Kala Senja Di Kota Kecil

Kala Senja Di Kota Kecil
Episode 66 Ku Tunggu Hadir mu


__ADS_3

Dengan berjalannya waktu yang terus berlalu dan tak pernah mau menunggu.


Kini Anajib maupun Dhea sudah masuk semester


akhir. Dan keduanya tinggal menjalani sidang skripsi.


Anajib itu putra kesayangan ustad yang terkenal kecerdasaannya. Dalam melaksanakan tugas-tugasnya.


Dari pengajuan judul sampai menjalani proses


setiap babnya nyaris tak ada coretannya.


"Berbeda kalau memiliki kecerdasan dari lahir mah, kata Beni memuji Anajib yang fokus menghadapi layar leptopnya."


"Aahhh, biasa saja kata Anajib tak mau takabur."


Kini keduanya saling tertawa. Malam ini Beni bermalam di rumah Anajib.


Karena kesibukannya menyusun skripsi.


Sudah dua pekan Anajib absen, tak mengunjungi


Dhea. Begitu juga Dhea pun larut dalam kesibukannya.


Malam ini sepulang dari tempat kerjanya.


Dhea merasakan kepalanya pusing yang sangat hebat. Mungkin efek terlalu lelah.


Perlahan kakinya turun dari angkutan umum.


Langkahnya seperti terasa melayang-layang.


Susah payah Dhea menuju kamar kostnya.


Di bukanya pintu kamar kostnya.


"Cekrekkk.'


Dan di tutupnya kembali pintunya.


"Bluk."


Susah payah Dhea menahan pusingnya.


Kini ia berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan badannya. Tapi sesampai di kamar


mandi Dhea merasakan mual-mual.


Ueekkk Ueekkk.


Badannya terasa lemas setelah seisi perutnya ia


muntahkan semuanya. Ia perlahan-lahan melangkah keluar dari kamar mandi.


"Astagfirullah."


Kenapa mualnya terasa lagi..?


Lagi-lagi langkahnya menuju kamar mandi.


Ueekk Ueekkk.


Susah payah Dhea bolak-balik keluar masuk kamar mandi.


Semalaman Dhea tersiksa dengan rasa mual dan pusingnya.


**


Di kamarnya Anajib terus berdiskusi dengan Beni.


Kadang tentang bahan skripsi.


Dan kini tentang rahasia cintanya.


"WHAT..?


Antum sudah menyempurnakan Din?


Beni masih belum percaya.


Kini Beni malah tertawa, antum tidak kecelakaan?


Beni kini mengintrogasi Anajib yang memberi isyarat menempelkan telunjuknya di bibir.


"Haahaaaaa."Kecelakaan.


Maksudnya MBA.?


Tanya Anajib sambil geleng-geleng kepala.


"Astagfirullah."


Diriku tak sebrengsek itu.!

__ADS_1


"BRO."


Kini Anajib tertawa lepas.


Malam semakin larut.


Heningnya malam semakin menambah sunyi di hati Dhea. Tangannya meraih ponselnya.


Rasa rindunya membawa angannya melayang


membayangkan suami yang jauh berada.


Ingin hatinya menghubungi Anajib.


Tetapi di urungkan niatnya.


Mas.. aku rindu.


Batin Dhea terasa sakit karena menahan rindu


pada suaminya. Dhea menunggu telpon dari Anajib. Namun ponselnya tak kunjung berbunyi.


"Mas sedang apa dirimu di sana?


Aku di sini berkawan sepi.


Aku masih di sini sendiri, menanti hadirmu mengisi hatiku...


Aku menanti telpon dari mu, ingin ku ceritakan


tentang rindu ini. Bisik hati Dhea yang berusaha


menahan air matanya.


Namun malam ini Dhea harus kecewa. Sampai Subuh menjelang ponselnya tak berbunyi.


Suara adzan Subuh mengema menghiasi alam semesta dengan panggilan ketaatan pada sang Pencipta. Dhea baru bisa pejamkan matanya.


Tok.. Tok ..Tok..


Suara pintu kamar di ketuk dari luar.


"Mbak Dhea.."


