Kawin Lari Dengan Janda Kembang

Kawin Lari Dengan Janda Kembang
Saat Menegangkan


__ADS_3

Melati sudah selesai dirias kembali, dengan look makeup yang berbeda dari yang barusan mereka hapus.


Kini, Melati menjadi lebih muda 5 tahun dari usianya yang sebenarnya.


Pak Sodik tidak tanggung untuk membiayai semuanya, sampai ia pun berani mendatangi MUA yang sangat professional untuk acara pernikahannya ini.


Perias itu memandang lekat ke arah Melati, “Sudah selesai. Kita bisa mulai acaranya,” ujarnya, membuat Melati menghela napasnya dalam-dalam.


Melati berusaha untuk melupakan semua tentang Marvel, karena sebentar lagi ia akan menjadi istri dari Sodik.


Melati memejamkan matanya, berusaha menghilangkan perasaannya terhadap Marvel.


‘Hilangkan perasaan terhadap Marvel. Sudah cukup, jangan lagi-lagi. Dia bukan jodoh buat aku,’ batin Melati, yang menanamkan mindset seperti itu dalam benaknya, walaupun Melati sama sekali tidak menginginkan hal itu.


Melati keluar dari kamarnya, menuju altar dengan gaun mewah serba putihnya itu. Ia menggandeng tangan Bapaknya, dengan memegang buket bunga pada tangan sebelahnya.


Sodik melihat Melati yang sedang berjalan menghampirinya, sembari membawa buket bunga pada tangan kanannya.


Sungguh pemandangan yang sejak lama ingin Sodik lihat.

__ADS_1


Melati menghela napasnya, berusaha untuk menahan tangisnya yang sebentar lagi akan menetes itu.


Kini, mereka berada di atas altar yang sama. Para tamu memadati pelataran rumah Melati, karena ingin menyaksikan upacara pernikahan Melati dan Sodik.


Segenap rentetan acara sudah mereka lakukan. Kini, waktunya mereka mengucapkan janji sehidup semati bersama.


Sampai di titik ini, Melati masi tidak bisa menerimanya. Hatinya masih menolak, karena yang ia inginkan hanyalah cinta dari Marvel saja.


Semua orang tegang, termasuk juga Melati. Saatnya mereka mengucapkan sumpah mereka bersama.


“Mempelai lelaki, apakah anda bersedia menikah dengan mempelai wanita, membahagiakannya, sampai tutup usia?” tanyanya.


“Mempelai wanita, apakah anda bersedia menerima segala kekurangan mempelai wanita, membahagiakannya, sampai tutup usia?”


Melati terdiam sejenak. Ia tidak bisa berkata-kata lagi saat ini. Air matanya tak kuasa ia tahan, saking tidak terimanya dirinya dengan hal ini.


“Saya keberatan!” pekik seseorang dengan lantang.


Mereka semua memandang ke arah sumber suara, membuat Melati mendelik kaget dengan kehadiran Marvel dan juga Andre di hadapan mereka.

__ADS_1


Semua mata mendelik, saking bingungnya mendengar seseorang yang mengatakan telah keberatan dengan sumpah mereka.


Sodik mendelik ke arah Marvel dengan tatapan yang kasar, “Siapa kamu?! Beraninya mengacau di pernikahan kami!” pekiknya lantang, yang sama sekali tak sesuai dengan usianya.


Marvel memandangnya tak kalah tegas, “Saya kekasihnya Melati! Saya gak bisa membiarkan kalian menikah! Kalian menikah pasti karena terpaksa, dan saya gak akan biarin itu terjadi!” teriak Marvel dengan lantang, membuat semua orang terkejut mendengarnya.


Sodik menoleh ke arah Melati, “Apa maksudnya itu?!” tanyanya yang merasa kesal mendengar ucapan Marvel tadi.


Melati bergeming, ia sama sekali tak bisa berkata apa pun lagi.


Sodik memandang sinis ke arah Marvel, “Gak akan saya biarkan kamu mengacau! Ini pernikahan saya dengan Melati, jangan coba-coba kamu mengacaukannya!” ujarnya.


Marvel menyunggingkan senyumannya, dan melihat ke arah pendeta, “Bagaimana? Apa menikah karena dipaksa itu dibolehkan?” tanyanya.


“Tidak.”


“Ya sudah, kalau begitu, pernikahan ini tidak sah! Melati juga tidak menginginkannya!” ujar Marvel, benar-benar membuat emosi Sodik naik.


“Mereka sudah memiliki hutang lebih dari seratus juta! Mereka tidak bisa membayar, dan saya menawarkan diri untuk memberikan mahar sebanyak uang yang mereka pinjam! Itu sudah perjanjian di antara kami!” ujar Sodik, membuat Marvel mendelik mendengarnya.

__ADS_1


__ADS_2