Kala Senja Di Kota Kecil

Kala Senja Di Kota Kecil
Episode 39


__ADS_3

Setelah selesai makan.


Dhea langsung merapikan meja makan dan segera mencuci piring bekas ia makan.


Lalu Dhea langsung menghampiri ibunya yang sedang duduk di ruang tengah.


Dhea agak gugup ketika ibu menatapnya.


Duduklah sini nak.., kata ibu sambil memegang


Tangan Dhea.


Nampak sekali Dhea ketakutan ketika ibu bilang


"Kata pak ustad..!!


"Apa kata pak ustad buu..??


Belum juga ibu menyelesaikan kalimatnya selesai. Dhea langsung memotongnya.


Karena Ia merasa sudah berbuat dosa.


"Pak ustad... bilang..


Deg Deg Deggg jantung Dhea berpacu semakin


Cepat. "Bilang apa buuu...??


Tanya Dhea semakin Takut.


"Astagfirullah..., kapan selesainya Setiap ibu baru mulai bicara sudah kamu potong..!!


Suara ibu agak kesal juga.


Kalau orang tua bicara, Dengarkan dulu yang sampai selesai.


Yaa supaya kamu paham apa yang akan ibu sampaikan.!


Jangan lagi-lagi memotong orang tua bicara.


Nggak SOPAN..!! "selain itu juga tak beradab"!


Ibu mulai menasehati Dhea.


"Aduchhh Dhea jadi malu..,


"mendengar kata Tak beradab..!


Itu kan kata yang sering Dhea gunakan ketika


Sedang marah pada temannya.


"Yaa bu.., Maafkan kekhilafan Dhea..!


Lalu ibu pun menyelesaikan kalimatnya yang sudah terpotong.


Pak ustad akan membiayai kuliahmu, sampai selesai.


Bukan hanya itu nak.


Semua kebutuhan mu akan di biayai oleh Beliau.


Itu yang tadi pak ustad sampaikan pada ibu.


"HAAHHH...,???


Mimpikah akuuu??

__ADS_1


Bukankah pemilik tatapan mata tajam itu seperti


Tak suka pada ku..??


"Kok malah ngalamunn nak, Apa kamu ngga seneng mendengar ini semua.??


Pertanyaan ibu sungguh mengagetkan Dhea.


"Eeemmm."


Dhea seneng bu,


Sangat senengggg... malahhh.


Alhamdulillah. "Dhea sangat bersyukur."


kata Dhea sambil menyembuyikan semua tanya Yang bergejolak dalam hatinya.


Sudah sana bersiap-siap keburu Siti dan Aminah


Nyamper, kata ibu.


Dan Dhea pun bergegas ke kamarnya.


Hatinya terus bertanya.


Atau mungkin karena aku anak yatim..??


Dhea terus bertanya.


Dan... "Dheeaaaa...." Suara teriakan Siti bergema


Memanggil namanya.


Dan di tambah suara pintu kamar di ketuk.


Dheee.. Yaaa buuu.


Dhea dengar kok , Siti dan Aminah sudah nyamper kan..??


Yaaa kata ibu dari balik pintu.


Dhea pun bersiap dengan mukena lengkap bersama musafnya.


Setelah pamit pada ibunya Dhea pun menghampiri kedua sohibnya.


Dan langkah kaki membawa ketiganya menuju


Masjid. "Tawa canda masih terdengar dari kedua


Sohibnya."


Dan Dhea pun masih dalam diamnya.


"Hadeuhhhh.., yang mo pacaran diemmmm bae"


Kata kedua sohibnya.


"Yeyyy... Enak sajaaa..!


Akhirnya Dheapun terdengar suaranya.


"TUCHHH..."


Sang arjunamu sudah menanti.. bisik Siti.


Sambil menarik tangan Aminah dan meninggalkan Dhea.

__ADS_1


Kaki Dhea serasa berat untuk melangkah.


Ichhh ini kaki kenapa sihhh... batin Dhea tersiksa


Dengan suasana di dalam pengawasan orang yang sudah berani tidak sopan padanya.


Akhirnya langkahnya sampai juga di padasan.


Buru-buru Dhea mengambil air wudhu.


Dan bergegas meninggalkan padasan itu.


"Uchhhh.. akhirnya aku selamat juga dari si tawa lebar." Dhea bernafas lega .


Dan ketika kakinya melangkah masuk masjid.


"Tiba-tiba tangan nakal itu.. "Menarik tangannya


Dhee temani aku wudhu..!!


Ingin Dhea menolak.


Tapi dengan tangan itu menarik tangannya.


Batal sudah wudhunya.


Semoga bapaknya lewat padasan ini agar aku selamat dari kenakalannya.


Hati Dhea sibuk berdoa.


Melihat Dhea celingak-celinguk seperti mencari Sesuatu, Tawa lebar itu seakan tahu apa yang Dhea pikirkan.


"Bapak nggak akan lewat Dhee.. karena bapak


Sedang ada urusan ke Bandug..!


Dan tangan itu semakin kencang memegang tangan Dhea.


Dhea kumpulkan keberaniannya.


Lalu Dia mendorong tubuh Anajib.


Tetapi sayang, Bukannya tubuhnya Terlepas dari Si tawa lebar.


Kenyataannya malah tubuhnya tertarik dalam pelukannya.


"Mata itu menatap dalam.." Dan Dhea bergetar ketakutan.


Wajah itu mendekat sangat dekat.


Dan Dia berbisik, "Aku mau balas dendam..


Atas perbuatanmu. yang sudah melukai bibirku.!


Apaaaa.???


Dhea ketakutan membayangkan barisan gigi putih itu akan menggigit bibirnya.


"Oooohhh Sakit..!!


Dhea spontan menutupi bibirnya dengan satu tangannya. karena tangan satunya dalam kekuasaannya.


"Berisikkk , aku belum ngapa-ngapain sudah teriak sakit..!!


***


NEXT

__ADS_1


__ADS_2