Kawin Lari Dengan Janda Kembang

Kawin Lari Dengan Janda Kembang
Janda Mandul


__ADS_3

Mendengar hal yang Marcel katakan, mereka pun terkejut dan mendelik karena tidak percaya dengan omong kosong apa yang Marcel katakan.


Martin dan Ria sama sekali tidak percaya, dengan apa yang Marcel katakan itu.


“Apa? Saya sama sekali gak percaya, kalau Tuan Marcel pacaran sama wanita ini!” ujarnya membantah ucapan Marcel.


“Ya! Saya gak percaya! Masa Tuan Marcel mau sama wanita yang dekil!” cela Ria, yang menyahuti perkataan Martin tadi.


Mendengar perkataan Martin dan Ria, Marcel pun tidak ambil pusing mendengarnya.


“Saya gak peduli kalian mau bicara apa, yang jelas ... saya sama Melati itu ada hubungan spesial. Siapa pun gak bole mencela kekasih saya!” ujarnya dengan sinis, sontak membuat Martin dan Ria kembali mendelik saking tidak percayanya mereka.


Melati hanya bisa memperhatikan mereka, dengan perasaan yang sangat khawatir.


‘Gimana ini? Kenapa malah jadi begini,’ batin Melati kebingungan.

__ADS_1


Marcel merengkuh kembali pinggul Melati, “Ayo kita pergi!” ajaknya, lalu membalikkan tubuhnya bersama dengan Melati untuk meninggalkan mereka.


Karena masih tidak percaya dengan perkataan Marcel, Martin pun mendelik ke arah mereka untuk mengatakan sesuatu.


“Saya tetep gak percaya kalau kalian ada hubungan spesial!” teriak Martin, membuat mereka menghentikan langkahnya. “Kenapa Tuan mau pacaran sama seorang janda, yang sama sekali gak bisa punya anak? Dia itu mandul!!” tambahnya, sontak membuat Melati dan Marcel kaget mendengarnya.


Marcel yang kaget, sampai tidak berkedip ketika mendengar ucapan Martin itu. Ia tidak menyangka, status Melati adalah seorang janda yang sama sekali tidak bisa memiliki keturunan.


‘Apa? Melati janda mandul?’ batin Marcel, yang setengah tidak percaya dengan yang ia dengar itu.


Karena sudah terlalu malu, akhirnya Melati berlari dan pergi meninggalkan mereka tanpa kata. Marcel hanya bisa melihatnya saja, tanpa bisa mengejarnya, karena ia masih belum percaya status Melati yang adalah seorang janda yang tidak bisa memiliki keturunan.


‘Masa, sih?’ batin Marcel, yang bertambah yakin setelah melihat Melati yang lari dari hadapannya.


Melati pergi meninggalkan mereka dengan keadaan sedih. Rasanya, ia tidak ingin lagi bertemu dengan Marcel, karena sudah terlalu malu dengan hal yang Martin katakan itu.

__ADS_1


‘Aku malu sama Tuan Marcel. Masalahnya dia waktu itu juga masih mikir kalau aku adalah gadis,’ batin Melati yang merasa sangat tertekan karenanya.


***


Marvel masih saja mondar-mandir di ruangannya. Ia merasa perasaannya sangat sakit, ketika mendengar Melati yang secara tidak langsung menolaknya kala itu.


Seumur hidupnya, baru kali ini ia ditolak oleh seorang wanita, dan wanita itu adalah Melati.


Andre memandang bingung ke arah Marvel yang hanya mondar-mandir saja di hadapannya. Biasanya, jika ia melakukan hal ini, sedang banyak yang ia pikirkan.


“Ada apa, sih? Apa ada yang dipikirin?” tanya Andre, berusaha untuk membuat temannya tenang.


Marvel menghela napasnya dan memandang ke arah Andre, “Gimana ini, Ndre? Baru kali ini saya ditolak sama cewek! Biasanya, saya yang nolak cewek terus,” ujarnya kebingungan, membuat Andre mengerutkan dahinya.


“Ditolak cewek? Maksudnya ditolak Melati?” tanya Andre yang tak mengerti kejadiannya.

__ADS_1


__ADS_2