Kawin Lari Dengan Janda Kembang

Kawin Lari Dengan Janda Kembang
Memberikan Surat Resign


__ADS_3

Melati sudah mengetik surat resign yang akan ia berikan kepada Marvel nanti. Ia memegang erat amplop putih tersebut, sembari berusaha untuk memantapkan dirinya, agar bisa mengambil langkah ini.


Pada satu kesempatan, Melati berpapasan dengan Andre di lobi lantai dasar kantor milik Marvel itu. Pandangannya kaku, ditambah lagi Andre yang memang terkenal sangat kaku di antara para staf lainnya.


Namun, tentu saja itu hanya pemikiran mereka saja mengenai Andre. Pada dasarnya, sebenarnya Andre adalah orang yang sangat lucu, friendly dan juga sangat lawak. Orang sepertinya cocok untuk membuat saraf kepala melunak, karena seharian berkutat dengan benda-benda digital dan terpapar radiasi.


Tepat saat Melati melangkah ke luar lift, dari meja resepsionis sudah ada Andre yang sedang berbincang dengan sosok Rusdi. Mereka juga melihat ke arah Melati, dan pandangan mereka sama-sama bertemu, satu sama lain.


Melihat mereka yang asyik berbincang bersama seperti itu, hal itu semakin membuat Melati yakin, kalau sosok Rusdi yang ia cintai itu, adalah seorang Marvel.


‘Aku semakin yakin, kalau dia itu beneran Marvel,’ batin Melati, yang merasa sangat yakin dengan pemikiran dan dugannya, mengenai seseorang di balik sosok culun tersebut.

__ADS_1


Melihat kedatangan Melati, Marvel dan Andre pun mendekat ke arahnya.


“Kamu udah selesai? Habis ngerjain apa?” tanya Marvel tiba-tiba, yang sudah menunggu Melati lama di lobi ini.


Melati tersenyum tipis, tak menjawab ucapan Marvel. Ia memandang ke arah Andre, dan langsung menyodorkan amplop putih tersebut ke arah Andre.


“Tuan Andre, saya minta tolong untuk memberikan ini kepada Tuan Marvel. Mulai hari ini, saya sudah tidak bekerja lagi sebagai staf di perusahaan ini. Terima kasih atas kebaikan beliau selama ini,” ucap Melati tiba-tiba, sontak membuat Andre dan Marvel mendelik kaget mendengarnya.


Melati hanya bisa mengangguk kecil, “Karena gak tahu kapan Tuan Marvel kembali dari perjalanan dinasnya, saya minta tolong saja untuk memberikan ini kepadanya,” ucapnya, sembari menyodorkan kembali amplop putih berisi surat pengunduran diri tersebut.


Melati berpura-pura tidak tahu tentang Marvel, yang menyamar menjadi Rusdi. Ia hanya berfokus kepada surat pengunduran diri saja, tanpa mau memandang ke arah Rusdi.

__ADS_1


Andre mengambil surat itu dari tangan Melati, membuat Melati tersenyum karenanya. Berbeda dengan Melati, Marvel tidak bisa tersenyum, karena ia tidak rela dengan keluarnya Melati dari sana.


‘Melati kenapa resign?’ batin Marvel, yang merasa tidak sanggup lagi menerima kenyataan.


Hanya karena Melati, ia bisa berdiri tegar menjadi sosok Rusdi. Kalau Melati saja bahkan pergi dari sini, sudah tidak ada lagi yang bisa membuatnya tegar.


Andre memandangnya dengan tatapan tidak percaya, “Apa boleh saya tau, kenapa kamu mengundurkan diri dari perusahaan ini?” tanyanya, Melati hanya bisa tersenyum, sembari memikirkan cara untuk menjawab pertanyaan dari Andre.


“Emm ... saya ingin fokus di rumah saja, Tuan. Saya sudah gak mau bekerja lagi, karena saya sudah terlalu lelah. Ingin beristirahat,” jawab Melati, membuat Marvel tak bisa menerima alasannya itu.


Ingin sekali Marvel mengatakan jangan, tetapi ia tidak bisa. Ia tidak bisa memerintah seenaknya, jika ia masih menyamar menjadi sosok Rusdi saat ini.

__ADS_1


Melihat sikap dan ekspresi Marvel, Andre pun sangat paham kalau dirinya tidak menginginkan hal itu terjadi.


__ADS_2