Kala Senja Di Kota Kecil

Kala Senja Di Kota Kecil
Episode 12 Jauh Dari Mu Membuat ku Rindu


__ADS_3

"Sebagai seorang anak bisa membuat orang tuanya "Bangga." adalah sebuah kebahagiaan


tersendiri.


Walaupun untuk membanggakan hati orang tuanya, ia harus rela berpisah dengan teman-temannya. Dan berpisah dengan orang


yang selalu ia rindukan.


"Mungkinkah aku mulai menyukainya..??


"Kenapa aku merasa bahagia bila ada dekat Dengannya..? Dan sebaliknya hatinya hatiku


Merasa sunyi dan tersiksa bila harus jauh dengannya.


Bisik Anajib dalam hati.


Tapi demi sebuah cita-cita yang mulia.


Anajib terus melangkah memasuki lorong kobong.


"Para santri mulai sudah nampak ramai, mereka


sudah mulai menghadapi aktivitasnya.


Pagi sekolah, sore dan malam harinya belajar ilmu agama.


"Anajib adalah anak yang cerdas, ia termasuk


santri yang berprestasi. Dia pernah memenangkan lomba ,"Qori tingkat nasional."


Dan masih banyak prestasi yang sudah ia ukir.


"Tetapi walaupun dengan segudang prestasi


yang ia sandang.


Anajib tidak jauh berbeda dengan remaja Seusianya.,"


"Ia masih suka jail, dan kejahilannya selalu ia tujukan pada Dhea.


Kini ketika Ia harus kembali lagi ke pesantren.


Hatinya pun merasa ada yang hilang.


"Tetapi Ia anak yang cerdas, sunyi hatinya ia bawa untuk untuk muraja'ah.


***


"Senja mulai menyapa."


Ketika Dhea baru selesai membantu ibu. Merapikan dagangan di warung ibunya.


Dhea bergegas masuk ke kamar untuk bersiap Pergi mengaji. ketika menutup korden kamarnya


Dhea terpana melihat indahnya senja.


Padahal senja itu selalu ia pandang, setiap Harinya. Tapi hatinya tidak pernah bosan untuk


Memandangnya.


Mungkin dengan memandang senja, Ia bisa Menceritakan tentang suasana hatinya.


"Kadang kala kenyataan bersebrangan dengan


apa yang kita harapkan."


Ingin rasa hati setiap senja bisa bersamamu..


Walaupun hanya sekedar melihatmu dengan


Sembunyi-sembunyi. itu sudah cukup bagiku.


"Tapi dimana kamuuu...??


Lelah mata ini mencarimu...!!


Dhea terus mencari seseorang, diantara bayangan Salman dan yang lainnya.


Namun sayang, pencariannya berujung kecewa.


"Yang didapat hanyalah sebuah tatapan tajam.!


Dari pemilik wajah berwibawa.


"Biarlah senja ini ku kecewa, semoga senja yang akan tiba . aku akan bisa melihatnya harapnya Dalam doa.


***


Hari-hari berlalu tanpanya.


"Aachhh..." itu sudah biasa.!!


Tetapi yang membuat air mata jatuh.


Tiba-tiba rindu datang menghampiri.


Dan mengharu biru perasaannya.


"Seindah apa pun hari ini..."


Sepahit apa pun dia, semua harus dilewati.


Tanpa bisa tawar menawar lagi.


"Yaaaa... karena roda kehidupan terus berputar."


Dan mau tidak mau, suka tidak suka.


Kita harus terus berjalan.


"Libur panjang telah berakhir.


Dhea kembali ke rutinitasnya.


Hari ini hari pertama sekolah setelah libur Panjang.

__ADS_1


Roda sepedanya masih setia berputar Menggiringi setiap harinya untuk berangkat mau Pun pulangnya , dalam menuntut ilmu.


Salma masih menjadi sahabat baiknya.


Sampai dikelas sembilan, Ia masih duduk Sebangku dengannya.


"Dheee... ada yang titip salam buat mu..!!


Kata Salma, mengusiknya.


"Siapaaa..??


Tanya Dhea ingin tahu.


"Dari bu Sri." menanyakan PR muu..!!


"Ha .. ha.. ha.."


Salma tertawa menang, berhasil mencandai Dhea.


"Dhea hanya senyum,". Sambil geleng-geleng."


"Asyikkkkkk...." senangnya hati kalau ada jam kosong.!


Memang pulang awal itu menyenangkan.


Kalau bisa hari-hari maunya ada jam kosong.


"He.. he.. he" Salma terus tertawa.


"Hadeuhhh... kelakuanmu, Salma..!!


Sungguh tak beradab... kata Dhea membalas candaan Salma.


Lalu keduanya melangkah bersama-sama.


Keluar kelas sambil terus bercanda. Sampai


Mereka terpisah ditempat penyimpanan sepeda.


Tinggal Dhea bersama rombongan pesepeda Lainnya. Mereka bersepeda beriring-iringan.


Dan saling berpisah karena arah rumah yang Saling berbeda.


Dhea terus menggoes sepedanya.


