Kala Senja Di Kota Kecil

Kala Senja Di Kota Kecil
Episode 89 Tentang Rindu Ini


__ADS_3

Dimanapun kau berada...


Seberapa jauh kita terpisah.


Hakikatnya kita bersama.


Karena,kita masih berpijak dibumi yang sama.


"Abi...


Hatiku bisa tabah menerima kenyataan yang harus


memisahkan kita,namun tidak dengan Syifa."


Dhea terus bercakap dengan hatinya.


Di Sepanjang jalan pulang dari kerjanya,hati Dhea tidak tenang.Memikirkan Syifa yang selalu menanyakan abinya untuk segera pulang.


Semakin hari pertumbuhan Syifa semakin menunjukkan kecerdasannya dan keinginan tahunya yang tinggi,Syifa termasuk anak yang kritis,apapun selalu ditanyakan.


Dan ia tidak akan berhenti bertanya selama umi maupun eyangnya memberi jawaban yang memuaskan hatinya.


Tiba-tiba....


SREETTTTTT.


"Astagfirullah..."Teriak Dhea,ketika mobil 'Ferari 488' nyaris menyrempet motornya.


"Melihat kamu membawa motor,terkenang masa sekolah dulu,bersamamu aku selalu merindu.."


Pemilik mobil Ferari 488 itu nyaris membuat celaka orang yang ia cintai dan rindukan.


Tanpa dosa mobil itu terus melaju.


"Sepertinya aku sering melihat mobil itu, siapa


pemilik mobil mewah itu?"


Batin Dhea kesal.


Setelah beberapa saat motor scoppy Dhea menepi.


"Tapi di mana Syifa?"Batin hatinya sambil melepas helmnya dan turun dari motor.


"Assalamualaikum.."Salam Dhea sambil melangkah masuk ke dalam rumah.


SEPI.


Tak ada yang menjawab salamnya,dan tak ada yang berlari menyambutnya.


"Kemana Syifa,kemana ibu ustadz?"


Batin hati Dhea terus melangkah menuju kamarnya. ketika Dhea membuka pintu kamarnya.


Bu ustadz sedang duduk di tepi ranjang.


Dan memberi isyarat dengan menempelkan jari telunjuknya di bibir."suttttt."


Dhea dengan hati-hati mendekat pada Syifa,dan perlahan bertanya pada ibu ustadz..


"Syifa kenapa buu..?"


Dengan sedikit berbisik Dhea bertanya.


"Syifa demam,tadi sudah di bawa berobat."


Jawab bu ustadz,pelan-pelan tangan beliau berusaha dilepaskan dari gengaman Syifa.


Dan beliau berdiri dari duduknya berniat keluar dari kamar. Dhea segera menahan.


"Ibu terimakasih sudah membawa Syifa berobat."

__ADS_1


Kata Dhea merasa nggak enak sudah merepotkan.


"Ya sama-sama,lagian ibu dan bapak sudah menganggap Syifa seperti cucu sendiri,ibu dan bapak juga berharap pada Anajib setelah lulus S2


nanti kami akan segera melamar putrinya kyai."


Ibu juga nggak sabar menimang cucu.


Kalimat demi kalimat yang beliau ucapkan seperti mempertegas pada Dhea jangan pernah berharap pada anaknya.Dan setelah itu beliau berlalu.


DEG.


Seakan melayang tubuh Dhea Anatasya mendengar penjelasan dari beliau.


Kakinya kini lemas tak berdaya.


Kini Dhea terduduk di lantai.


Air mata tak mampu ia bendung lagi.


Di pandangnya wajah Syifa yang terlelap dalam tidurnya.


"Sayang jangan khawatir umi selalu ada untukmu."


Batin Dhea pilu,mereka mo menjodohkan seorang Anajib pada putri kyai pemilik ponpes yang terkenal di jawa?"


"Ibu sudah punya cucu,Syifa Anajib adalah cucu ibu."


Dhea terus bercakap dengan hatinya air mata dari


sudah membasahi pipinya.


Tiba-tiba ponselnya bergetar.


Drett.. drettt..


Panggilan VC.


