Kawin Lari Dengan Janda Kembang

Kawin Lari Dengan Janda Kembang
Sudah Mengetahui


__ADS_3

Marvel kembali memandang ke arah Melati dengan tatapan yang sangat dalam, “Melati ...,” panggilnya.


Karena merasa kesal, Melati pun segera melepaskan kedua tangannya dari wajahnya, kemudian matanya terpana ketika melihat sosok Rusdi yang memang benar-benar ada di hadapannya.


“Rusdi?” gumam Melati, yang menatap ke arah Rusdi dengan nanar.


Rusdi memandangnya dengan sangat dalam, sampai-sampai membuat Melati sinis memandang ke arahnya.


“Ngapain kamu di sini?” tanya Melati yang sedikit sinis, membuat Rusdi benar-benar bingung, mendengar nada bicara Melati yang benar-benar berbeda dari biasanya.


“Kamu gak suka aku ada di sini?” tanya Rusdi dengan sendu, Melati tak menjawab, hanya bisa memandangnya dengan tatapan yang masih sinis seperti biasanya.


Melihat ekspresi Melati yang seperti itu, Marvel menjadi sangat sedih. Masalahnya, ia tidak tahu apa masalah yang terjadi di antara Melati dan sosok Rusdi ini.

__ADS_1


Yang Marvel tahu, hanyalah permasalahan antara dirinya dan juga Melati, yang tidak sengaja bertemu di penjual pecel lele malam kemarin.


“Apa aku ada salah sama kamu, Mel? Kenapa setiap aku hubungi kamu, kamu gak pernah respon? Chat gak dibalas, telepon gak diangkat,” ujar Marvel, Melati sangat sendu mendengarnya.


Namun, karena permasalahan yang Melati pikirkan selama ini, membuatnya merasa sangat benci dengan keadaan ini. Melati tidak bisa memaafkan sosok Marvel, yang sudah membohonginya itu.


Lagi-lagi, Melati tidak menjawab pertanyaan dari Marvel, membuat dirinya menjadi gusar.


Marvel mengubah posisinya menjadi duduk, di bangku sebelah Melati. Melati mengalihkan pandangannya, sembari mengganti posisinya membelakangi Marvel.


Namun, melihat cincin yang ia berikan yang ternyata masih terpasang di jari manis Melati, Marvel menjadi agak tenang, walaupun hatinya sangat sedih karena sikap Melati yang acuh padanya.


“Mel ... ngomong dong sama aku. Aku ada salah apa sama kamu?” tanya Marvel.

__ADS_1


“Gak ada,” jawab Melati dengan ketus, tak memandang ke arah Marvel.


Merasa tidak dihargai, Marvel pun mengganti posisinya menjadi duduk di hadapan Melati. Melati terkejut, lalu segera mengganti posisi lagi menjadi membelakangi Marvel.


Napasnya ia hela dengan berat, melihat kelakuan Melati yang sangat kekanakkan menurutnya.


“Jangan begitu dong, Mel. Paling enggak, jangan diam aja. Kasih tau salah aku di mana? Perasaan, kita baik-baik aja kemarin. Kenapa kamu malah diemin aku sekarang? Kenapa kamu juga keluar dari kantor, gak bilang-bilang sebelumnya? Apa ada yang jahatin dan bully kamu, jadi kamu gak betah kerja di kantor lama-lama?” tanya Marvel, yang terus menghujani Melati dengan banyak sekali pertanyaan.


Melati sontak menoleh, dan memandang ke arah Marvel sinis.


“Udah deh, jangan bohong lagi. Saya tau kok, kalau anda itu Tuan Marvel. Jangan berakting sebagai Rusdi lagi, saya gak suka dengan kebohongan!” ujar Melati, sontak membuat Marvel mendelik kaget mendengarnya.


Marvel merasa tidak percaya, karena saat ini Melati sudah tahu bahwa dirinya adalah Marvel. Ia sampai tidak percaya, terdiam sejenak untuk mengembalikan kesadarannya.

__ADS_1


Melati menatap sinis ke arah Marvel, “Gak usah pura-pura lagi ya, Tuan Marvel. Saya gak suka ada orang yang berbohong sama saya. Apalagi, menyangkut soal hati. Saya paling amat sangat tidak suka!” ujar Melati, yang semakin membuat Marvel merasa tidak bisa berkata-kata.


__ADS_2