Kala Senja Di Kota Kecil

Kala Senja Di Kota Kecil
Episode 82 Dekat Terasa Jauh


__ADS_3

Dekat namun terasa jauh.


Seperti ketika merasakan canggung saat duduk maupun berpapasan hanya mampu tersenyum untuk sedikit merendam perasaan.


Saat makan bersama semua sudah duduk.


Ibu ustad mengambilkan nasi buat suaminya dan Anajib. Kini Dhea menyendok nasi buat Syifa dan dirinya.


"Umi,aku mo di suapin abiiii.."


Syifa mulai merajuk di meja makan.


Dhea tak mampu berkata-kata,namun jantungnya


berdetak semakin kencang.


"Umiiii....!"


Kini Syifa malah ngadat berlari meninggalkan meja makan.


Semua diam.


Dhea minta ijin meninggalkan meja makan.


Anajib memilih ikut meninggalkan meja sambil membawa piring Syifa.


"Syifa sayang nggak boleh nakal nanti di marah eyang." Bisik Dhea.


Melihat Anajib datang membawa piring Syifa menjauh pada uminya. Dan berlari pada Anajib.


"Abii."kata Syifa sambil memeluk Anajib.


Dhea hanya diam dan membiarkan anaknya di suapin abinya.Kini Dhea memilih kembali ke meja makan,serba salah dirinya.


Pak ustad dan istri sudah selesai makan.


Rasa lapar membuat Dhea menghabiskan makannya.


Selesai makan Dhea langsung merapikan meja makan dan mencuci piring kotor yang bekas makan.


Dhea banyak diam dan menghindari berpapasan dengan Anajib.Walaupun hati ingin selalu bersama namun apa daya.


"Walau kini kau dekat,namun terasa jauh."


Tulis Dhea di chatnya pada suaminya.


Ketika senja menjelang.


Syifa sibuk membawa mukena dan sajadah kecilnya.


"Umii..."


"Aku ikut abi."Kata Syifa sambil berjalan di samping Anajib.


Dhea hanya mengangguk tak berani matanya hanya sekedar menatap wajah orang yang selama ini ia rindukan.Dan kini Dhea benar-benar terpenjara. Setiap geraknya selalu dalam pengawasan.

__ADS_1


Setelah Pak ustadz,Anajib beserta Syifa berangkat ke masjid untuk sholat berjamaah.


Dhea pun menyusul bersama istri sang ustadz.


Seperti biasa Dhea memilih berwudhu di padasan masjid. Seperti masa kecilnya dulu padasan adalah tempat terfavorit bagi Dhea.


Kini air matanya membasahi pipinya.


Mengenang kisah hidupnya


"Ya Allah indahnya masa itu yang tak mungkin dapat ku ulang lagi,"candaan bersama Siti dan Aminah melintas di benak Dhea.


Kini air mata itu tak mampu di bendungnya. Dan air mata itu semakin deras membasahi pipi.


Kini yang Dhea lakukan terus mengulang wudhunya untuk menghapus air matanya.


"Yaa Allah betapa sakitnya hati ini menahan rindu." Bisik Dhea sambil melangkah meninggalkan padasan.


"Haiii kamu.."


Suara itu serasa tak asing di telinganya.


Dhea membalikkan badannya.


Dan tatapan itu,tawa itu?"


Tak mampu Dhea menahan gejolak hatinya. Ketika


tangan itu meraihnya dan membawa Dhea dalam pelukannya secepat kilat.


Bisik Anajib pelan namun sangat menggetarkan


hati Dhea. dan pelukan itu pun di lepaskan kembali.Sebelum ada mata yang memandangnya.


Dhea hanya diam,jiwanya rapuh,hatinya remuk


tersiksa rindu namun tak bisa di ungkapkan.


Karena keadaan.


Dhea buru-buru mengulang wudhunya sebelum Suara iqomah di kumandangkan.


"Umii ,"


"Abii."


Teriak Syifa sangat senang melihat ke dua orang muncul dari padasan bersamaan.


Teriakan Syifa menarik perhatian jamaah.


Semua orang langsung menoleh bersamaan.


penasaran siapa yang disebut abi oleh Syifa.


Dhea buru-buru menuntun Syifa masuk shaf perempuan.

__ADS_1


"Anak pintar aku memang abi mu nak."


Bisik Anajib sambil melangkah menuju shaf depan. Sebelum Tubuh tegap itu menghilang dari pandangan Dhea masih sempat melihat senyum menghiasi wajah ganteng suaminya.


Dan akhirnya menghilang dari pandangan terhalang barisan shaf makmum bapak-bapak.


Selesai pulang sholat jamaah,Dhea langsung masuk ke kamarnya. Syifa masih belum mau masuk kamar.


"Eyang,di mana abi?"


Suara Syifa terdengar mencari Anajib.


"Sayang itu om bukan abi,"bujuk ustadz memahamkan Syifa.


Syifa cuma diam nampak berfikir lalu berlari ke kamar Anajib.


"Abi kok tidurnya nggak sama aku dan umi?"


Suara Syifa protes pada Anajib.


Hening tak ada jawaban untuk sebuah pertanyaan


Syifa.


Terdengar pintu kamar Dhea di ketuk.


Dhea lalu melangkah membuka pintu.


Deg


Wajah itu nampak tersenyum.


Nampak Syifa dalam gendongannya.


"Umiiii,boleh kan abi tidur sama Syifa dan Umi?"


Syifa terus bertanya.Tiba-tiba sang ustad dan istrinya muncul diantara mereka.


"Ayo Syifa turun!"


Kata berwibawa itu memerintah Syifa turun dari gendongan Anajib.


Syifa segera turun dari gendongan Anajib.


Dan Dhea mengajak Syifa masuk ke dalam kamarnya.Nampak jelas rasa amarah sang ustadz bila melihat Syifa selalu memanggil Anajib dengan


sebutan abi.


Dhea paham ketidak sukaan sang ustadz.


"Tapi tidak dengan Syifa."


***


💕💕💕 Sampai di sini dulu kakak💕💕💕

__ADS_1


TERIMAKASIH SEMUA ATAS LIKE DAN DUKUNGANNYA.🙏🙏🙏


__ADS_2