
Marvel memandang nanar ke arah Melati, “Mel, kamu ... sudah tahu ... kalau ini adalah saya?” tanyanya memastikan, membuat Melati memandangnya dengan pandangan yang datar.
“Ya, saya udah tau kalau Rusdi itu sebenarnya adalah Tuan Marvel. Sekarang, jangan berpura-pura jadi sosok Rusdi lagi, karena saya sudah muak dibohongi!” bentaknya, berusaha untuk menguatkan diri dan hatinya untuk mengatakan hal ini.
Marvel memandangnya dengan tatapan yang nanar, “Mel ... kamu tahu dari mana, kalau ini adalah saya?” tanya Marvel, yang nada bicaranya juga sudah kembali seperti Marvel.
“Tuan Marvel gak perlu tahu, saya tahu dari mana. Yang jelas, saya gak suka kalau Tuan Marvel berpura-pura dan bohong, demi mendekati saya,” ujar Melati, yang nada bicaranya sudah gemetar.
Melati tidak bisa menahan emosinya. Namun, ia masih sanggup untuk menahan tangisannya.
__ADS_1
Melihat Melati yang bersikap seperti itu di hadapannya, Marvel hanya bisa menghela napasnya, karena itu memanglah kesalahannya.
Benar saja, hal yang ia takutkan akhirnya terjadi. Melati mengetahui tentang penyamaran dirinya, dari orang lain, sebelum dirinya memberitahukannya pada Melati.
“Mel, saya gak bermaksud untuk membohongi kamu. Saya beneran gak tau, dari mana kamu dapat informasi seperti itu. Saya sudah dari jauh-jauh hari, ingin memberitahu kamu langsung, mengenai permasalahan ini. Tapi saya gak ada kesempatan untuk bertemu kamu,” ujar Marvel, mencoba untuk membuat suasana hati Melati menjadi tenang.
Matanya mendelik ke arah Marvel, “Gak ada kesempatan, atau gak ada waktu?” tanya sinis Melati. Melati terdiam sejenak, lalu memandang Marvel dengan sinis, “Oh ... kalau ketemu sama cewek lain, ada kesempatan dan waktu, ya? Kenapa buat nemuin saya aja gak ada waktu?” bidiknya sinis, membuat Marvel mendelik bingung mendengarnya.
“Gak usah pura-pura lupa, Tuan Marvel yang terhormat. Kemarin malam saya lihat Tuan, sedang makan malam bersama dengan wanita lain, di tempat biasa saya dan Rusdi makan. Beberapa hari gak pernah berkabar, ternyata saya ngelihat Tuan malah jalan sama wanita lain!” ujarnya sinis, Marvel sontak mendelik mendengarnya.
__ADS_1
Tangannya menepuk kening dengan cukup kencang, “Melati ... itu adik bungsu saya!” ujar Marvel, masih berusaha keras untuk menjelaskan padanya.
Mendengar penjelasan Marvel, tentu saja Melati tidak mempercayainya. Ia sudah terlanjur sakit hati, dengan apa yang sudah ia lihat malam itu.
Mata Melati memandangnya dengan sinis, “Saya gak peduli, Tuan Marvel. Mau itu adik bungsu Tuan, atau siapa pun, saya gak peduli. Yang jelas, Tuan udah makan malam sama cewek lain, setelah hilang kontak sama saya,” ujar Melati, yang tidak mau tau tentang hal itu.
Marvel benar-benar sangat menyesali keadaannya. Kalau saja ia tidak melakukan hal ini, ia tidak akan membuat kekacauan sampai seperti ini.
Matanya memandang dengan sungguh-sungguh, “Mel, maafin saya, ya? Saya gak bermaksud untuk membohongi kamu. Walaupun saya menyamar jadi Rusdi, tapi cinta saya beneran, gak bohongan! Saya hanya gak punya kesempatan untuk kasih tau kamu tentang kebenarannya,” ujar Marvel.
__ADS_1
Melati benar-benar sudah tidak mau tahu. Hatinya dipaksa keras, karena ia tidak mau bersikap lembut di hadapan orang yang sudah membohonginya.
Melati menatapnya dengan tajam, “Harusnya gak harus menunggu saya tahu dari orang lain!” bentak Melati, yang benar-benar sudah tidak bisa mentolelir lagi, kesalahan dari Marvel.