Kala Senja Di Kota Kecil

Kala Senja Di Kota Kecil
Episode 55


__ADS_3

MELANGKAH TANPAMU...


Pagi ini begitu cerah.


Mentari masih setia menyapa penduduk bumi.


Sinarnya menyinari semua yang ia temui.


Mentari tak pernah pilih kasih memberi..


Kepada Si kaya Ia menyinari.


kepada Si miskin ia pun beri.


Dan mentari tak pernah mengharapkan makhluk


bumi untuk balas budi.


"Achhhh... Andai saja .., Beliau seperti mentari.


Sambil terus melangkah menuju kampusnya.


Dhea terus berdialog dengan hatinya.


"Hatinya selalu bertanya, Kenapa jalan hidupnya


harus begini??


BERUNTUNG MEMANG BISA KULIAH..!!


Mampu Menggapai asa dan cita-cita.


Walau harus membayar mahal..!!


Dengan cara menukar rasa cintanya pada Anajib.


Kalau Dhea terlahir dari keluarga yang sederhana, Apa itu sebuah aib untuk si kaya??


Dalam menjalin sebuah Cinta..?


"Tidak untuk sang putra.."


"Tapi.. YA .!! "Bagi BAPAKNYA..!!


Achhh.. Apapun alasannya.


Dhea tetap bersyukur masih bisa melanjutkan pendidikan.


Apapun yang telah Tuhan tuliskan.


Dhea yakin rencana Tuhan lebih indah dari rencananya.


Langkah Dhe ditahan oleh sebuah tangan.


Reflek langkahpun terhenti.


Dan "ORANG ANEH" itu sudah memamerkan


pesonanya dengan menghias wajah tampannya


dengan senyum termanisnya.


"Bocil kamu buru - buru amat jalannya..!


Jangan-jangan kamu menghindari ibu kost takut


di tagih uang bulanan yaa..??


Kata Umar sambil tertawa.


"Duchh... asal bunyi banget kau kak Umar..!!


Jawab Dhea manyun.


"Maaf Dhe."


Becanda..!!


kakak rindu beberapa pekan tak jumpa kamu..!!


"Hehee... " Lagi-lagi kak Umar tertawa.


"B " ajaaaa.. jawab Dhea cuek dan terus melangkah.


"Eeehhhh... Tak Sopan sekali kau "BOCIL"..!!

__ADS_1


Kakak Ganteng lagi bicara malah di tinggal pergi.


Dan tangan Umar menarik kembali tangan Dhea.


Sebagai hukuman temani kakak sarapan.!


"Ichhhhh Ogahhh..!!


Dhea menarik tangannya dari pegangan Umar.


Dan buru-buru melangkah pergi.


Umar geleng-geleng lihat sikap adik tingkatnya.


"Pacarnya yaa kak...??


Pemilik warung nasi itu bertanya dengan keponya.


"Rupanya ibu warung suka memperhatikan


Umar dan Dhea."


Hehee.


Bukan bu.. !!


Jawab Umar sambil menyuap sarapannya.


Langkah Dhea sudah memasuki kelas.


Bilqis sudah duduk di bangkunya sambil terus fokus pada layar HP nya.


Sampai Dia tak menyadari kehadiran Dhea.


Dhea pun tak mau mengusik temannya.


Ia memilih membaca buku materi kuliahnya.


Tak lama Dosen yang di tunggupun masuk kelas.


Dhea alihkan perhatiannya pada materi yang dosen sampaikan.


Ia melirik Bilqis .


HP nya...??


Selama materi jam pertama Bilqis fokusnya lebih banyak ke HP nya.


"Dhe.. nti aku copy coretanmu saja..!!


Bisiknya pada Dhea.


Sejak kapan kamu sadar aku duduk di sisimu??


"Welehhhh.." dari tadi ku sadar Dhe..


Kata Bilqis cekikikan.


Setelah materi selesai Bilqis mengajak ke kantin.


Reynalta yang duduk di belakang menghampiri


keduanya.


"Yokkk... ikut ngga..?


Tanya Bilqis ke Rey.., panggilan Reynalta.!


"Hayukkk... aku mah..! jawabnya.


Dan melangkahlah ketiga sahabat itu ke kantin.


Mo pesan apa kak??


Tanya pelayan kantin sangat ramah.


"Oke tiga jus Alpuket yaa bu..!


Oke kakak .. Silahkan duduk dulu.


Ketiganya pun melangkah mencari meja yang kosong.


***


Kedua pemuda tampan itu terus berdiskusi dengan teman kelompoknya untuk menyelesaikan tugasnya.

__ADS_1


"Oke lah Ben , kita "Break " dulu kata Najib.


Dan di Aamiini teman yang lainnya.


Lalu langkah mereka menuju kantin.


Otak kalau di ajak berpikir kok bawaannya lapar dan ngantuk..!


Beni sekedar curhat pada teman-temannya.


Dan terdengar tawa mereka.


"Hadeuhhh, "Bilang aja kamu nggak bisa nahan


laparrrrr...!


Kata Anajib meninju lengan Beni pelan.


"Heehee... Mending nggak bisa nahan lapar..??


Atau nggak bisa NAHAN RINDUUUU..??


Kata Beni penuh unsur sindiran buat Anajib.


"Jlebbb..."


Langsung kena ke hati.


Anajib merasa tersindir cuma nyengir dan garuk-garuk kepala yang sebenarnya tak gatal.


Selesai ngampus Anajib membawa laju motornya ke kota kecil.


Hanya butuh dua jam motor itu pun sudah sampai di teras rumahnya.


Nampak sang ibu menyambut putra kesanyanganya.


Pemuda itu turun dari motornya.


"Assalamualaikum.." salamnya .


"Walaikumsalam jawab sang ibu.


Nampak Anajib Membuka helm, dan salim pada


Ibu.


"Tumben mas pulangnya agam telat??


Terdengar ibu komplen keterlambatannya.


"Emmm kerjakan tugas kelompok dulu bu."


Jawabnya sambil pamit mo istirahat di kamarnya.


Setibanya di kamar di simpannya tas dimeja.


Lalu ia luruskan punggungnya di atas kasur.


Angannya melanyang pada Dhea.


"Sedang apa dia di sana. ??


Senja sebentar lagi menyapa..


Tapi tak membuatku bahagia.. karena tak ada


Hadir mu di majlis kita.


"Lalu ia berusaha untuk pejamkan mata."


Ia berharap menemukan sosok yang di cinta,


Dalam mimpinya.


***


🌺🌺🌺🌺


Oke kk sampak di sini dulu.


Terimakasih kepada semua..


Yang masih berkenan membaca karya ku.


πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


__ADS_2