Kawin Lari Dengan Janda Kembang

Kawin Lari Dengan Janda Kembang
Ancaman Marvel


__ADS_3

Setelah beberapa saat, mereka pun sampai di gedung tujuan. Melati dan Marvel sudah berhasil memarkirkan kendaraannya, pada tempat parkir khusus kendaraan bermotor.


Kini, mereka sudah berada di lobi. Mereka saling memandang sejenak, untuk mengatakan sesuatu.


“Rus, aku ke ruangan ketua sebentar, ya! Kamu tunggu di sini aja, jangan ke mana-mana,” ucap Melati, membuat Marvel tersenyum mendengarnya.


“Siap, Bos! Mau seberapa lama pun aku tunggu,” ujar Marvel dengan senyuman yang hangat, yang lagi-lagi membuat Melati meleleh jadinya.


‘Duh ... senyumannya hangat banget. Kenapa aku bisa jadi suka sama senyumannya dia, ya?’ batin Melati, yang sudah tercium aroma kebucinannya dengan sosok Rusdi ini.


Tak ingin menunjukkan sikap melelehnya di hadapan Marvel, Melati pun mengubah sikapnya menjadi tegas.


“Ya udah, aku ke sana dulu ya sebentar. Kamu di sini dulu,” ucap Melati lagi, yang terdengar dengan jelas nada saltingnya.


Melati pun pergi dari hadapan Marvel, dengan senyuman Marvel yang terus mengiringi langkahnya. Senyuman itu luntur, saat Melati sudah hilang dari pandangan matanya.

__ADS_1


Matanya menajam, Marvel masih sangat kesal dengan ucapan yang Martin dan Ria ucapkan tadi. Ia tidak bisa menerima, Melati diperlakukan sarkas seperti itu.


‘Saya benar-benar gak terima!’ batin Marvel dengan pandangan mata sinis yang memandang ke arah hadapannya.


Marvel melangkah ke arah resepsionis, untuk menanyakan ruangan Martin. Berbekal informasi yang ia dapatkan dari resepsionis tersebut, Marvel segera melangkah ke arah ruangan Martin, untuk memberikan pelajaran kepada orang yang sudah mencela Melati itu.


Dengan langkah yang sangat gagah, bahkan seragam OB yang ia kenakan pun, terasa tidak berpengaruh dengan auranya yang memang adalah seorang CEO di perusahaan milik ayahnya.


Marvel sudah sampai di ruangan Martin. Ia melangkah masih dengan langkah yang gagah, dan tanpa permisi masuk ke dalam ruangan Martin.


BRAK!


Melihat kedatangan sosok Rusdi yang tak di undang ke ruangannya, Martin pun mendelik kesal dan tidak bisa menahan amarahnya lagi.


“Heh, ngapain lo ke sini? Siapa yang izinin lo masuk, dasar OB gak tau diri!” bentak Martin, dengan mata melotot memandang ke arah Marvel.

__ADS_1


“Wajar aja dia gak tau tata krama, dia ‘kan cuma OB!” cela Ria, tak membuat Marvel memedulikannya.


Marvel hanya peduli dengan harga diri Melati saja. Ia sama sekali tidak peduli, saat mereka mengatakan dengan sarkas tentang dirinya.


Marvel memandang sinis ke arah mereka. Ia membuka kacamatanya, dan membenarkan rambutnya sama seperti saat ia menjadi Marvel. Sontak saja mereka mendelik, saking kagetnya kalau ternyata OB tersebut adalah Marvel yang sedang melakukan penyamaran.


“Tuan Marvel?!” pekik mereka bersamaan, yang sangat terkejut melihat kedatangan Marvel di sini.


Dengan sangat kesal, Marvel menendang sebuah kursi yang berada di hadapannya. Kursi tersebut jatuh tersungkur, karena tendangan Marvel yang sangat kuat.


Mereka sampai ketakutan memandangnya.


“Saya tidak mau banyak bicara sama orang macam kalian. Tidak masalah kalian sarkas mengenai saya, asal jangan ke Melati!” bentaknya, sontak membuat mereka gemetar takut mendengar ucapan Marvel itu.


“Maafkan kami, Tuan Marvel!” ucap mereka bersamaan lagi, yang sudah benar-benar takut dengan sikap Marvel itu.

__ADS_1


Marvel mendelik sinis ke arah mereka, “Pergi jauh-jauh dari kehidupan Melati. Kalau sampai saya tau kalian begitu lagi sama Melati, saya pastikan kalian akan kehilangan jabatan kalian di kantor ini!” ancamnya, yang lalu segera keluar dari ruangan itu.


***


__ADS_2