Kawin Lari Dengan Janda Kembang

Kawin Lari Dengan Janda Kembang
Interview Kerja 2


__ADS_3

Ketika telah berhasil memasang headphone pada ponselnya, lelaki itu kembali memandang ke arah jalan yang ternyata ada seorang wanita yang berjalan asal, walaupun lampu sudah berubah menjadi merah.


Dengan sangat terkejut, lelaki itu segera menginjak pedal rem mobilnya, sehingga membuat Melati yang sudah berada di hadapannya juga merasa sangat terkejut.


Melati dengan wajah paniknya, hanya bisa memandang ke arah lelaki yang berada di dalam mobil itu. Tak mau gegabah, Melati melihat ke arah lampu, dan lampu sudah menunjukkan warna merah.


Itu tandanya Melatilah yang salah pada kasus kali ini.


Melati kembali melihat ke arah lelaki itu, dan mengangguk tak enak, tanda meminta maaf padanya. Melati segera berjalan mundur, kembali ke titik awal ia menyebrang, karena lampu yang masih merah.


Lelaki itu memandang Melati dengan ekspresi yang membingungkan. Jarang sekali ia melihat wanita meminta maaf, dan mengakui kesalahannya.


"Biasanya kalau wanita lain, selalu marah-marah dulu ke mobil yang hampir nabrak dia. Tapi kok, wanita itu beda, ya? Dia memastikan kesalahan lebih dulu, dan berani mengakui bahwa dia salah," gumam lelaki itu, yang tak sadar sampai terdengar oleh temannya yang teleponnya masih tersambung itu.


"Marvel, wanita siapa yang kamu maksud?" tanya temannya yang terdengar dari headphone-nya.


Lelaki bernama Marvel itu tersadar, kalau dirinya sedang berbincang dengan temannya melalui telepon genggamnya. Hal itu membuatnya malu, dan segera mengganti topik pembicaraan.


"Gak usah dibahas, saya sebentar lagi sampai di kantor. Kamu tunggu saya di lobi, ya? Suasana baru, bikin saya nervous," ujar Marvel, temannya tertawa meledeknya.


"Cie, nervous karena suasana baru, atau karena wanita yang tadi kamu bilang?" ledeknya, Marvel menjadi sangat malu mendengar ledekan temannya itu.


"Ngaco, ah! Udah, sekarang pokoknya kamu tunggu di lobi. 5 menit lagi saya sampai di sana," ujar Marvel, mengalihkan pembicaraan kembali.


Temannya yang bernama Andre, hanya bisa tertawa kecil mendengar Marvel yang salah tingkah seperti ini.


Marvel kembali melajukan mobilnya, dan segera menuju ke arah gedung kantor baru yang akan ia tempati.


Sesuai kata Marvel, hanya membutuhkan waktu 5 menit, untuk bisa sampai di lobi gedung kantor tersebut. Ia sudah memarkirkan mobilnya di tempat parkir khusus, yang hanya boleh dipakai oleh para petinggi saja.


Marvel melangkah masuk ke dalam lobi, dan tak sengaja melihat wanita yang ia temui tadi saat di zebra cross.


Marvel memperhatikan Melati, yang sepertinya terlihat sangat tergesa-gesa.

__ADS_1


"Wanita itu ... ternyata mau interview kerja hari ini di kantor ini? Kenapa bisa kebetulan begini, ya?" gumam Marvel, yang merasa bertemu dengan Melati kembali adalah sebuah kebetulan.


Marvel melangkah menuju ke arah ruang interview, kemudian menghentikan langkahnya ketika ia sudah bisa melihat Melati yang duduk di kursi luar ruangan.


Marvel mengintip sedikit dari simpang ruangan, dan memperhatikan Melati yang sepertinya sangat gugup saat ini.


"Dia gugup banget," gumam Marvel yang sedari tadi memperhatikan Melati.


Seseorang keluar dari ruangan tersebut, sembari membawa selembar kertas dan pulpen.


"Melati," panggilnya.


Mendengar panggilan dari HRD tersebut, Melati menjadi sangat gugup karenanya.


Dengan cepat, Melati segera memenuhi panggilan HRD, dan masuk ke dan ruangan tersebut.


Karena melihat Melati yang sudah masuk ke dalam ruangan interview, Marvel pun segera mendekat ke arah ruangan tersebut.