Kenapa hatinya selalu berdebar kalau sepedanya


melintas jalan depan masjid.


"Assalamualaikum..."Dhea mendorong sepedanya.


"Walaikumsalam ."jawab ibu membalas salam Dhea.


Tanpa menyalin bajunya terlebih dahulu.


Dhea langsung menyendok nasinya.


"Nampak jelas kalau dia tak mampu menahan


***


Kembali ia selalu terkenang pada si tawa lebar.


"Semoga ia baik-baik saja."


Pinta Dhea dalam doanya.


"Kenapa hari kalau di nanti terasa semakin lama?


"Uchhh .." kenapa rasa rindu ini semakin menyiksa.


Perlahan Dhea membuka albumnya.


Dia memulai dari masa perpisahan, lalu dibuka


Lagi albumnya ada photo mereka ketika


pergi wisata bersama.


Tak terasa air matanya berderai, jatuh satu persatu membasahi pipinya.


Dengan air mata yang terus membasahi pipinya


Dhea terus memandangi photo orang yang Sedang berdiri disampingnya.


tawa itu selalu ia rindukan.


Air mata selalu menjadi saksi akan kerinduanya pada Anajib dan senja pun turut menghiburnya.


"Dheaaaaa."


Suara teriakan Siti terdengar memanggil Namanya. "Dhea langsung bergegas ambil Mukena dan musafnya".


Sebelum melangkah keluar Siti pamit dulu pada Ibunya.


"Kenapa mataku terus mencarinya?


Mereka melangkah bersama-sama kepadasan.


Hanya ada Salman, ada kecewa dihatinya.


Dhea selalu berharap ada suara yang Memanggil namanya.


Tetapi... Sampai kakinya melangkah masuk ke Dalam masjid , tak ada suara yang menahannya.


Dhea telan kecewanya.


Sholat maghrib sudah usai, Dhea dan teman-temannya bersiap menerima pelajaran


dari pak ustad.


Tatapan tajam sudah mulai menggabsen.


Satu persatu kami diabsennya.

__ADS_1


"Ehem.." Deheman itu membuka pembelajaran


Senja ini, Satu persatu bacaan kami disimaknya.


Sesekali tatapan tajam itu tertuju pada Dhea.


Entah kenapa detak jantung Dhea selalu Berdetak lebih terasa kencang.


Bila tatapan itu seakan menyelidik ke arahnya.


Dhea tarik nafas lega.


Ketika waktu masuk sholat isya.


Akhirnya dia terbebas dari tatapan tajam itu.


Saat melangkah pulang, Dhea masih berharap


ada suara menahannya.


"Tetapi... harapnya hanya sia-sia ."


Kenapa hatiku merasa sakit ?


"Bila tak ku dapati dirinya.?


Ada air mata yang sedari tadi Dhea tahan.


"Aman yaa Dhee.. "


kalau si jahil tak ada, kita tak harus berdebat dengannya hanya untuk mendapatkan sendal kita. Aminah memulai percakapan di perjalanan pulang. Dhea hanya menggangguk.


Mereka tak tahu apa yang sedang bergejolak dihatinya.


"Siti dan Aminah terus bergibhah.."


Dhea hanya diam menyimak ke kedua sohibnya.


Dan dipersimpangan mereka berpisah.


"Okeee sampai besok Dhee..."


Kedua sohibnya melambaikan tangannya


Pada Dhea.


Entah sudah berapa banyak air mata yang


membasahi pipinya.


Aku harus bisa tanpanya. Bisik Dhea menguatkan hatinya.


"Kenapa aku selalu berharap Setiap senja."


Mungkinkah Ia pun sama.?


Sulit sekali berdamai dengan hatinya.


Dhea tetap paksa membuka buku pelajarannya.


Ia tak ingin PR nya sampai terlewatkan.


Hanya terkalahkan oleh perasaan rindunya.


Yakin semua PR nya sudah di selesaikan.


Dhea pun langsung membaringkan badannya.


"Sunyinya malam menambah sunyi hatinya."


Matanya dia paksa untuk terpejam.


Namun usahanya sia-sia.


"kenapa semakin ku coba melupakannya.


Bayangan wajahnya semakin nyata.?


"Ada apa dengan hatiku.?


Kenapa aku selalu merasakan rindu?


Hatiku selalu merasa sakit bila harapku,


Sia-sia.


Waktu begitu lama ku rasa.


Semua begitu menyiksa.


Kepada siapa aku harus ceritakan semua


Rasa. Biarlah semua ku simpan saja.


Malam semakin larut, tetapi mata Dhea masih


Tak mampu dipejamkan.


Dhea memutuskan mencurahkan semua kerinduannya pada coretan penanya.


"Haiii... kamu!


Andai kamu tahu, aku selalu mencarimu.


Tapi tak pernah ku dapati kamu.


"Haiii... Kamu.!


Disini aku rindu...


Lalu dhea pun tertidur bersama rindunya.


Berharap Tuhan ijinkan untuk bisa bertemu.


Sampai di sini dulu kakak.🥰

__ADS_1


sampai jumpa di Episode selanjutnya😇


__ADS_2