Kawin Lari Dengan Janda Kembang

Kawin Lari Dengan Janda Kembang
Tersedak


__ADS_3

“Selera lo terlalu tinggi! Melati sampai trauma, gak mau makan di resto bintang lima lagi!” sindir Marvel, membuat Marcel memandangnya dengan sinis.


“Sok tau!” bentaknya Marcel, Marvel hanya diam tak menghiraukannya.


Marvel kembali memperhatikan Melati, yang ternyata sudah masuk ke dalam rumah makan tersebut.


“Yah ... Melati udah masuk!” gumam Marvel, yang lalu segera meninggalkan Marcel di sana seorang diri.


Marcel mendelik, ketika melihat Marvel yang sudah lebih dulu masuk ke dalam rumah makan sederhana itu. “Bang Marvel!!” pekiknya, yang merasa sangat kesal karena sudah keduluan oleh Marvel.


“Ih, dia udah masuk duluan aja!” gerutu Marcel, yang bingung ingin masuk atau tidak ke dalam rumah makan tersebut.


Sementara itu, Melati di sana sedang memesan makanan yang ia inginkan. Pada etalase kaca di hadapannya, ia memandang berbagai macam olahan yang terlihat sangat lezat. Selera makannya langsung tergugah, karena melihat berbagai macam olahan yang sudah membuatnya tergoda.


“Wah ... makanannya enak-enak banget kayaknya,” gumam Melati yang langsung memandang ke arah Ibu penjual makanan tersebut, “mau makan di sini, Bu! Nasinya setengah aja,” pintanya.

__ADS_1


“Oke, pakai lauk apa?” tanya sang Ibu penjual makanan tersebut.


Melati menunjuk-nunjuk makanan yang ada di dalam etalase tersebut, “Ini, ini dan ini!” ucap Melati.


Sang penjual makanan tersebut, mengambilkan makanan yang Melati tunjuk melalui etalase kaca tembus pandang itu. Melati pun duduk di kursi kayu yang panjang, dan menerima makanan yang sudah selesai siapkan.


“Makasih, Bu!” ucap Melati, sembari menerima piring yang berisi nasi dan lauk-pauk yang ia inginkan.


Melati memandang ke arah makanan yang ia letakkan di hadapannya, “Selamat makan,” gumamnya yang langsung menyantap makanan yang ia pesan.


Orang Indonesia, kalau belum makan nasi tandanya belum benar-benar makan.


“Duh ... kerangnya enak,” gumam Melati, sembari tetap menyantap makanan tersebut.


“Enak banget, ya?” tanya Marvel, yang tiba-tiba saja berada di sebelah Melati.

__ADS_1


Melati mendelik, saking terkejutnya ia melihat wajah Marvel yang terlalu dekat berada di sebelahnya.


UHUK!


Melati tersedak, saking terkejutnya ia melihat Marvel yang tiba-tiba berada sangat dekat di sebelahnya. Tenggorokannya tersedak, ia berusaha untuk mencari gelasnya yang belum selesai disajikan oleh pemilik rumah makan ini.


“Mel, kenapa?!” tanya Marvel yang terkejut melihat Melati yang tersedak seperti itu di hadapannya.


Tangan Melati meraba-raba, mencari gelas di hadapannya yang ia ketahui memang tidak ada. Ia memegangi tenggorokannya karena sudah merasa begitu sakit. Marvel menyadari hal itu, dan melihat sang penjual yang baru saja memberikan segelas minuman ke arah Melati.


Dengan cepat, Marvel pun menyambar gelas yang disodorkan sang penjual tersebut, lalu memberikannya pada Melati. “Nih minum dulu!” suruhnya.


Melati menerimanya dan langsung menenggak sampai tenggorokannya benar-benar merasa lega. Marvel tanpa melepaskan tangannya, berusaha membantu Melati untuk bisa menghilangkan dahaganya.


“Ah!!”

__ADS_1


Setelah beberapa saat, tenggorokannya kini terasa lebih baik dari sebelumnya. Melati merasa lega, karena sudah tidak merasakan sakit lagi pada tenggorokannya. Matanya seketika mendelik, ketika melihat wajah Marvel dan tangannya yang sangat dekat dengan jarak Melati berada.


__ADS_2