Kala Senja Di Kota Kecil

Kala Senja Di Kota Kecil
Episode 57 Buktikan Cinta


__ADS_3

Buktikan Cinta πŸ’—


Masa-masa sulit terkadang merupakan berkah


terselubung. Kita memang harus menderita,


Tetapi pada akhirnya itu membuat kita kuat,


lebih baik dan bijaksana.


"Saat sulit bersandarlah pada kekuatan doa,


Dan tetaplah bersabar. Semua itu mampu membuat kuat."


Motor itu terus melaju kedua insan yang saling


menahan rindu itu tak peduli lagi hukuman apa


yang akan mereka terima dari ustad bila sampai beliau mengetahui hubungan mereka masih terjalin diantara keduanya.


Ustad pikir jarak akan menghapus semua rasa.


Beliau tak pernah menyadari.


Tuhan mempertemukan kembali keduanya.


Dhea yang aslinya pemalu kini tak malu memeluk pinggang orang yang ia rindukan


setiap senjanya.


Dan akhirnya motor itu terhenti dan diparkir.


Kini keduanya terus berjalan mengitari taman.


Seperti waktu liburan yang lalu.


Mereka bergandengan tangan, Seakan mereka


tak ingin di pisahkan lagi...


Entah itu oleh waktu, jarak , maupun ruang.


Setelah keduanya lelah berjalan.


Anajib mengajak Dhea duduk di bangku taman.


"Kini posisi duduk saling berhadapan."


Anajib terus menatap mata Dhea, tanpa berkata-kata.


Dhea merasa ada sesuatu yang ingin tawa lebar


sampaikan.


Kini Dhea bertanya.


"Mas..,ada apa..??


Apakah ibu meminta tolong padamu untuk menyampaikan sesuatu..?


"Tidak dhe, ibu justru tak tahu aku menemuimu."


Alhamdulillah ku kira ada apa-apa dengan ibu.


Sejujurnya Dhea sangatlah senang dengan hadirnya orang yang rindu.


Dhe...


Aku sengaja datang untuk mu.

__ADS_1


Bukan karena ibu memintaku.


Kenapa kamu terus menatapku..?


Dhea mulai merasa malu dengan tatapan yang begitu dekat.


kini tangan itu meraih dagu Dhea.


Dan bibir itu hampir menempel..


Dhea memejamkan matanya.


Nafas tawa lebar terasa hangat di mukanya.


Aku ingin kamu buktikan cintamu padaku.


Aku mau sekarang.


Tolong jawab dengan jujur..!!


WILL YOU MARRY ME..,?


Dhea membuka matanya.


Tak mampu Dhea menjawabnya.


Karena bibir itu sudah dalam kekuasaan orang


yang ia cintai.


Tak ada yang mampu Dhea lakukan selain membalas pergerakan yang Anajib beri.


Ciuman semakin dalam.


Dhea merasakan pergerakan itu semakin nakal.


Seketika ciuaman tawa lebar di lepaskan .


Entah sudah berapa kali bibir itu terluka.


Oleh gigitan Dhea, Tapi ia tak pernah jera.


"Wahhh parahhh kamu Dhe...!


Maaf mas, kata Dhea sambil membersihkan darah di bibir tawa lebar.


kenapa kamu seneng banget memberi tanda luka di bibirku..? Tunggu pembalasanku nanti.


Dhea menjauh darinya.


Nampak Najib cengegesan melihat wajah Dhea mulai ketakutan.


Maaf mas kalau kamu minta pembuktian cintaku.


Aku harus melakukan itu...,


Aku tak bisa.!


Jawab Dhea mulai terbata-bata.


Melakukan ituu... APA..?


Suara itu meninggi, Aku hanya butuh kamu jawab .. "YA ATAU TIDAK..!


Waktuku tak lama , Bapak ingin aku melanjutkan S2 di Kairo.


DEG.


Apa mas..?? Tanya Dhea mulai berkaca-kaca.

__ADS_1


Ya maka dari itu aku ingin selalu bersamamu.


Sebelum Beliau mengirimku jauh darimu.


Bagaimana kalau Beliau tak merestui kita.?


Beliau memang tak merestui kita.!


Aku minta tolong pak lek untuk menikahkan kita.


Dan Ibu akan ku jemput setelah aku mendapat jawaban dari mu.


Dhea tak pernah menyangka .


Dan tak pernah berani bermimpi mampu memilikinya walaupun Ia sangat mencintainya.


Akhirnya Dhea mengangguk tanda setuju.


Maafkan Dhea Ustad.


Karena ku sadari rasa ini tak mampu ku hindari.


Senjapun mulai menjelang, Anajib mengajak Dhea pulang dan motor itu melaju dengan kecepatan tinggi, Dan motor itu berhenti tepat


Adzan magrib berkumandang.


Najib berburu dengan waktu, setelah ucap salam


Ia mandi dengan kilat.


Hitungan menit dia sudah rapi disarung dan di baju koko.


Walahhh... kamu itu mandi atau cuma absen di kamar mandi.?


Cepet tenan mandinya, kata pak le heran.


Dan Anajib melangkah ke masjid ponpes sebrang rumah pak leknya.


Di kamarnya Dhea sholat sendiri.


karena ia tak bisa gerak cepat seperti Anajib.


Setelah sholat Dhea terduduk lemas.


Kini Ia baca surat cinta dari Tuhan.


Surat-surat Anajib ia biarkan masih tersusun di atas kasurnya.


Suara ngaji Dhea samar-samar terdengar dari luar. Tangan yang tadinya mau mengetuk pintu


pun dia urungkan.


Akhirnya tanpa pamit pemilik wajah ganteng itu.


Menyalakan motornya nampak bu lek dan pak lek mengantarnya sampai gerbang.


Ngati-ati lhoo mas...!


Najib mengunci helmnya dan mengangguk .


Laju motor sang pemilik cinta Dhea terus membelah jalan raya.


🌺🌺🌺🌺


Sampai di sini dulu kakak..


Terimakasih kepada semua yang sudah berkenan


mampir di kala senja di kota kecil.

__ADS_1


πŸ™πŸ™πŸ™


__ADS_2