
Kajian segera di mulai.
Semua sibuk mencari posisi duduk teraman.
Yaa, teraman kalau bisa tatapan mata tajam itu
Tidak bisa mengabsen kami. "heehee Anehhh".
Padahal mo duduk di posisi mana pun pasti dengan mudah tatapan itu mengabsen kami.
"Hee Lhaa..., "Orang kita duduknya berbentuk lingkaran besar lho".
Pandai juga yaa beliau, dengan demikian "Tatapan tajam itu lebih mudah mengabsen kami."
"Eeheeemmm"!!
Satu deheman ituu.. terdengar.
Yaa hanya dengan satu deheman saja mampu
Mengkondisikan kami.
Semua terdiam dan tak ada satu obrolanpun, apa
Lagi becanda.
Beliau membuka kajian dengan salam.
Dan dengan serempak kamipun menjawab salam Beliau.
"Sebelum menyimak bacaan kalian ustad akan tanya siapa yang terakhir dari kalian mengambil
air wudhu di padasan..??
"Apakah ustad melihat perbuatan ituu...??
Hati Dhea merasa takut mendengar ustad menyebut padasan.
"Astagfirullahh... hukuman apa yang akan beliau
berikan..??
"Deg.. Deg..Deg..!! Detak jantungnya begitu cepat
Berpacu, Dhea hanya terdiam dan pandangan matanya beradu dengan pandangan pemilik tawa lebar itu.
Tapi kenapa wajah dia begitu tenangnya..??
Dia malah tersenyum dan memegang bibirnya.
"Uuchhh bibir ituu??
Awal perbuatan dosa kata hati Dhea .
Nggak ada yang ngakuuu...??
Atau pura-pura nggak tahuuu...??
__ADS_1
Aduhhh... kalimat demi kalimatnya penuh dengan Sindiran.
Dan suara itu terdengar menakutkan.
Dan tatapan itu semakin terlihat berkilat dan terus menyelidik mencari kebenaran dan sepertinya ustad sedang ngetes juga kejujuran
kami.
Akhirnya Anajib dan Salman mengangkat tangannya , "Ana.. pak ustad. kata keduanya bersamaan.
Apakah cuma kalian berdua..??
"Uuhhhh..." Punya ilmu apa sich pak ustad.??
Selalu begitu wibawa, dan ucapannya selalu
Mampu menghipnotis kami.!
Seperti di "Hipnotis" Dhea mengangkat tangannya.
"Heemmmm..., Bagusss.. punya nyali juga kalian
Bersikap jujur..!!
"Coba kalian bertiga.!!
"BERDIRI"..!!,
kami pun berdiri ,Aduhhh dimana tulang pada kaki ku..??
Dhea merasa kakinya lunglai tak ada kekuatan untuk berdiri.
"Kalian bertiga, Saat ini di hukum.
Cepat bantu pak Ujang bersihkan air-air ituu..!!
"Oohhhhhh.. Terimakasih Yaa Allah. "
Aku kira mo di adili akan perbuatan dosa di padasan.
Walaupun ada rasa malu "Dhea masih bisa bernafas lega, "Alhamdulillah.. Pak Ustad nggak tahu. Tapi Dhea lupa ada yang melihat perbuatan dosa mereka yaitu Yang Maha Melihat
"Yaa semoga Allah mengampuni khilaf Anajib dan Dhea."
Dan tatapan tajam itu menatap langkah kami.
yang menuju serambi.
Nampak pak Ujang mendorong-ndorong genangan air itu.
"Maaf pak Ujang kami tadi lupa mematikan penampungan airnya kata Anajib dan Salman".
mengakui kesalahannya.
Dhea juga meminta maaf.
"Maaf ya pak Ujang jadi merepotkan.!
__ADS_1
Kata Dhea juga merasa bersalah.
"Oallahhhh.."
"Nggak papa kok mas Anajib, mas Salman, dan mbak Dhea..."
"Atuh namanya juga lupa dan khilaf mah nggak
Ada hukumnya."
kata pak ujang dengan bijak memaafkan kami.
"Dahhh..., kita bersihkan bersama-sama biar cepat selesai dan lantainya cepat kering.
kata pak Ujang pada kami.
Dhea ngambil lap pel.
Salman dan tawa lebar mengambil dorongan karet. lalu mereka bersama-sama membersihkan
Air yang mengenang di mana-mana.
"Astagfirullah.. begitu banyak genangan air itu.
Serambi itu penuh dengan air.
Yaa selama sholat mahgrib saja.
Air tampungan itu penuh dan mengalir ke serambi.
kebetulan itu penampungan air di simpan di atap yang di cor posisinya pas diatas lantai serambi samping masjid.
Akhirnya hukuman pun selesai.
Pas adzan sholat isya di kumandangkan.
Nampak tawa lebar memandang Dhea dengan
Senyum di wajahnya.
"Dan terdengar Salman menggodanya."
"WOOIII.." Jagaaaaaa pandangan kalian.
"Hadeuhhhhh.. , Salman..!
"Bisa nggak kamu itu nggak berisik..!
Kata tawa lebar.
"Yaaa.. , Nanti ketahuan bisa-bisa di tambah lagi
Yaa mas..., hukumannya.
"Pak Ujang ikut bersuara."
mereka bertiga tertawa dan Dhea hanya tersenyum.
__ADS_1
***
NEXT..