Kala Senja Di Kota Kecil

Kala Senja Di Kota Kecil
Episode 2


__ADS_3

"Ada apa dengan hatiku ?" kata dhea


dinginnya air wudhu disuasana subuh memberi kekuatan untuk melawan kantukku semua gara-gara Anajib kenapa akhir-akhir ini ke jahilannya selalu menyisakan tanya yang tak mampu Dhea tau jawabnya .


Dhea sibuk periksa lagi tas sekolahnya pastikan tak ada yang tertinggal . terlihat Siti dan Aminah sudah dari tadi menunggu Dhea dengan sabar . sebelum berangkat sekolah Dhea pamit dengan ibunya yang sedang sibuk didapur .


" Hati-hati dijalan." pesan ibu kepada Dhea.


"Baik bu,"Assalamualaikum." ucap Dhea sambil mencium tangan ibunya .


"Oh.....yah rencananya kamu mau ngelanjutin ke mana Dhea ? " tanya Siti memecah keheningan .


"Entahlah, " kata Dhea sambil terus berjalan.


" kamu sendiri mau ngelanjutin kemana?"


kata Dhea balik bertanya .


"Yang pasti harus SMP yang negri donk."


Jawab Aminah asal nyamber .


Siti hanya tersenyum geli melihat kelakuan Aminah .


Tak terasa langkah kami sudah memasukkin gerbang sekolah . kebetulan sekolah kami tidak terlalu jauh dari rumah , jadi bisa ditempuh dengan berjalan kaki setiap hari untuk menuju sekolah .


"BRUK..."


Seseorang menabrak badan Dhea .


"Upss...Sorry."


Sengajaaa habis tidak terlihat kata Anajib. yang sudah berada tepat dihadapan Dhea plus dengan tawa dan kejahilannya .


Dhea hanya tersenyum menghadapi kejahilan Anajib .


"Huuh sebel kenapa sih kamu hanya diam?"


Lawan donk !"protes Siti menunjukkan ketidak sukaan akan sikap Dhea yang selalu diam dengan kejahilan Anajib .

__ADS_1


"Kalo kamu takut biar aku yang maju."


Kata Aminah so jadi pahlawan untuk membela Dhea.


"Sudahlah mungkin dia tidak sengaja."


Jawab Dhea.


Entah kenapa hati Dhea selalu memaafkan akan kejahilan Anajib.


kelas serasa lebih ramai dari hari biasanya,ya


karena hari ini adalah hari terakhir kami memasukkin kelas ini,karna hari ini adalah hari perpisahan .


Ada rasa senang dan lega karna kami semua lulus, tapi ada rasa sedih disudut hati Dhea . Dhea takut berpisah dengan teman-temannya , entah kenapa Dhea merasa sedih bila ingat kata perpisahan. dan yang pasti Dhea harus berpisah dengan orang yang selalu jahil padanya .


Semua berebut berpose dekat dengan pak guru , pak Ahmad yang selama ini jadi guru tergalak bagi kami , hari ini berubah jadi primadona dikelas kami .


"Cisss.."


Tiba-tiba suara Anajib dekat berada disamping Dhea "cekrek" hari ini benar-benar sangat menyenangkan sekaligus sangat mengharukan bagi Dhea dan teman -temannya.


Kata-kata pak guru terasa berat seakan-akan menyembunyikan tangisnya .


"Horeeee..."


Kita bisa terbebas dari kejahilan Anajib , enam tahun kita selalu sekelas dengan dia , tibalah saatnya kita lepas dari anak jahil itu , Aminah terus berceloteh sepanjang jalan pulang .


"Heii.. jangan senang dulu."


Sela Siti .


Di sekolah kita boleh tidak ketemu dengan si jahil itu . tapi kalo dimasjid kita akan selalu mengaji bersama."


Nada suara Siti seakan sudah bosan dengan kejahilan Anajib .


" Tenang kawan dia akan dikirim kepondok pesantren oleh pak ustad."


Yang dimaksud pak ustad adalah bapaknya Anajib sendiri .

__ADS_1


" Upss...ada apa dengan hatiku ?"


Bisik Dhea seakan tidak rela mendengar Anajib harus mondok.


harusnya dia bersyukur tidak ada anak yang menjahilinya saat mengambil air wudhu nanti .


" Duh... sepertinya ada yang terluka hatinya?" Canda Siti dan Aminah membuat Dhea tersenyum.


Siti dan Aminah melambaikan tangan ketika kami sampai dipersimpangan jalan .


"Sampai nanti yaa Dhea."


T eriak mereka bersamaan.


Dan setelah sesampainya dirumah.


Langsung menuju ruang makan.


Ia langsung menyendok nasi dan lihat perbuatannya.


Dhea hanya mengaduk-aduk nasinya tanpa menyuapnya . ibu yang sedari tadi memperhatikan Dhea menghampiri putri kesayangannya .


" Ada apa ? "


Tanya ibu menyelidik .


" Bu bolehkah Dhea masuk pondok pesantren ? " tanya Dhea minta persetujuan ibunya .


Ibu menatap dengan penuh kasih sayangnya


" Dhea bukannya ibu tidak mengizinkan kamu menuntut ilmu dipondok , tapi kalo kamu mondok ibu dengan siapa ? " tanya ibu seakan tidak rela putri kesayangannya jauh darinya .


Dhea terdiam , dia paling tidak bisa menolak permintaan ibunya.


waktu terus berputar mentari pun mulai menghilang , menyisakan cahaya kemerahan suasana senja itu yang selama ini Dhea rindukan .


Bagi reader yang mau tau lebih banyak lagi tentang cerita yang diatas.


T unggu Episode selanjutnya Yaa ! 😉

__ADS_1


Terimakasih🙏🙏


__ADS_2