Dari sela jendela, Marvel mengintip sedikit suasana di dalam ruangan tersebut.


Marvel terkejut, dan segera membalikkan badannya ke arah orang yang mengagetkannya itu.


Marvel mendelikkan matanya, "Astaga, Ndre! Kamu bikin saya kaget aja! Gimana kalau saya jantungan?" bentak Marvel yang jantungnya sudah berdebar dengan kencang.


Andre menyeringai mendengarnya, "Gampang, 'kan ada BPJS. Kalau jantungannya di kantor, bisa pakai BPJSTK. Bilang aja, kecelakaan di tempat kerja. Kalau CEO sih ... biasanya dapat yang VVIP," ujarnya meledek Marvel sampai Marvel menjadi kesal karenanya.


"Siapa juga yang mau jantungan? Lagian juga ya, kalaupun dapat ruangan VVIP, saya gak akan mau juga. Masa orang ganteng jantungan, sih?" ucap Marvel dengan menyeleneh, membuat Andre memanyunkan bibirnya.


"Eh btw, ngapain di sini? Tadi kan bilangnya suruh tunggu di lobi? Kenapa malah melipir ke ruang HRD?" tanya Andre, yang sedikit penasaran dengan Marvel.


Seketika Marvel teringat dengan wanita yang sedang ia perhatikan itu. Dengan cepat, ia segera mengintip kembali dari sela jendela, dan melihat Melati yang sedang menjabat tangan kepala HRD di kantornya, sembari tersenyum sumringah.


"Dia lolos," gumam Marvel yang tak menyangka dengan Melati yang ternyata lolos seleksi interview.

__ADS_1


Andre sangat penasaran, "Dia siapa?" tanyanya kebingungan.


Melati melangkah ke luar ruangan, dengan Marvel yang segera membalikkan tubuhnya ke arah Andre.


"Emm ... jadi rapat siang ini dengan siapa, ya?" tanya Marvel yang sedikit berbasa-basi dengan Andre.


Tepat ketika Marvel berbasa-basi, Melati sudah berada di hadapan mereka.


Awalnya Andre merasa sangat bingung, tetapi ketika melihat Melati yang baru saja keluar dari ruangan HRD, Andre pun mengerti dengan permainan Marvel.


"Emm ... siang nanti kita rapat dengan Toro Grup, Pak. Tenang saja, itu semua sudah ada staff kami yang mengatur," jawab Andre, dengan nada yang masih agak bingung.


Melati memandang mereka per sekian detik, sebelum akhirnya menundukkan pandangannya.


"Maaf, permisi," ucap Melati, yang segera pergi dari hadapan Marvel dan Andre.


"Silakan," jawab Marvel dengan sangat sopan, berusaha memberikan sikap terbaik yang ia miliki.


Melihat sikap temannya itu di hadapan Melati, Andre pun mengerti dengan apa yang temannya rasakan.


Matanya menyipit dengan senyuman menyungging, menatap dalam ke arah Marvel.


"Mm ... pantesan aja sikapnya aneh. Ternyata, oh ternyata. Lagi kesem-sem sama cewek!" ledek Andre, membuat Marvel tertawa kecil mendengarnya.


"Apa sih? Itu tadi wanita yang saya bilang di telepon," ucap Marvel, yang terpaksa mengatakan hal itu pada Andre, agar Andre tak meledeknya lagi.


"Oh, jadi dia si cewek langka itu? Yang minta maaf setelah tau dia salah?" tanya Andre, Marvel pun mengangguk mendengarnya.


"Selamat pagi, Pak Marvel, Pak Andre," sapa seseorang yang datang dari dalam ruangan HRD, yang ternyata adalah kepala HRD kantornya.


Sapaan dari HRD, membuat Marvel dan juga Andre sedikit terkejut, dan langsung mengubah sikap mereka menjadi seperti biasa.


"Pagi, Pak Anton," sapa mereka kembali kepada kepala HRD.

__ADS_1


Suasana nampak canggung, karena Pak Anton yang sangat segan dengan Andre dan juga Marvel.


"Pak Andre dan Pak Marvel pagi-pagi sudah di sini, ada perlu apa ya, Pak?" tanya Pak Anton, yang wajahnya sudah terlihat pucat berhadapan dengan CEO baru perusahaan tempat ia bekerja.


__ADS_2