Kawin Lari Dengan Janda Kembang

Kawin Lari Dengan Janda Kembang
Bertemu Kembali


__ADS_3

"Udah pulang?" pangkas Marvel, membuat Andre menyeringai sembari mengangguk di hadapannya.


Marvel menghela napasnya dengan panjang, "Sudahlah, Ndre. Lain kali, kalau saya bilang jangan, ya jangan! Sekarang gak usah pikirin lagi masalah CV. Saya udah punya salinan soft copy filenya di email saya," ujarnya, sontak membuat Andre memasang wajah datar di hadapannya.


Sudah melakukan hal yang menguras tenaga, kini Marvel dengan seenaknya mengatakan bahwa dirinya memiliki salinan soft copy file tersebut.


Hal itu membuat Andre menjadi agak gemas dengannya.


"Vel ...," panggil Andre.


"Hum?"


"Kenapa gak bilang dari tadi, kalau kamu punya salinan soft filenya?" tanya Andre sembari menahan kesal, membuat Marvel tak bisa menahan tawanya di hadapan Andre kali ini.


"Kau gak nanya pun," jawab Marvel yang tak serius, hingga rasanya Andre ingin sekali menggigitnya saat ini.


"Belum pernah dicium badak kau ya?" tanya Andre lagi, Marvel semakin tertawa saja mendengarnya.


"Kebetulan sih ... belum," jawab Marvel lagi.


Kebetulan sekali Pak satpam pun melewati mereka, yang sedang berdebat halus. Andre yang melihatnya, segera menarik lengan Pak satpam itu, sehingga membuatnya terkejut.


"Eh ... apa nih?" tanya satpam.


"Pak, cium Pak! Cium cepetan!" suruh Andre, sembari menyodorkan Pak satpam ke arah Marvel.


Marvel berusaha menghindar, sembari tetap tertawa di hadapan mereka. Sementara itu Pak satpam hanya bisa menahan dirinya, agar ia tidak sedikitpun menyentuh Marvel.


***


Marvel baru saja sampai di rumahnya. Sudah sangat larut ia sampai di rumah, karena setelah pulang dari kantor tadi, ia tidak langsung menuju rumah, tetapi mampir terlebih dulu untuk makan malam, sekaligus untuk mentraktir Andre, untuk membujuknya agar tidak marah lagi padanya.


Marvel menghela napasnya dengan panjang, "Bisa banget akalnya. Minta ditraktir makan, gara-gara kesel gitu doang?" gumamnya sembari sedikit tertawa mengingat kelakuan temannya itu.

__ADS_1


Karena penasaran dengan waktu, Marvel melirik ke arah jam yang ada di layar hadapannya. Jam kini sudah menunjukkan pukul 9 malam. Marvel terlalu malam menghabiskan waktu bersama dengan Andre, saat makan malam tadi.


"Kemaleman, ya? Besok pagi harus meeting penerimaan karyawan baru juga," gumamnya, sembari memijat tengkuk lehernya yang terasa tegang karena mengerjakan pekerjaan yang cukup banyak hari ini.


"Mandi, terus tidur!" gumamnya, lalu membuka pintu mobilnya.


BRUK!


Marvel menutup pintu mobil, dan tak lupa menekan tombol kunci pintu. Ia melangkah menuju ke arah pintu rumahnya, dan memasuki rumahnya dengan perlahan.


Sesampainya di ruangan makan, ia dikejutkan dengan kedua orang tuanya yang ternyata masih ada di ruangan makan. Tak hanya mereka, ternyata juga ada seorang wanita yang juga duduk di hadapan mereka.


Ayahnya menyadari kedatangan Marvel, dan lekas menoleh ke arahnya.


"Oh, baru pulang? Kamu dari mana aja, Vel?" tanya Papa, Marvel masih bingung dengan keadaan ini.


"Habis makan sama Andre, Pah," jawab Marvel seadanya.


"Nah ... tuh Marvel pulang. Kebetulan nih ada anaknya Om Roy, kamu pasti kenal deh. Dulu pernah main bareng sama kamu, pas kalian masih kecil," ujar Mama, Marvel sejenak memandang wajah wanita yang ada di hadapannya itu.


'Anaknya Om Roy? Siapa? Laura?' batin Marvel, yang masih menebak-nebak siapa wanita anggun yang ada di hadapannya.