Sunyi tak ada jawaban, Dhea begitu nyenyak dalam tidurnya.


Ketukan pintu lewat tak terdengar olehnya.


Bu Euis putuskan berangkat ke masjid tanpa Dhea.


Mungkin mbak Dhea sedang dapat tamu bulanannya. Kata hati bu Euis terus menebak.


Subuh ini ia pergi sholat jamaah hanya berdua dengan suaminya.


Seperti Subuh sesudahnya.


Selesai sholat subuh berjamaah para jamaah.


Mendapatkan tausiah. Setelah selesai para jamaah itu keluar dari masjid dengan tertib.


Bu Euis mempercepat langkahnya.


Kamar Dhea belum nampak tanda-tanda kehidupan. Korden jendela kamarnya masih tertutup rapat.


Kamar kost kanan-kiri kamar Dhea sudah mulai ramai.


Aneh sudah pukul 05.30 WIB, kok belum terlihat.


Kemana gerangan?


Batin bu Euis terus bertanya-tanya.


kemana Dhea?


Ibu Euis mendekat ke pintu kamar Dhea.


Dengan rasa penasaran perlahan di ketuknya kembali pintu kamar itu.


Tok Tok .


"Mbak Dhea."


Mata ini terasa sulit ku buka.


Dan kepalaku masih terasa pusing, kata Dhea dalam Hatinya.


Tiba-tiba rasa mual itu terasa lagi.


Ueeekk Ueeekkk.


Tubuh Dhea semakin melayang.


Mendengar suara Dhea, bu Euis memanggil lagi.

__ADS_1


"Mbak Dhea..."


Tolong buka pintunya.!


Aduhhh, sakitkah dia.? kata hatk bu Euis bertanya.


Susah payah Dhea berjalan ke arah pintu.


CEKREK..


ibu Euis langsung meminta ijin untuk masuk ke kamar Dhea. Dan mual itu terasa lagi benar-benar


menyiksa Dhea.


Ueekkk


Bu Euis menatap Dhea dan dipapahnya Dhea menuju kamar mandi.


Badanmu sangat panas.


Akhirnya bu Euis meminta suaminya untuk menyiapkan mobil. Kita harus ke dokter pah.!


Dhea masuk ke mobil dengan bantuan bu Euis.


Hampir tiga pekan Anajib tak datang. kata bu Euis


pada suaminya. Dan akhirnya mobil pun menepi.


Bu Euis sangat sabar memapah Dhea berjalan pelan-pelan memasuki ruang periksa dokter.


bu lek minta ijin ke luar ruangannya.


Tanpa sepengetahuan Dhea, bu Euis menelpon Najib.


Tuttt...


"Assalamualaikum, Bu lek.


Suara Anajib terdengar dari sebrang.


"Walaikumsalam."


Jawab bu leknya.


O yaa, bu lek cuma mau ngabarin, istrimu sakit!


Ini sudah bu lek bawa ke dokter.


Kapan mas, berangkat ke Bandung?


Bu lek menanyakan.


Dan tak terdengar lagi suara orang yang di panggil mas.


Telpon di putus dari sebrang.


Sakit apa kamu Dhe. Kini pemilik wajah ganteng itu mulai resah dan merasa bersalah karena


hampir tiga pekan tak menenggok istrinya.


KENAPA??


Tanya Beni, dan terus memastikan sobatnya


baik-baik saja.


Istri sakit, tapi bagaimana dengan skripsi ku?


Sedangkan pagi ini kita ada jadwal dengan dosen pembibing.


Keluh Anajib, pada Beni.


Memang dalam pilihan yang sulit.


Akhirnya Anajib memutuskan untuk menghubungi


Dhea. Tak ada jawaban telpon itu terus bergetar


diatas kasur Dhea.


DRETTT DRETTT..


Ayolah Dhee angkat.!


Kini Anajib mulai putus asa.


Ternyata Dhea masih dalam perjalanan pulang dari Dokter.


**


Anajib tidak tahu seperti itu kecewa Dhea yang semalaman menunggu telpon darinya.


Kecewa..

__ADS_1


__ADS_2