Kawin Lari Dengan Janda Kembang

Kawin Lari Dengan Janda Kembang
Keresahan


__ADS_3

Melihat tatapan Melati, Marvel merasa bingung, entah harus mengatakan apa. Marvel sangat tahu, pasti ada keresahan di hati Melati, sehingga ia berekspresi seperti itu.


“Ada apa, Mel?” tanya Marvel.


“Kamu ngelamar aku, Rus?” tanya Melati balik, Marvel mengangguk kecil mendengarnya.


“Iya, Mel. Kamu bersedia jadi istri aku, gak?” tanyanya, yang tanpa basa-basi melamar Melati, seperti tidak ingin tahu sifat dan latar belakang Melati.


“Kita belum kenal dengan benar, Rus. Aku takut ... kamu kecewa dengan aku, yang tidak seperti yang kamu pikirkan,” ucap Melati, secara tidak langsung menolak Marvel.


Trauma ditolak cintanya oleh Melati, Marvel bertekad harus bisa membuat Melati menerimanya dengan sepenuh hatinya.


“Apa yang kamu beratkan, Mel? Nanti lama-lama kita akan saling tau pribadi masing-masing, kok,” ucap Rusdi, yang berusaha memberikan kenyamanan pada Melati.


Melati menghela napasnya dengan panjang. Ia merasa dirinya tidak pantas untuk Rusdi, karena ia masih berpikir kalau seorang janda sepertinya tidak layak untuk menikah dengan siapa pun lagi.


Melati memandangnya dengan dalam, “Aku gak pantas buat kamu, Rus,” ucap Melati, sontak membuat Marvel bersedih mendengarnya.

__ADS_1


Makanan yang ada di hadapan mereka, seperti sudah tidak ada seleranya lagi Marvel untuk menyantapnya. Karena merasa tertolak dengan Melati, Marvel hanya bisa menunduk sendu mendengarnya.


Sakit memang sakit, ditolak dua kali oleh wanita yang sama.


Namun, Marvel masih tetap berusaha, agar hubungan mereka bisa bersatu.


Marvel memandang ke arah Melati dengan dalam, “Apa maksud kamu bilang seperti itu, Mel? Kamu nolak aku, kah? Apa alasannya?” tanyanya, membuat Melati merasa sedih mendengarnya.


“Aku ... cuma gak mau kamu nyesel, kalau aku tidak seperti yang kamu bayangkan,” ucap Melati.


Karena sudah gagal satu kali, Marvel tidak ingin gagal di kesempatan yang kedua.


‘Saya harus mendapatkan Melati,’ batin Marvel, berusaha keras untuk membuat Melati nyaman dengannya.


Awalnya Melati sangat ragu, tetapi ia mencoba untuk mengutarakan apa yang menjadi keresahan hatinya.


Melati menghela napasnya dengan dalam, karena ia merasa sangat berat untuk mengatakan ini kepada Marvel.

__ADS_1


“Sebenarnya ... aku gak mau ngomong ini sama kamu. Aku takut ... kamu gak bisa nerima semua itu,” ucap Melati, membuat Marvel memandangnya dengan dalam.


“Omongin aja semuanya, Mel. Aku perlu tau, karena jika nanti kita berjodoh, aku bisa nerima kamu apa adanya.”


Mendengar ucapan Marvel, Melati merasa sudah semakin yakin, untuk memberi tahu Marvel tentang statusnya yang sudah bukan gadis lagi.


“Aku ... aku bukan gadis lagi. Aku sudah pernah menikah,” ujar Melati, tak memberikan ekspresi apa pun pada Marvel.


Marvel sudah mengetahuinya sejak lama, sehingga ia tidak merasa kaget sedikit pun. Namun, demi terciptanya kelancaran penyamarannya, Marvel hanya berpura-pura tidak mengetahuinya.


“Oh ... jadi karena itu kamu ragu? Memangnya kenapa kalau kamu sudah pernah menikah? Aku gak peduli apa pun. Yang aku peduliin cuma kamu yang udah buat aku nyaman,” ucap Marvel, membuat Melati merasa benar-benar sangat bahagia mendengarnya.


Melati tak percaya, kalau sosok Rusdi ini sangatlah membuatnya menjadi open minded. Ia merasa sangat senang dan bahagia, karena masih ada seseorang yang menerima dirinya, yang statusnya adalah janda.


Melati tersenyum ke arahnya, “Ya, aku mau.”


***

__ADS_1


__ADS_2