Kala Senja Di Kota Kecil

Kala Senja Di Kota Kecil
Episode 5 Rindu Ini Menyiksa ku.


__ADS_3

Senja demi senja... Dhea lewati dengan sebuah kerinduan yang selalu menyiksa hatinya.


Tapi sayang sosok yang selama ini Dhea rindukan tak pernah muncul di Masjid.


"Parahkah sakitnya ?


Hati Dhea sibuk menerka- nerka melamun nich,


atau .... sedang menangis rindu ?


Suara Aminah membuyarkan lamunan Dhea.


Terdengar Siti yang cekikikan.


"Sakit apa yaaa diaa..?


Dhea beranikan bertanya keadaan si jail kepada


kedua sohibnya itu, boro -boro Dhea mendapatkan jawaban yang ia inginkan.


"Duchh.. tenggokin atuh biar cepat sembuh."


canda kedua temannya sambil terus cekikikan.


"Ichhh.. mang kalian ngga pengen tau apa..?


ngga tuch... suara Siti dan Aminah menggoda.


Diakan teman kita, jawab Dhea membela diri.


"Kitaaaaa....??? teman mu aja kali.


Ogah punya teman sejahil dia kata Siti engga suka.


Mata Dhea terus mencari, Dhea berharap semoga senja ini dia akan melihat tawa lebar itu.


tapiii... lagi dan lagi Dhea harus telan kecewanya.


Dhea duduk berjajar dengan agak malas - malasan. Dhea perlahan buka Musafnya.


Ichh ... kenapa hati ini juga harus terasa sakit ?


karena sering kecewa.. bisik Dhea.


Hati Dhea terus berkata- kata , sambil tangannya


sibuk membolak balik setiap helai musafnya.


Dhea tak menyadari ... "Tatapan tajam itu sedari


tadi memperhatikannya.


"Dhea.. tolong bacakan surat Al- Mulk. dari ayat pertama sampai ayat kesepuluh.!


Dhea untung apal itu surat 67 dalam Al-quran.


Tutup musafnya !


Suara penuh wibawa itu membuat Dhea hampir pingsan.


Ayat pertama sampai ayat ke tujuh Dhea baca


lancar jaya , masuk ayat kedelapan agak aman


masuk ayat kesembilan mulai suaranya pelan


dan ayat kesepuluh suara Dhea hampir tak terdengar.


"Ehemmm.... suara wibawa itu berdehem.


Apa yang kamu pikirkan.??


Pertanyaan pak ustad dikhususkan hanya untuk


Dhea. kalau belajar itu harus fokus !


Dan panjang kali lebar pak ustad memberi nasehatnya pada kami.


Satu orang dimabuk rindu .. jadi semua dech


jadi korbannya . suara berkhusak khusuk teman


ngajinya sepertinya sengaja ditujukkan pada Dhea.


Tuhan.. andai aku bisa menghilang"ingin rasanya saat ini aku menghilang dan menghindari tatapan teman - teman.

__ADS_1


Pak ustad itu punya ilmu apa yaaa..?


kok bisa tahu santrinya ada yang dimabuk rindu.


Suara Aminah terdengar menyindir Dhea.


Siti cekikikan kamu kira pak ustad punya ilmu


membaca isi hati...??


"Mungkin ."


Jawab Aminah asal.


Semua ini gara - gara Dhea.. suara kedua sohibnya bersamaa.


" Lhooo... kok salah aku tanya Dhea tak mau disalahkan.


"Yaa bagi kamu ngga salah.


Tapi... bagi pak ustad adalah salah, kesalahan besar malah. jawab Siti dan Aminah kompak.


Dhea terus membela diri tak rela


sepanjang jalan dia dihakimi kedua sohibnya.


"kamu mau tahu kesalahanmu..?


Tanya Siti.


"Apa kesalahanku ? tanya Dhea polos.


Kesalahanmu adalahhh.. kamu sudah jatuh cinta


pada anaknya.


"Haha ha..." tawa keduanya Siti dan Aminah


terus menghindar dari cubitan Dhea.


Malam ini terasa panjang, diantara malam sebelumnya . candaan teman - temannya


masih terngiang ditelinga Dhea.


Jatuh cinta..?


Selama ini Dhea simpan rapat - rapat semua rindunya pada Anajib, dari Siti dan Aminah.