Susah payah Dhea menahan tangisnya,dan menghapus air matanya.


"Walaikumsalamwarahmatullah.."


Jawab suara dari sebrang.


"Umi,di mana bidadari abi?"


Terdengar nada rindu ingin menatap buah hatinya.


Dhea menghadapkan layar ponselnya pada wajah yang sedang terlelap. Syifa begitu tak terusik dengan percakapan umi dan abinya via telpon.


Mungkin efek dari minum obat.


"Umi kenapa diam aja?"


Tanya Anajib merasa ada yang beda dengan istrinya.


Dhea hanya mengelengkan kepalanya,sambil berusaha menahan tangisnya.


Anajib semakin gemas dan penasaran.


"Oke kalau tidak mo bercerita tak apa,mungkin ibu atau bapak menanyakan mas bojomu?"


Tanyanya semakin penasaran.


Lagi-lagi Dhea hanya mengeleng.


Tiba-tiba Syifa terbangun.


Dan memanggil-manggil abinya.


"Abii.. kapan pulang,abi... cepat pulang."

__ADS_1


Suara tangisan Syifa mengharu biru suasana hati Dhea yang sedang rapuh.


Sang abi nun jauh di Mesir pun dapat mendengar tangis rewel anaknya.


Dhea buru-buru menunjukkan wajah sang abi yang ada di layar ponselnya.


"Sayang coba lihat siapa yang sedang menelpon Syifa?"


Dhea kini memeluk Syifa, dan Dhea bisa merasakan suhu badan Syifa yang panas.


"Abiiiii.." teriaknya sangat senang.


"Cepat pulang abi..."


Suara Syifa meruntuhkan air mata sang abi.


"Oke... bidadari abi,sholehah abi,jangan nakal ya


InsyaAllah abi akan segera pulang."jawab Anajib dengan suara parau.


Dan akhirnya sambungan telponpun terputus.


Syifa sepertinya belum puas bicara dengan abinya


nampak jelas wajah cantik anak Dhea dan Anajib


itu terus menatap layar ponsel uminya.


"Umi kapan abi pulang?"


Syifa mulai merengek merindukan abinya.


Dan sesulit apapun kondisi hati Dhea,ia pasti akan memberikan jawaban 'yaa' ketika Syifa menanyakan abinya.


"Ya sayang,abi akan cepat pulang,Syifa sehat selalu kalau abi pulang bisa main sama abi."


Nasehat Dhea supaya Syifa selalu sehat.


***


Di kamar yang berbeda ustadz dan sang istri sedang membicarakan rencana perjodohan Anajib dan Ashofa putri kyai Maliki pemilik pondok pesantren.


"O yaa pak,ibu kok semakin heran kebiasaan Syifa


sama dengan kebiasaan Najib kecil,yang suka ngajak ngobrol ikan,kalau tidur selalu mengengam tangan ibu."Kata sang istri aneh.


"Lhoo hari-hari Syifa selalu dengan ibu,mungkin ibu mendidik Syifa dan perlakuan ibu sama seperti ke Najib kecil dulu."


Kata sang ustadz,sepertinya beliau tidak tertarik membahas Syifa anak Dhea dan mas bojonya.


Lembayung menghias cakrawala begitu nampak sempurna lukisan alam,membuat kagum bagi yang memandangnya.


Begitu juga Dhea terpaku dibalik jendela kamarnya.Terbayang wajah sang belahan jiwa yang jauh berada.


Ada rindu yang tak pernah bertepi.


Ada jiwa-jiwa yang merasa sunyi.


Dengan bait-bait doa Dhea menghibur diri.


Berharap sang imam segera kembali.


***


Tunjukilah kami jalan yang lurus.


(QS. Alfatihah:6)


Berbekal iman,cinta dan kesetiaan rela membesarkan buah hati tanpa sang imam di sisi.


Semua demi masa depan.

__ADS_1


💕💕Sampai di sini dulu kakak reader semua sampai jumpa di episode selanjutnya..💕Terimakasih sudah selalu menemaniku berkarya.


untuk para rekan author terimakasih atas dukungannya..🙏🙏


__ADS_2