Kawin Lari Dengan Janda Kembang

Kawin Lari Dengan Janda Kembang
Gejolak Amarah


__ADS_3

“Kenapa begitu, Pah? Saya gak biasa seperti itu,” bantah Marvel, yang memang tidak suka privasinya diketahui oleh adik-adiknya.


“Papa bilang biar, ya biarin!” bentaknya, sontak membuat Marvel mendelik kaget melihat ekspresi Ayahnya itu.


Marvel merasa, sepertinya ada sesuatu yang membuat mereka sampai seperti ini. Namun, ia sama sekali tidak merasa melakukan kesalahan.


Marcel dan Marsha memandang sinis ke arah Marvel, membuat Marvel merasa sangat kaget dengan tatapan mereka itu.


‘Gak biasanya mereka begini,’ batin Marvel, yang benar-benar tidak terbiasa tentang ini.


“Papa sudah dengar hubungan kamu sama staff di kantor kita, yang bernama Melati. Papa gak suka kamu berhubungan sama wanita itu!” bentak Ayahnya, sontak membuat Marvel mendelik mendengarnya.


Ternyata, ini semua ada sangkut-pautnya mengenai Melati.


Saking tidak sadarnya, Marvel sampai tidak tahu kesalahannya itu, ternyata sudah membuat amarah orang tuanya meledak-ledak seperti ini.

__ADS_1


“Papa tau dari mana?” tanya Marvel, yang merasa sangat kesal dengan orang yang memberitahukannya.


Marcel memandangnya dengan tatapan menyeleneh, “Dari gue,” ujarnya, sontak membuat Marvel mendelik kaget mendengarnya.


“Apa?!” pekik Marvel lirih, merasa sangat kesal dengan kelakuan adiknya itu.


Marcel menyeringai ke arahnya, “Kenapa? Gak seneng kalau gue kasih tau hubungan lo sama si janda mandul itu?!” tanyanya sinis, sontak membuat Marvel mendelik mendengarnya.


Marvel memang mengetahui status Melati yang adalah seorang janda, tetapi ia sama sekali tidak mengetahui kalau Melati tidak bisa menghasilkan keturunan.


Bahkan jika memang benar Melati tidak bisa memiliki keturunan, Marvel tetap tidak akan terima mendengar perkataan itu dari Marcel.


Dengan amarah yang sudah memuncak pada titik *******, Marvel bangkit dan langsung menjambak kerah kemeja Marcel. Ia menariknya dengan kasar, sampai Marcel ikut bangkit karena tidak ingin tercekik.


“Eh, jaga bicara lo ya!” bentak Marvel, sontak membuat semua anggota keluarga bangkit melihatnya.

__ADS_1


Marsha yang duduk paling dekat dengan Marcel, berusaha untuk menarik tangan Marvel, demi memisahkan mereka.


“Bang Marvel, sabar Bang!” ujar Marsha, yang tidak bisa melihat mereka bertengkar seperti ini, hanya karena orang lain yang sama sekali tidak ia kenal.


Tak memedulikan ucapan Marsha, Marvel hanya bisa memandang Marcel dengan sinis.


Marcel menyinggingkan senyumannya, “Kenapa? Gak tau ya, kebenaran tentang Melati yang mandul?” tanya Marcel, membuat amarah Marvel kembali bergejolak.


“Lo ngomong gitu sekali lagi, gue patahin lengan lo!” bentak Marvel, Marsha kembali menarik tangan Marvel untuk memisahkan keduanya.


“Udah Bang, ah! Jangan kayak anak kecil gini, sih!” bentak Marsha, yang memang soal seperti ini ia adalah orang yang paling dewasa.


Berbekal ilmu bela dirinya yang ia miliki, Marsha sama sekali tidak takut ketika Marvel dan Marcel hendak baku hantam di hadapannya. Marsha sudah sangat ahli dalam hal ini, sehingga ia sama sekali tidak takut dengan pertikaian ini.


“Biarin aja, Sha. Jangan lo larang! Selama ini gue selalu diam kalau dia ngehajar gue. Sekarang, biar dia tau, kalau gue gak bisa diremehin!” ujar Marcel, yang benar-benar sudah sangat siap untuk melakukan baku hantam bersama dengan Marvel.

__ADS_1


Mendengar hal itu, Marvel mendadak gentar, karena selama ini ia merasa dirinya sangat unggul dalam hal ini. Namun, ia sama sekali tidak tahu bagaimana cara Marcel bertarung di hadapannya.


__ADS_2