
"Ujung senja membawa angin menari,
menyisakan gundah ketika pagi menepi.
"Allah. Dialah yang mengirimkan angin.
Angin itu menggerakkan awan dan Allah
membentangkannya di langit.
Menurut yang Dia kehendaki.
Dan menjadikannya bergumpal-gumpal.
Lalu, Kamu lihat hujan keluar dari celah-celah.
Maka apa bila hujan itu turun , mengenal hamba-hamba-NYA. Yang Dia kehendaki.
(QS. Ar - Rum : 48).
"ketika saat kita berdua bersama, Tidak ada hal lain di dunia ini yang penting bagiku.
Kebahagiaan terbesar dalam hidup adalah bersamamu."
"Terkadang, keinginan hati tak harus selalu dituruti, ada saat di mana kamu harus menggunakan logika agar hati "Tidak terluka."
Anajib harus menepis semua keinginan yang berupa " kesenangan dunia".
Tawa lebar itu sangat menyadari tanggung jawabnya. Dan ia memiliki Azam yang kuat,
Untuk mewujudkan cita-citanya.
Dan ingin membuat bangga orang tuanya.
Walaupun ia harus menepis semua rasa.
"Pagi sekali mobil merah itu melaju meninggalkan kota kelahiran, merelakan semua
Kesenangan, kebahagiaan bersamanya.
Anajib menutup mata dengan kenyataan yang
ada. Sebenarnya dirinya menyadari akan perasaan yang tidak bisa dibohongi.
Dia pun menyadari akan ada air mata dari orang
yang Ia cintai. Dia tau setiap senja ada mata yang
selalu mencarinya.
"Jujur dari hati yang paling dalam, Aku sama
seperti pemuda seusiaku, Yang memiliki cinta dan rindu pada seseorang yang ingin selalu
kita kenang."
"Tapiiii....," Yang membedakan Aku dengan mereka,? Aku berani melangkah demi masa depan. Rela meninggalkan bahkan menggabaikan perasaan orang yang tulus
Mencintaiku.
"SOMBONGGGGG... AMAT .!!
Yaa itu kata mereka yang menilaiku, Dan yang
Tidak sependapat denganku.
"Tapi aku selalu ingat kata Kyaiku."
__ADS_1
Kalau Dunia ini adalah tempat untuk di uji.
Entah dengan kesenangan , kesedihan, dan semua itu berkaitan dengan perasaan.
"Dhea..??
Yaaa.. Dia orang yang memiliki rasa cinta padaku
"Aku tahu, dia... tulus mencintaiku."
"Aku juga sadar hatiku sebenarnya juga merasakan, Apa yang dia rasakan.
"Tapiii... aku harus bisa ngaji ataupun mengkaji.
Keilmuan yang sesuai dengan Tuntunan Rasul,
Dan pada dasarnya paham agama itu wajib dalam didikan orang tuaku, Ataupun keluarga besarku. "karena bagi diriku hanya mengandalkan tampang ganteng..?
Aja nggak cukup buat ngajak Doi ke surga.
"Cieehhhhhh.."
Senja ini Salman yang berdiri depan pintu masjid
itu. Kalau hanya ada Salman di pintu.
Adalah sebuah alamat, tawa lebar sudah balik
ke pondok!!
Sebenarnya hati Dhea "KECEWA.."
"BOHONGG... BANGET.."
Kalau bilang Dia tak kecewa.!
Sebuah amplop yang berwarna biru.
"Dhea tak bertanya lagi dari siapa?
"karena hatinya sudah tau, surat darinya."
OOchhh.. selalu terlalu cepat dia berlalu .
Dhea merasa ada yang menyiksa dalam hatinya
ketika menggambil air wudhu.
Mungkin kalau padasan ini bisa berkata-kata.
Ia akan bilang kalau dia pun kehilangannya.
Dhea menikmati wudhunya.
senja ini Ia tidak perlu menggulang sampai berkali-kali. karena tidak ada tangan jail yang
Menahan langkahnya.
"Seperti biasa tatapan tajam mengabsennya."
Senja ini hanya belajar menyimak bacaan.
kita baca pak ustad menyimaknya.
Setiap waktu sholat isya tiba, itu waktu yang menyelamatkan Dhea bisa terbebas dari tatapan
Tajamnya. "uuhhhhhhh.... Dhea menghela nafas
__ADS_1
"LEGAAAAAAAA"!!
Dhea sudah tak sabar membaca surat darinya.
"Heeeheee.."
Siti bilang gaya komunikasi Dhea dan Anajib.
Bak siti Nurbaya dan Samsul Bahri yang jaya pada Abad 20 Di Padang.
"Widihhhhhh... Exstrimmmm dengernya.!!
Amplop biru itu Dhea buka.
Seperti biasa surat itu dihias kalimat basmalah.
Di buka dengan salam, yang di tulis dengan kaligrafi yang indah.
"Haiii kamu."
Senja ini dan senja berikutnya
Jangan mencari ku .
Aku sudah kembali ke Kobong.
kamu jangan rindu yaaa..
Hee..heee...
Ketahuilah...
Saat aku jail menganggumu..
Sesungguhnya...
Aku hanya ingin perhatian dari mu.
"Hee heee...
Jangan marah yaaa.!
Nanti hafalannya hilang.!
wassalam.
Tawa lebar menutup suratnya dengan salam.
Entah kenapa selalu ada air mata, ketika aku
Baca surat darinya.
"Biarlah semua rasa ku pendam bersama senja"
Ku rela, jalani semua ini untuk mu ku rela.
Semoga tercapai semua asa dan cita-cita.
Dhea menyimpan suratnya.
Dan ia pun tidur bersama Doa.
***
Okee Sampai jumpa di Episode selanjutnya yaa.
...Dan saya ucapkan terima kasih atas , Dukungannya.. 😇😇...
__ADS_1