
Marvel mengangguk kecil mendengarnya, “Ya, saya secara gak langsung ditolak sama Melati. Walaupun Melati gak langsung bilang kalau dia gak suka sama saya, tapi setidaknya ucapannya bikin hati saya down,” ujarnya menjelaskan.
Di luar ruangan Marvel, sudah ada Marcel yang hendak memata-matai Marvel. Karena dirinya yang sangat penasaran dengan kebenaran status Melati itu, ia sampai ingin mendengar perbincangan Marvel dengan Andre.
‘Pas banget, mereka lagi bicarain Melati,’ batin Marcel yang merasa sangat beruntung bisa mendengarkannya.
Marcel mengeluarkan handphone-nya, untuk merekam semua pembicaraan mereka mengenai Melati. Siapa tau ia bisa dapat informasi mengenai keberanan status Melati.
Marvel menghela napasnya dengan panjang, “Saya bingung, harus gimana buat ngedeketin Melati, biar dia suka sama saya,” ujarnya, yang ternyata masih penasaran dengan sosok Melati yang sudah lama ingin ia dekati itu.
“Memangnya Melati nolak kamu karena kamu gimana? Kamu ‘kan ... harta, tahta, tampang, semua kamu punya,” tanya Andre penasaran dengan hal tersebut.
Marvel menghela napasnya, “Justru itu, Ndre! Dia gak suka orang yang memiliki semua itu. Dia pengennya tuh deket sama orang-orang yang sederhana aja, sama kayak dia,” ujarnya, membuat Andre paham mengenai hal itu.
“Wah ... ternyata begitu. Hebat juga ya Melati, di era gempuran wanita yang berlomba untuk mencari lelaki tajir, dia malah cari lelaki yang biasa aja.”
__ADS_1
Marvel mengangkat kedua bahunya, “Entahlah, mungkin dia ada trauma dengan orang yang punya pangkat dan harta. Apalagi, waktu itu dia diajak makan malam sama Marcel ke resto bintang lima, sampe dia trauma karena gak ngerti dan ribet,” ucapnya menjelaskan, sontak membuat Andre kaget mendengarnya.
“Melati diajak makan malam sama Marcel? Kenapa Melati sekarang jadi deket sama Marcel, sih?” tanya Andre, kebingungan dengan keadaannya.
“Saya juga gak ngerti awal mereka kenal gimana.”
Mereka saling diam, mencari topik pembicaraan lainnya, yang bisa mereka bahas untuk memecahkan permasalahan ini.
Marvel memandangnya dengan resah, “Gimana, Ndre? Saya masih gak bisa lepas dari Melati. Saya masih penasaran dan pengen dapetin cinta Melati. Di samping itu, kayaknya Melati bukan cewek yang neko-neko, beda sama cewek lain di luar sana,” ujarnya meminta saran kepada sahabat karibnya.
Beberapa saat berlalu, Andre teringat dengan sebuah cara untuk membuat Melati jatuh hati pada Marvel.
“Melati ‘kan gak mau dekat sama orang yang banyak harta dan bertahta, gimana ... kalau kamu nyamar jadi orang lain yang sederhana, buat bisa deketin Melati?” ujarnya memberikan masukan kepada Marvel.
Sejenak Marvel pun terdiam, berusaha mencerna apa yang Andre katakan padanya itu.
__ADS_1
“Jadi seseorang yang sederhana? Apa namanya bukan sebuah pembohongan?” tanya Marvel, Andre merasa pertanyaan Marvel ada benarnya juga.
“Ya ... bener juga sih. Apa salahnya sih dicoba dulu? Siapa tau aja dia beneran suka sama kamu yang versi sederhana?” ujarnya berusaha meyakinkan Marvel untuk mengikuti sarannya.
Marvel terdiam sejenak, berusaha untuk mencernanya kembali. Ia kemudian memandang ke arah Andre, masih dengan pandangan bingung.
“Gimana caranya?” tanya Marvel, yang ternyata tertarik dengan saran yang Andre berikan padanya.
“Jadi gini ....”
Andre menjelaskan apa yang sudah ia rencanakan, sementara itu Marcel tetap merekam pembicaraan dan juga rencana mereka untuk mendekati Melati.
Marcel memandangnya dengan sinis, ‘Gak akan gue biarin lo deketin Melati,’ batinnya sinis.
***
__ADS_1