Kawin Lari Dengan Janda Kembang

Kawin Lari Dengan Janda Kembang
Solusi Yang Membagongkan


__ADS_3

“Terus maksudnya gimana, Pak? Kenapa Bapak gak bayar aja tagihan rumah sakitnya? Kenapa Bapak gak bayar biaya ganti rugi sayurnya?” tanya Melati polos, membuat Bapak dan Ibu saling melontarkan pandangan bingung.


Bapak memandang ke arahnya, “Bapak sama sekali gak punya duit untuk ganti kerugiannya, Mel. Masalahnya ... tukang sayur yang Bapak tabrak, itu pendarahan di kepalanya, jadi harus dirawat dengan maksimal, dan pasti membutuhkan biaya yang banyak. Belum lagi harus ganti sayur yang udah hancur terlindas tadi,” jawab Bapak menjelaskan, membuat Melati menepuk keningnya dengan cukup kencang.


Saking kagetnya Melati, bahkan Melati tidak mempersilakan mereka duduk. Wajar saja terjadi, karena Melati juga tidak bisa mencerna perkataan mereka dengan cepat, sehingga ia tidak memikirkan hal lain selain kondisi orang tuanya.


“Memangnya berapa biaya pengobatan orang yang Bapak tabrak?” tanya Melati, membuat Bapaknya tidak tega mengatakannya.


“Biaya pengobatannya ... 100 juta rupiah, Mel!” jawab Bapak, sontak membuat Melati mendelik kaget mendengarnya.


“Apa?! 100 juta, Pak?!” pekik Melati.

__ADS_1


Tubuhnya seketika lemas, karena mendengar orang tuanya mengatakan hal itu. Ia merasa tidak mengerti, kenapa permasalahan datang bertubi-tubi dalam hidupnya.


Baru saja permasalahan tentang Marvel yang membohonginya, sekarang tentang orang tuanya yang tidak sengaja menabrak salah satu pekerja Pak Sodik.


Melati tertunduk lemas, saking lemasnya ia sampai tidak bisa merasakan tubuhnya sendiri. Rasa cemasnya menggebu, karena sebagai anak dari mereka, ia merasa tidak mampu untuk membayar semua tanggungan dari kecelakaan ini.


‘Harus dari mana aku bayar tagihan rumah sakit beserta sayur yang udah Bapak lindas? Sementara aku aja udah gak punya pekerjaan lagi,’ batin Melati, yang merasa sangat tegang saat ini.


Melati bingung, dengan apa yang harus ia lakukan. Satu-satunya benda berharga yang ia miliki, adalah cincin emas yang diberikan oleh Martin, dan juga cincin berlian pemberian Marvel.


Cincin emas yang merupakan mahar dari Martin waktu itu, selalu ia jaga, dan cincin berlian yang diberikan Marvel tidak mungkin ia jual untuk hal ini.

__ADS_1


Bisa marah Marvel nanti, dan malah mencap Melati sebagai wanita yang tidak punya adab, dan hanya memikirkan uang saja.


‘Gak ... gak mungkin aku ngerelain cincin yang mas Martin dan Rus ... maksudnya tuan Marvel kasih ke aku. Aku gak akan bisa ngasih benda ini, karena kedua benda ini harus dijaga sebisa mungkin. Aku juga gak mau menggadaikan tanda cinta tuan Marvel ini,’ batin Melati, yang dirinya merasa sangat bingung saat ini.


Kesempatan itu dimanfaatkan Pak Sodik. Melihat ekspresi wajah Melati yang terlihat sangat tegang, Pak Sodik pun menyeringai memiliki maksud tertentu kepada Melati.


“Saya punya solusi untuk masalah kalian,” ucap sang juragan sayur tersebut.


Mata Melati seketika berbinar, ia langsung memandang juragan sayur itu dengan tegas, karena ia merasa sangat memerlukan solusi untuk permasalahannya kali ini.


“Memangnya apa solusinya, Pak?” tanya Melati kepada Pak Sodik, membuat Pak Sodik menyeringai mendengarnya.

__ADS_1


Pak Sodik memandangnya dengan dalam, “Asalkan kamu bersedia menikah dengan saya, saya akan bebaskan seluruh biaya yang Bapak kamu tanggung,” ujarnya, sontak membuat mata Melati mendelik kaget mendengarnya.


“Apa?!” pekik Melati, tak percaya dengan apa yang ia dengar itu.


__ADS_2