
‘Jadi Marcel yang udah kasih tau ke mama papa, soal Melati?’ batin Marvel yang merasa sangat kesal dengan keadaan ini.
Marvel memandang ke arah Melati dengan dalam, “Maaf, Mel. Saya hanya tahu dari percakapan kami sekeluarga. Saya juga gak dikasih tahu dari siapa mereka tahu ini semua. Saat saya bertanya, mereka tidak beri tahu. Saya juga sebenarnya ingin menanyakan hal ini pada kamu, tapi saya ragu. Tapi kalau karena hal ini kamu jadi menjauhi saya, saya gak bisa terima, Mel. Saya beneran gak masalah, kalau kamu gak bisa hamil,” ujarnya menjelaskan, membuat Melati mengetahui duduk permasalahannya.
Melati memandangnya dengan sinis, “Maaf, Tuan. Semua yang Tuan ketahui, dan mereka ketahui, itu tidak benar. Saya memang sengaja mengatakan hal itu pada mas Martin, karena saya menghargai perasaan mas Martin saat itu. Tapi saya gak sangka, kejadian itu malah menjadi boomerang buat saya,” ujarnya.
Mereka sejenak terdiam. Marvel merasa ada yang aneh dari penjelasan yang dijelaskan Melati tadi.
“Wait, gimana maksudnya? Kamu menghargai Martin?” tanya Marvel, yang benar tidak mengerti dengan apa yang dijelaskan itu.
__ADS_1
“Iya, Tuan. Saya menghargai suami saya saat itu. Saya menghargai Martin. Karena dia sama sekali gak bisa menafkahi saya. Saya gak masalah soal itu. Saat kami cek ke rumah sakit, tentang kami yang sudah lama menikah tetapi tidak memiliki keturunan, setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata mas Martin yang gak bisa menghasilkan benih yang baik,” ujar Melati menjelaskan, membuat Marvel semakin berpikir keras tentang apa yang Melati jelaskan.
Melihat ekspresi Marvel yang seperti itu, Melati merasa aneh, karena Marvel yang tidak bisa mencerna perkataan dirinya.
Melati tergagap, sebisa mungkin ia harus menjelaskan tentang alasannya mengatakan hal seperti itu.
“Ah, pokoknya kesalahan ada di mas Martin, alasan kami tidak memiliki anak. Saya menutupi semua itu, karena saya gak mau Martin sampai merasa dirinya gak berguna. Jadi, kita berusaha bikin dia bangkit dari keterpurukan. Bapak nyariin dia kerjaan, makan ditanggung, semua ongkos Martin ditanggung. Tapi gimana? Mungkin dia gak mau terima sama keadaan saya, yang saat itu memang gak secantik wanita, yang sekarang menjadi kekasihnya,” ujar Melati lagi, menjelaskan duduk permasalahannya kepada Marvel.
‘Ternyata, semua itu hanyalah kebohongan Melati, agar Martin bisa lebih semangat lagi. Bodohnya Martin, udah menyiakan wanita seperti Melati, yang sudah rela melakukan apa pun demi dirinya yang sama sekali gak berguna!’ batin Marvel, yang malah mengutuk keras Martin dalam hatinya.
__ADS_1
Melati sudah menjelaskan semuanya pada Marvel. Sekarang, saatnya ia menjauh dari Marvel, karena ia yang sebentar lagi akan melaksanakan pernikahannya dengan Pak Sodik.
‘Aku harus tegas!’ batin Melati, sembari memandang tegas ke arah Marvel.
Melati berdeham, “Saya juga mau bilang, supaya Tuan Marvel tidak menemui saya lagi, mulai saat ini!” ujarnya, sontak membuat Marvel kembali mendelik mendengarnya.
“Hah? Tapi ... tapi kenapa, Mel?” tanyanya yang tak menyangka dengan apa yang Melati katakan.
Melati hanya tersenyum, kemudian melepaskan cincin berlian yang Marvel berikan padanya. Ia menarik tangan Marvel, lalu meletakkan cincin tersebut ke atas telapak tangan Marvel.
__ADS_1
“Ini, saya kembalikan. Saya tidak pantas pakai cincin berlian semahal ini. Tolong diterima, atau saya akan buang cincin ini,” ujar Melati dengan terselip nada mengancam di dalamnya.
Melati yang sudah tidak memiliki keperluan lagi, segera masuk ke dalam rumahnya. Namun, langkahnya terhenti, karena tangannya yang tertahan dengan tangan Marvel.