Kawin Lari Dengan Janda Kembang

Kawin Lari Dengan Janda Kembang
Rahasia Marvel Terbongkar


__ADS_3

Pandangan matanya tajam ke arah Melati. Ia memandangnya dengan lekat, karena ingin memberitahu apa yang ia ketahui tentang rahasia Marvel.


Melati menelan salivanya, karena ekspresi Marcel yang saat ini sangatlah menakutkan.


“Sebelumnya ... gue mau tau. Apa lo sama Rusdi punya hubungan yang spesial?” tanya Marcel, Melati memandangnya dengan bingung.


‘Kenapa dia nanya gitu? Apa ada hubungannya dengan Rusdi?’ batin Melati heran, tetapi ia tidak bisa bertanya pada Marcel.


“Memangnya kenapa, Tuan?” tanya Melati balik, membuat Marcel jengkel mendengarnya.


Marcel memandangnya dengan datar, “Gue nanya, kenapa lo nanya balik?” ujarnya datar, membuat Melati menyeringai kecil mendengarnya.

__ADS_1


“Ya, saya ada hubungan sama Rusdi,” jawab Melati singkat dengan seadanya.


Pandangan mata Marcel semakin menajam ke arah Melati, membuat Melati merasa sedikit tegang melihatnya.


“Apa lo tau, Rusdi itu sebenarnya ... adalah Marvel?” tanya Marcel, sontak membuat Melati mendelik kaget mendengarnya.


Melati tidak percaya, kalau sosok yang ia cintai itu adalah Marvel. Rusdi dan Marvel, adalah orang yang sama dengan kepribadian yang berbeda.


Matanya tak henti-hetinya mendelik, karena ia merasa sangat tidak percaya dengan apa yang Marcel katakan.


“Apa yang Tuan bicarakan? Saya sama sekali gak mengerti! Rusdi ... adalah Tuan Marvel? Bagaimana bisa?” ujar Melati bertanya-tanya, Marcel hanya memandangnya tanpa ada ekspresi sama sekali.

__ADS_1


Melati masih tenggelam dalam ketidakpercayaannya, dengan apa yang Marcel katakan tentang kenyataan ini. Logikanya sampai beradu dengan perasaannya, saking tidak bisa mencerna maksud dari ucapan yang Marcel katakan itu.


Dengan mata yang terus mendelik, Melati menundukkan kepalanya dengan perasaan tak percaya. Orang yang selama ini ia sukai karena nyaman berada di dekatnya, ternyata adalah orang yang sama, dengan orang yang pernah ia tolak sebelumnya.


Perasaannya menolak, ia sampai berpikir kalau semua perkataan Marcel tidak benar adanya.


‘Gak mungkin Rusdi itu adalah Tuan Marvel! Itu mungkin bisa-bisanya Tuan Marcel aja, supaya aku gak dekat-dekat sama Rusdi. Dia ‘kan ... pernah ngaku-ngaku jadi pacar aku. Dia otoriter, bikin aku gak suka setiap kali kalau dia deket-deket sama aku!’ batin Melati, yang perasaannya menolak untuk mempercayai ucapan Marcel.


Melati mendonggakkan kepalanya, memandang Marcel dengan tajam dan juga tegas. Ia tidak menerima ucapan dan tuduhan Marcel kepada Rusdi.


“Saya gak percaya sama apa yang Tuan Marcel bilang! Saya gak percaya kalau Rusdi itu Tuan Marvel! Mereka pribadi yang berbeda! Rusdi bisa bikin saya nyaman, dan dia orang yang sederhana. Dia gak mungkin Tuan Marvel, karena Tuan Marvel orangnya kaku dan dicukupi oleh kemewahan!” bantah Melati, membuat Marcel mengerutkan dahinya karena merasa bingung.

__ADS_1


“Kenapa lo bisa yakin sampai sebegitunya?” tanya Marcel, membuat Melati terdiam sejenak mendengarnya. “Lo tadi bilang, Rusdi itu orangnya sederhana? Apa lo gak perhatiin, cincin yang dikasih sama Rusdi itu, adalah cincin berlian yang harganya gak murah! Bahkan cincin yang dia kasih itu, jauh lebih mahal dua puluh kali lipat dari cincin yang lo jadiin jaminan di resto waktu itu!” ujarnya, sontak membuat Melati mendelik kaget mendengarnya.


Melati tidak menyangka, kalau ternyata harga cincin berlian yang diberikan Rusdi sangatlah mahal. Ia pikir, ia hanya memberikan cincin perak dengan manik imitasi, sehingga ia bisa dengan mudah menerimanya.


__ADS_2