Kala Senja Di Kota Kecil

Kala Senja Di Kota Kecil
Episode 117 Saatnya Buka Lembaran Baru


__ADS_3

Rencana apapun yang kita miliki.


Allah kuasa diatas segalanya.


Namun yang pasti apa yang terjadi ada pelajaran berharga apa yang Allah kehendaki ada hikmah terindah Apa yang Allah tentukan pasti terbaik bagi hambanya.


Semua sudah berlalu namun sangat sulit untuk Dhea menerima kenyataan yang ada.


Sikap bapak dan ibu mertua kini sudah berubah total. Tapi semua itu tak mampu mengembalikan keadaan dan suasana hatinya.


Senja demi senja terus berlalu dan waktu terus berjalan tak ada lagi yang Dhea tunggu.


Fatir dan Syifa yang ia punya kerinduan pada belahan hati yang sudah pergi tak mampu ia hindari. Ketika rindu itu menyiksa batinnya


pergi kepusaran Anajiblah tempatnya menumpahkan semua rasa.


"Hai... apa kabar mu..?"


Dhea menyapa batu nisan itu bagai orang yang kehilangan akal sehatnya.


Sengaja saat ini Dhea tak mengajak Fatir dan Syifa.


Dengan begitu Dhea bebas menumpahkan air mata kerinduannya pada orang yang ia cintai.


Di atas batu nisan Anajib Dhea terus menangis.


Tubuh Dhea kini terlihat bergunjang karena tangis


tangannya kini memeluk erat nisan Anajib.


"Kamu dulu selalu bilang bila aku rindu titip rindu ku pada doa dan senja,tapi kamu akan segera datang untuk obati rindu ku..."


Dhea terus berkata-kata sendiri.


Entah sejak kapan pemilik wajah tampan itu selalu


terdiam seakan merasakan apa yang Dhea rasakan. Hanya orang yang memendam rindu yang tak takut sunyinya suasana pemakaman.


Akhirnya tangan itu beranikan menyentuh tangan Dhea yang terus memeluk batu nisan.


"Ayo kita pulang Fatir dan Syifa sudah mencarimu!"


Suara Amir memaksa Dhea menghentikan tangisnya.


Tak ada yang Dhea ucapkan selain mengikuti perintah Amir kini ia berdiri dan melangkah pergi meninggalkan pusaran sang belahan hati.


Tak ada tegur sapa di dalam mobil mewah Amir.


Namun Amir sudah terbiasa kadang di cuekin Dhea. Tak butuh waktu lama mobil itu menepi di halaman luas rumah joglo.


Dhea segera mengeringkan sisa-sisa air matanya.


"Umi ..."


Suara Fatir menyambutnya.


Dhea menyambut langkah Fatir dengan senyum di bibirnya.


"Abi Amir...,kok lama perginya?"

__ADS_1


Protes Fatir polos.


"O tadi abi Amir ada perlu dulu sayang,baru deh menjemput umi."


Jawab Amir menenangkan Fatir.


Dan membawa Fatir masuk.


Dhea melangkah menuju kamarnya.


Yang kini kamar itu juga menjadi kamar Amir.


Sekian lama sudah Dhea terjebak dalam masa lalu


tentang kisahnya bersama Anajib.


Sang ustadz sendiri yang minta Dhea untuk menerima lamaran Amir.


"Mungkin selamanya tugasku hanya untuk berbakti pada mereka yang sudah mendidik dan membiaya hidupku." Begitu yang Dhea pikirkan dan semua juga demi anak-anak yang masih membutuhkan sosok seorang abi.


Yang paling menyakitkan di dalam hidup Dhea.


Ketika hatinya dikhianati oleh dirinya sendiri.


Hati Dhea yang menginginkan setia pada Anajib.


Namun justru sang bapak dan ibu mertua terus memintanya menerima Amir sebagai pengganti putra kebanggaan yang telah pergi.


