah ke meja belajarnya.


Di raihnya buku tumpahan hatinya.


Nampak photo kebersamaan dengan Dhea.


Di selipkan di antara lembar demi lembar bukunya.


Kini Ia meraih pulpennya.


✍


Dhe...


Andai aku senja.


Ingin ku hias senyummu walau sementara.


Tanpa ada luka, walau sesaat saja.


Dhe...


Masih terasa sisa pelukmu.


Ketika aku melangkah meninggalkan mu.


Dan sisa tawamu masih terdengar di telinga


Walaupun kini jarak terbentang memisahkan


Kita.


Walau sakit ku rasa, Setidaknya aku merasa tenang karena aku sudah menemukan keberadaanmu.


Dhe..


Aku hanya ingin kau tahu.


Seberapa aku mencintaimu.


Kau selalu berada di dalam pikiranku.


HARAPKU..


"Semoga Tuhan selalu menjagamu.


di kala aku jauh darimu."


Setelah mengakhiri curahan hatinya Anajib


Menutup bukunya.


Lalu Ia memilih pergi mandi dan bersiap untuk


Pergi solat mahgrib bersama.


🌺🌺🌺🌺


Oke sampai di sini dulu.


Terimakasih untuk kk Reader yang masih

__ADS_1


Setia membaca karyaku.


NEXT...


__ADS_2