Dhea ngga berani cerita, tapi kenapa.. senja ini


seisi Masjid tau.. ? mungkin kalau tempat wudhu


bisa bicara, mungkin tempat wudhu pun akan ikut bercerita.


Kenapa mata ini sulit diajak kompromi, keluh Dhea sambil terus paksa matanya untuk tidur.


Kini Ianterus berdamai dengan hatinya.


"Tok... tok... tok."


"Dhe Dhe."


Suara ibu membangunkannya. bukannya langsung bangun Dhea malah kembali


pejamkan lagi matanya sambil peluk erat gulingnya. ichh dinginnya suasana subuh itu


nikmatnya buat tidur batin Dhea terus memejam


kan matanya. "Dheaaa .. " suara ibu memanggil


namanya.


Teriakan ibu kali ini mampu memaksanya bangun.


"Tak ingin kena teguran bu sri lagi, sebelum berangkat sekolah Dhea cek lagi satu persatu bukunya , aman kata Dhea meyakinkan dirinya


semua PR sudah ia kerjakan.


Ibu... Dhea berangkat ." teriaknya pamit kepada ibunya. karena ibu sedang dikamar mandi jadi tak salim pada ibunya .


"Ya hati-hati jawab ibunya dari kamar mandi.


Detak jantungnya berpacu cepat, ketika sepedanya melintas jalan raya depan masjid.


Mobil itu...?

__ADS_1


Batin Dhea. achhh abaikan Dhea


terus mendamaikan hatinya. mungkin hari ini pak ustad pergi mengajar naik mobil.


Tapi biasanya beliau cukup naik motor hondanya.


**


Mungkin karena mendekati kenaikan kelas jadi sering jam kosong.


Hal yang Dhea benci adalah kalau jam kosong.


karena Dhea tak memiliki banyak teman. paling


teman Dhea hanya teman sebangkunya dan yang


duduknya disamping kanan kirinya yang terdekat dengan bangkunya.


Coba kalau Siti dan Aminah satu sekolah dengannya. mungkin Dhea tak sebete ini. saat Dhea sedang memikirkan kedua sohibnya.


Tiba-tiba Salma menarik tangannya jajan yuk!


Tanpa menunggu persetujuan Dhea , Salma terus menarik tangannya.


Keduanya melangkah menuju kantin.


Belum juga langkah keduanya sampai kekantin


terdengar teriakan KM nya, memanggil mereka sambil beri isyarat pulang.


"Yachhh .. tau jam kosong sampai jam terakhir


kita mabal yaa dari tadi.. canda Salma, dan dibalas senyuman oleh Dhea.


Sampai besok Salma kata Dhea sebelum mulai mengayuh sepedanya.


Tinggal Dhea sendiri yang menyelusuri jalan panjang menuju rumahnya.


"Assalamualaikum ." Bu ... bu... Dhea terus


berteriak memanggil ibunya."


Ibu sedang pergi dhee.. kata tetangga sebelah


memberi tahu kepada Dhea.


Ochh.. terimakasih kata Dhea sambil mendorong


masuk sepedanya.


Pergi kemana ibu..?


Batin Dhea sambil menyuap


nasinya. aku terasa laper hari ini ... seperti dua minggu tak nemu nasi. Dhea menyendok lagi nasinya dan terus menyuap.


Dhea baru saja selesai mencuci piringnya terdengar suara ibu mengucap salam.


"Assalamualaikum.."


"walaikumsallam jawab Dhea sambil melangkah


membukakan pintu ibu.


Ibu dari lihat mas Anajib kata ibu menjelaskan,


belum juga Dhea sempat bertanya.


"Sakit apa dia bu..?


Tanya Dhea tak sabar ingin tau keadaan dia.


"Alhamdulillah sudah sehat malah tadi pak ustad sudah mengantarkan kembali ke pesantren. Makanya ibu dan para ibu-ibu pengajian ikut mengantar dengan doa.


Ibu terus menjelaskan tentang dia.


Haii kenapa aku harus menangisinya..?


Bukannya aku harus bahagia mendengar sijahil itu sudah sehat. batin Dhea mulai tersiksa.


kenapa dia cepat kembali kepondoknya?


Tanpa aku sempat melihat tawa lebarnya.


Kenapa Dhea harus menelan kecewanya.

__ADS_1


Biarlah ku ceritakan tentang rindu ini pada senja.


Bagi kalian yang mau tau lebih banyak tentang cerita yang diatas tunggu episode selanjutnya Yaa ! 😊


__ADS_2