Dhea terus berusaha menjadi istri setenang malam untuk orang yang dulu menjadi pak bosnya.


Meski tak mudah dan butuh kesabaran namun sepertinya Dhea melakukan semua tanda taat dan baktinya pada bapak dan ibu mertuanya.


Amir sangatlah bersyukur mampu hidup mendampingi Dhea,walau kadang hatinya merasakan kesedihan hati istrinya.


Amir tak pernah lelah dalam doa untuk meluluhkan hati Dhea. Lewat bait-bait doa Amir menyampaikan perasaannya untuk Dhea.


"Abi....."


Kali ini Syifa yang memanggil sang abi dengan sabar ia menunggu di depan pintu kamar.


Amir keluar menjumpai Syifa.


"Ada apa sayang.."


Kata Amir penuh kasih sayang.


"Kata eyang kakung tolong bilang umi eyang mo makan."


Kata Syifa setelah menyampaikan perintah sang eyang pemilik wajah cantik itu berlalu dari hadapan Amir.


Kini Amir kembali menutup pintu kamarnya.


Langkahnya mendekat pada Dhea yang sedang berbaring diatas kasur sepertinya tubuh itu lelah karena masih sering menangis.


"Dhe..,bapak minta makan."


Bisik Amir ditelinga Dhea namun tak ada sahutan.


Kini Amir menyentuh tangan Dhea namun di luar dugaannya Dhea membawa tangannya dalam peluknya .

__ADS_1


"Mas aku rindu janji jangan pergi lagi ya!"


Dhea terus memeluk Amir sambil memanggilnya


dengan mas Najib dan mata itu terus terpejam.


Amir harus rela dalam tidurnya Dhea memanggilnya mas Najib.


"Biarlah makan untuk pak ustadz ada ibu" kata Amir dalam hati.


Ia tak rela membangunkan istrinya yang terus memeluknya. Amir terus menemani Dhea dan ia pun memilih ikut memejamkan mata.


Rasa kantuk melelapkan Amir di samping Dhea.


Suara pintu di ketuk membangunkan Dhea dari tidurnya. Ketika ia membuka mata wajah Amir menempel dipipinya dan lengan kokoh itu melingkar memeluk pinggangnya.


Dhea tidak buru-buru untuk bangun.


Kini ia pandangi wajah tampan Amir.


Orang sebaik Amir tidak seharusnya ku sia-siakan.


Toh Amir pun sudah berusaha memberikan darahnya untuk menyelamatkan Anajib.


"Amir aku akan berusaha memahami dan menyelamimu.."


Kata Dhea berbisik pelan namun sangat jelas terdengar oleh Amir.


Wajah Dhea bersemu merah manakala Amir menjawabnya.


"Aku akan selalu mencintaimu dan akan terus menjaga kamu dan anak-anak."


Dhea buru-buru melepaskan pelukan Amir dan segera membukakan pintu.


"Sudah waktunya ashar nak Amir bangunin kata bapak!"


Kata ibu mertua sambil berlalu.


Beruntungnya Amir sudah dianggap seperti anak sendiri. Darah Amir sudah mengalir di tubuh sang priyayi. Dengan begitu Amir maupun Dhea bebas tinggal di rumah joglonya.


Walaupun Amir memiliki segalanya demi orang yang ia cintai ia memilih rumah joglo tempat tinggalnya.


Syifa dan Fatir adalah penerus keluarga nigrat itu.


Dhea yang bukan harapan kini menjadi menantu kesayangan.


Semua kebahagia perlu pengorbanan dan ketulusan.


***


Author mohon maaf begitu lama tidak up.


Karena sakit,alhamdulillah sekarang baru bisa


menjumpai kakak semua.


Semoga kita senantiasa selalu dalam rahmat sehat


Aamiin.

__ADS_1


Dan terimakasih atas semua dukungannya.


Sampai jumpa di episode selanjutnya.


__ADS_2