
Anajib menuju pintu dan pintupun dibuka.
Ibu sudah berdiri di depan pintu kamarnya.
"Mas dipanggil bapak tuh, kata ibu sambil berlalu meninggalkan Anajib.
Baik bu .
Dan langkah Anajib membawanya keruang keluarga. Nampak bapak duduk menantinya
Sang putrapun duduk diantara bapak dan ibunya.
"Mas.."Sudah lama bapak ingin menyampaikan
maksud bapak ingin menjodohkanmu, dengan putrinya pak kyai.
Tujuannya supaya nanti kamu bisa meneruskan
Dakwah beliau. Bagaimana mas kamu maukan?
Anajib hanya terdiam.
wajahnya seketika berubah murung. Hatinya terasa sakit teringat si kutu buku.
Ia sudah berjanji akan mengajaknya sehidup semati. Tapi alasan apa yang harus ku beri pada bapak?
"Mas.., Orang tua bertanya kok nggak dijawab."
Kata ibu sangat mengagetkan.
Najib belum tahu bu, kuliahnya juga masih satu tahun lagi. Apalagi bapak minta Najib melanjutkan S2. Lalu Anajib berlalu meninggalkan kedua orang tuanya.
**
Dhea dan Bilqis benar-benar menepati janjinya.
Keduanya membawa lamaran ke salah satu Swalayan yang pemiliknya kenal baik dengan kak Umar. Keduanya menyerahkan lamarannya.
Wanita berhijab wajahnya sangat cantik.
Kak Annisa namanya membuka dan membaca lamaran keduanya.
Oke kalian sudah bisa mulai kerja besok pukul 15.00 - 21.00 itu jam kerja kalian.
Bila ada yang ditanyakan silahkan tanya pada kak Umar. Karena Umar yang bertanggung jawab
di swalayan ini. Kata kak Annisa dengan senyum
manisnya.
Terimakasih kak jawab keduanya.
Lalu Dhea dan Bilqis meninggalkan Swalayan itu
dengan hati gembira.
__ADS_1
Tak terasa libur semester telah tiba.
Udara malam ini yang kau hirup, Hujan di manapun kini yang kau peluk.
Di jalan ini mengenang tentang kisah masa kecil
kita yang pernah ada dan tak mungkin ku lupa.
Dimana pun kau kini .
Rindu tentang mu tak pernah pergi.
Anajib kini menguatkan Azamnya.
Ketika Allah telah memisahkan dua hati yang tak seharusnya bertemu, Pasti Allah akan pertemukan dua hati yang tak seharusnya berpisah.
Libur semester kali ini Anajib menuju Bandung tanpa motornya Dia memilih naik angkutan umum. Sore hari berangkat pukul 17.00 WIB dari kota kecil.
Setelah kurang lebih tujuh jam karena perjalanan lancar pukul 22.00 WIB Anajib sudah sampai tempat tujuan.
Tok Tok Tok...
Pintu kamar di ketuk dari luar.
Dhea melangkah membukakan pintu.
"Ibu..?
Nampak sang ibu yang selama ini Dhea rindukan
berdiri disamping orang yang ia cintai.
Dan Dhea membawa ibunya masuk kekamarnya.
Najib tersenyum dan menatap Dhea penuh arti,
"Mas... njenengan ? Kalimat Dhea di gantung.
"Kenapa.." Tanya Najib pada Dhea.
"Dhe datangku saat ini ingin penuhi janjiku..!
Lalu Anajib pamit ke ibu Dhea, untuk menjumpai pak lek dan bu leknya.
"Assalamualaikum."
"Walaikumsalam." Suara bu lek terdengar menjawab salamnya.
Dan cekrekkk.
Pintupun terbuka. Najib ayo masuk pak lekmu sudah menunggumu!
...Setelah duduk, Pak leknya berbicara serius. ...
Dan bu lek melangkah ke dapur membuatkan teh hangat untuk ponakannya.
__ADS_1
Pak lek sudah mendaftarkan pernikahanmu di
KUA. Tapi kamu harus benar-benar dengan konsekuensi dengan jalan yang kamu tempuh.Panjang lebar adik dari bapaknya itu menasehatinya.
Di sini pak lek membantu proses pernikahanmu,
Bukan berarti pak lek mu ini mengajari kamu durhaka pada bapak dan ibumu.
Tapi pak lek hanya ingin membantu menyelamatkan kedua orang tuamu.
Dari perbuatan zina mu.!
Pak lek sependapat denganmu.
Lebih baik kamu menikah dari pada kamu selalu menjumpainya diam-diam tanpa hubungan yang halal.
Dan malampun sudah tergantikan dengan pagi yang sangat di tunggu Anajib dan Dhea.
Masjid pondok pesantren sudah menjadi saksi ijab kabul itu diucapkan.
Dan doapun dilafadkan.
Di rumah pak lek repsipsi di gelar.
Teman kuliah dan teman baru di tempat kerja Dhea semua di undang.
"Yaa pernikahan ini harus kita syiarkan supaya masyarakat mengetahuinya keduanya sudah sah sebagai sepasang suami istri.
Kini semua mengetahui hubungan keduanya hubungan yang halal.
Apa yang diinginkan Anajib dan Dhea .?
Hanya ingin selalu bersama, bahagia untuk keduanya sederhana.
Setelah ijab kabul, ada janji yang harus di tepati,
Ada kewajiban yang harus dipenuhi.
Ada cinta yang tidak boleh dikhianati ada hati yang tak boleh disakiti.
Anajib sudah sah jadi Imam bagi Dhea.
Ibu hanya bisa membantu doa untuk kebahagian
Kalian, kata ibu Dhea mengelus kepala Najib dan Dhea.
Dan libur semester begitu cepat berlalu.
Artinya sang Imampun harus kembali ke kota kecil. Dan bus malam sudah membawa suami dan ibu tercintanya.
Kini Dhea harus rela menjalani hidupnya yang jauh dari suaminya.
Tak ada penyesalan.
Karena semua adalah pilihan, Dhea memilih membaca surat cinta Tuhan untuk menemani malam-malamnya ketika sang Imam jauh darinya.
__ADS_1
Sampai disini dulu kakak.
Terimakasih semua yang sudah berkenan mampir di kala Senja Dikota Kecil.🙏