Kawin Lari Dengan Janda Kembang

Kawin Lari Dengan Janda Kembang
Bingung


__ADS_3

Siang itu, Marvel sudah kembali ke jati dirinya sebagai sosok Marvel yang disegani. Beberapa saat menjadi Rusdi, membuatnya mengetahui sikap para karyawannya, saat ia tidak berada di sana.


Tidak ada yang menyeleneh, selain Rachel waktu itu. Bahkan temannya Rachel saja sudah taubat, dan tidak menggunakan alasan senioritas lagi untuk berhadapan dengan para juniornya.


Marvel memang sengaja tidak memecatnya, karena ia hanya korban dari Rachel, yang memang sengaja ingin menjadikannya agar sama seperti dirinya.


Saat ini, -seperti biasanya- Marvel hanya bisa mondar-mandir di ruangannya. Ia merasa sangat resah, karena ia yang benar-benar melihat Melati, -semalam- saat ia makan bersama dengan Marsha.


Hal itu membuat Marvel bingung, karena ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan saat ini.


Jemarinya ia mainkan pada dagunya, mencoban melawan keresahan yang tengah ia rasakan. Matanya memandang ke arah lantai, karena ia sedang tidak bisa berpikir, dan hanya bisa memikirkan keresahannya saja.

__ADS_1


Maklum saja, jika keresahan menerpa, siapa pun tidak akan pernah bisa berpikir dengan benar. Galau, gundah-gulana, hanya bisa merasakan sendu pada setiap detik yang sedang ia lewati.


Marvel mengusap wajahnya, karena keresahan yang semakin lama semakin besar terasa. Ia tidak bisa menghilangkan keresahan itu, hanya dengan mengusapkan telapak tangannya ke wajahnya saja.


Andre memandangnya dengan tatapan yang nanar, “Lagi-lagi begini. Apa sih yang kamu pikirin?” tanyanya, Marvel mengembuskan napasnya dengan kasar, kemudian segera duduk di hadapan Andre.


“Saya semalam ketemu sama Melati, Ndre! Dia lagi di tukang pecel lele tempat biasa saya makan sama dia, waktu saya jadi Rusdi,” ujar Marvel menjelaskan, membuat Andre memandangnya dengan heran.


“Lantas mengapa? Apa masalahnya?” tanyanya dengan setengah menarik nadanya naik.


“Pantesan ... gak ada kabar, ternyata lagi makan bareng!” pekik Andre, membuat Marvel kebingungan mendengarnya.

__ADS_1


Matanya menatap heran ke arah Andre, “Maksudnya gimana? Siapa yang gak ada kabar?” tanyanya, sontak saja wajah Andre berubah menjadi pucat mendengarnya.


Andre kelepasan bicara, soal Marsha yang tidak ada kabar. Ia merasa resah, tidak tahu lagi harus mengelak apa lagi kepada Marvel.


Matanya seketika berbinar, “Ah ... gimana Melati? Dia ngelihat kamu makan bareng sama Marsha? Wah ... terus gimana reaksinya Melati, pas ngeliat kamu makan bareng sama Marsha?” tanyanya, yang berusaha untuk mengalihkan perhatian dan topik pembicaraan dengan Marvel.


Marvel memandangnya dengan tatapan yang datar, bignung dengan apa yang sedang temannya lakukan itu.


Walaupun Marvel sangat mengetahui maksud dan tujuan Andre, untuk mengalihkan pembicaraan mereka, tetapi ia tidak ingin membahas topik selain yang sedang ia bicarakan.


‘Sepertinya ada sesuatu antara Andre dan Marsha. Nanti saya tanya langsung sama mereka,’ batin Marvel yang memandang sinis ke arahnya.

__ADS_1


“Saya gak tau dia kenapa. Dia gak menyinggung soal Rusdi juga di hadapan saya, dan dia sepertinya segan sama Marsha. Saya bingung,” ujar Marvel, Andre menatapnya nanar kembali.


“Saya bingung, kalau dia gak nyinggung soal Rusdi, harusnya dia gak tahu penyamaran kamu. Kamu gak perlu resah gitu, Vel,” ujarnya berusaha untuk menekankan permasalahan ini pada Marvel.


__ADS_2