Marvel yang tak mau ribet, hanya bisa menggelengkan kepalanya saja.


"Gak kenal," jawabnya ketus, membuat wanita itu terkejut mendengar jawaban ketus dari Marvel itu.


"Kak Marvel, lama gak ketemu ya? Aku Laura, Kak Marvel gak ingat aku?" tanya wanita yang bernama Laura itu.


Tebakan Marvel benar, tetapi ia sangat malas untuk bertemu siapa pun hari ini.


"Iya, gak ingat." Marvel menjawab asal, membuat Melati sedikit malu jadinya.


Ayahnya memandangnya dengan sinis, "Sikapnya dijaga dong, Vel! Laura ini anak Om Roy, lho! Setiap ada proyek, selalu berhubungan langsung dengan Roy Grup!" ujarnya sedikit membentak Marvel.

__ADS_1


Marvel memandangnya dengan datar, 'Benar, 'kan? Lagi-lagi karena masalah bisnis,' batin Marvel yang sudah agak geram dengan sikap kedua orang tuanya itu.


Karena Marvel masih ada sedikit rasa hormat kepada kedua orang tuanya, ia pun menghela napasnya panjang kemudian memandang ke arah Laura dengan datar.


"Halo, Laura. Senang bertemu kamu lagi. Maaf ya, sebelumnya aku ga ingat kalau kamu anaknya Om Roy. Kamu apa kabarnya?" tanya Marvel yang berusaha peduli dengan Laura, walaupun nadanya yang masih terdengar sangat flat.


Laura tersenyum senang, karena Marvel telah bersikap baik di hadapannya.


"Halo, Kak Marvel! Aku juga seneng ketemu Kak Marvel lagi. Udah lama banget kita gak ketemu, karena aku harus sekolah di USA. Aku baik-baik aja, gimana dengan Kak Marvel?" ujar Laura, yang merasa sangat senang dengan berbagai jawaban yang ia jawab kepada Marvel.


Gadis yang lebih muda 3 tahun dari Marvel itu, merasa sangat senang bisa bertemu lagi dengan orang yang pernah bersamanya, ketika mereka kecil.


Suasana menjadi aneh, karena Marvel yang hanya bisa memandang Laura dengan datar, tak membalas lagi ucapan Laura padanya.


Ayah Marvel berdeham, membuyarkan suasana yang ada.


"Marvel, Laura bicara kenapa gak dijawab lagi?" tegur Ayahnya, yang sebenarnya tidak enak dengan Laura saat ini.


Laura berusaha untuk menjaga sikapnya di hadapan Marvel, "Emm ... gak apa-apa kok, Om. Mungkin Kak Marvel lagi capek, apalagi Kak Marvel baru aja pulang dari kantor. Dia juga belum sempat duduk, dan masih berdiri dari tadi," ujar Laura, yang berusaha bersikap baik, agar Marvel memandangnya dengan pandangan yang baik.


Marvel jadi punya alasan, karena Laura sudah mengatakan hal demikian.


Marvel memijat tengkuk lehernya sembari memutarkan lehernya, "Duh ... mungkin benar yang dikatakan Laura. Saya lelah, mau istirahat dulu ke kamar," ujarnya, membuat pandangan sinis dari kedua orang tuanya segera menatap ke arahnya.


"Marvel, temani Laura! Dia sama sekali belum pulang ke rumahnya, dan langsung ke sini dari bandara untuk menemui kamu. Dia juga sama capeknya, karena pernalanan dari USA ke sini tuh gak sebentar. Kenapa kamu gak peduli soal itu, sih?" bentak Ayahnya, membuat Marvel dalam keadaan sulit.


Keadaannya sangat lelah, ditambah lagi dengan jadwal kegiatannya besok pagi, yang harus mengadakan pertemuan bersama dengan para karyawan baru.


'Ini sih bakalan ribet urusannya!' batin Marvel, yang merasa tidak akan bisa istirahat dengan benar malam ini.


Ayahnya menoleh ke arah Laura, "Nanti kamu diantar pulang sama Marvel, ya?" tanyanya, membuat Laura menjadi tak enak dengan Marvel.


"Gak usah, Om. Nanti Laura bisa minta tolong Papa untuk minta sopir jemput ke sini," tolak Laura, yang benar tak enak dengan keadaannya dengan Marvel.

__ADS_1


__ADS_2