Kala Senja Di Kota Kecil

Kala Senja Di Kota Kecil
Episode 27 Kamu Yang Ku Rindu


__ADS_3

Anajib dengan tawa kasnya.


Dhea memandang ke arah tawa lebar.


Tawa itu masih terus menghias wajahnya.


Tuhan...


Tawa itu yang selalu ku rindu.


Ingin rasanya aku lama-lama memandang tawanya. "Tapi bayangan wajah itu menghilang


diantara barisan makmum laki-laki.


"Dheapun langsung masuk ke barisan makmum


Perempuan. Dan sholat magrib bersama.


Setelah sholat magrib usai.


"Seperti biasa kami akan segera membentuk sebuah lingkaran , dengan seperti itu akan memudahkan Tatapan tajam itu mengabsen


Kami. "Aku sudah sangat hafal dan paham


Tatapan tajam itu akan berhenti pada ku


"Dhe... , Ayo.. lanjutkan ayat yang akan Anajib


bacakan !


Pemilik tawa lebar nampak khusuk membacakan surat Al-Khafi.


Dengan seksama aku menyimaknya..!


Aduh... , awasss aja yaaa..


Kalau sampai kamu membacanya sampai melampui ayat kesepuluh..!


aku akan ngebleng.


Karena aku cuma menguasai sampai ayat ke dua puluh. Batin Dhea was-was.


Lalu Anajib menghentikan bacaanya pada ayat ke lima.


Alhamdulilah, syukurlah Kali ini da tidak membuatku malu bisik Dhea kepada teman yang


duduk di sampingnya.


"Insya Allah " dengan mudah Dhea melanjutkan bacaanya.


Sampai Suara yang penuh wibawa itu menghentikan muraja'ah Dhea.


"Eemmmmm.. cukup!!


Dan Dhea harus cukup puas, Perjuanganku.


Dari kecil sampak detik ini , hanya selalu Beliau hargai dengan ucapan.."Eemmmm,,! Dan sepaket dengan tatapan tajamnya"!


Lagi-lagi Dhea membatin.


Muraja'ah Salman sa'at ini Beliau simak.


Dhea beranikan mencuri pandang pada Anajib.


Abajib semakin tambah bersih kulitnya.


"Dan wajah itu.. , ?? Sekarang dihiasi dengan jambang dan kumis.


Aduh tawa lebar ternyata "GANTENG JUGA"


Ingin rasanya aku lama-lama memandangnya.


"Tapi suara deheman ituu....."

__ADS_1


"EEHEEMMM..."


Sangat jelas tertuju untuk Dhea.


"MURAJA'AH" terus berlanjut . "Dan muraja'ah akhirnya berakhir dengan tibanya waktu Sholat Isya.


"Hati Dhea sangat bahagia.., ketika Siti dan Aminah


menariknya kearah tempat wudhu.


Dan Dhea sangat berharap Anajjb berada di padasan.


"Astagfirullahhh...."


Dhea cepat menyadari niat utama pergi ke masjidnya.


Untuk menuntut ilmu.


Bukan untuk ketemu dia.


"Tapiiii... perasaan ituu.., tak bisa di bohongi."


Langkah Dhea agak ragu-ragu.


Sampai kapan aku mengharap ?


"Heeehee... Sunguhhh memalukan..!


Masa sih, aku menanyakan pada Anajib.


Apa arti semua rindunya dalam surat-suratnya?


"Ichhh...!! Selama ini aku sudah cukup bahagia.


Walau hanya membaca tumpahan rindunya.


"Ada apa dengan hatiku saat ini.?


Kenapa aku sangat berharap Anajib Menyatakan "CINTANYA.."??


Semua gara-gara "Amir".. kenapa juga Amir menanyakan "Gebetan."


"Siti dan Aminah sudah selesai mengambil air wudhunya.


Dan setelah ituu.


Mereka dengan sengaja meninggalkan Dhea.


"Saat ini Dhea tidak teriak dan berharap mereka


menunggunya.


Pikiran Dhea hanya berharap pada Anajib.


Ingin sekali hatinya tahu Posisi dirinya.


Sebagai Apa di hati Anajib.


"Lamunannya terhenti ketika tangan itu menariknya.


"Heyyy... kamu lagi uji nyali yaa..?


Melamun di padasan.


kalau kesambet gemana?


"HaHaa..".


Gigi putih itu terlihat berbaris rapi. Dia masih sama dengan kebiasaannya Tertawa lebar.


Dengan membuka mulutnya sehingga akan nampak barisan gigi putihnya.


Dhea hanya terus diam.

__ADS_1


Sampai saat wajah itu.


Sangat dekat dihadapanya.


Dhea tidak tahu gejolak yang ada dihatinya.


Ketika Dia membawanya dalam peluknya?


Bodohnya akuu... hanya terus diam tanpa meronta.


Batin Dhea.


Dan Jantungnya terasa berhenti ketika "bibir Anajib menyentuh bibir Dhea.


Bodohnya Dhea.


Ia hanya terdiam dan membiarkannya.


Dhea akhirnya mendorong Anajib pelan.


"Aku susah bernafas."


Kata Dhea sambil berusaha lepas dari pelukannya.


Dhea masih menjaga hatinya Anajib jangan sampai dua tersinggung. Harusnya aku marah..!


Tawa lebar berani melakukan itu padaku.


Batin Dhea berperang.


Tapi Dhea hanya diam.


"Aku mencintaimu.. Anajib"


itu suara hati Dhea.


Anajib hanya tersenyum.


"Maafkan aku.. Dhe..!


Dhea masih dalam diamnya.


Kamu Tahu "Aku sangat merindukanmu.


Kini hati Dhea berbisik rindu.


Heii kok diam saja !


"Kamu mau aku melakukannya lagiii?


Tanya Anajib bercanda sambil mencipratkan air wudhunya.


"Iccccchhhh... Kamu.!


Tak takut Dosa..?


Kata Dhea terasa merah pipinya karena malu.


Dan terus melanjutkan berwudhu.


Dhea cepat-cepat ingin berlalu meninggalkannya.


Tapi karena langkah kakinya Anajib panjang.


Dia berhasil menyusul langkah Dhea.


Lagi-lagi.


Tawa itu masih menghiasi wajahnya.


***


NEXT..

__ADS_1


Dan Terimakasih yang sudah berkenan mampir.😇😇😇


__ADS_2