Kawin Lari Dengan Janda Kembang

Kawin Lari Dengan Janda Kembang
Siasat Marvel


__ADS_3

Esoknya, mereka menjalankan rencana mereka, untuk membuat Marvel bisa mendekati Melati. Andre berdiri di hadapan para staf, yang sedang bekerja itu.


“Perhatian semuanya,” ucap Andre, membuat semua perhatian tertuju padanya.


Tak hanya para staf, bahkan Marcel pun memperhatikan mereka, walaupun dari jarak yang jauh.


“Saya ingin memberitahu, kalau Tuan Marvel untuk beberapa waktu ini tidak bisa hadir ke kantor. Beliau sedang melakukan perjalanan bisnis, dan semua yang berhubungan dengan pekerjaan beliau menjadi saya yang menanggungnya,” ucap Andre, membuat mereka mengerti dengan apa yang dikatakan Andre.


Marcel memandang ke arahnya dengan sinis, ‘Ternyata mereka beneran ngelakuin rencana ini, buat bikin Melati jatuh cinta sama Marvel?’ batinnya, yang tidak menyangka dengan hal yang mereka lakukan.


“Jadi, untuk memudahkan kalian dalam pekerjaan kali ini, saya dan Marvel sepakat untuk membawa OB baru ke divisi ini, untuk mempermudah pekerjaan kalian ketika Marvel sedang tidak ada di sini.” Andre menjelaskan kepada mereka, tentang pekerja yang akan membantu pekerjaan mereka nantinya.


Marcel memandang mereka dengan datar, ‘Kita lihat aja, sejauh mana sih kalian ngelakuin hal ini?’ batinnya yang lebih memilih untuk diam, dan melihat rencana yang mereka buat, apakah berhasil atau tidak.

__ADS_1


“Jangan ada senior dan junior lagi di sini, karena semuanya sama di mata perusahaan. Di sini saya mau perkenalkan OB baru yang akan membantu kalian.”


Dari arah sana, keluar sosok sederhana dengan menggunakan baju khusus untuk OB. Ia memakai kacamata bulat besar, rambut yang sangat klimis dengan poni miring ke kanan, dan juga sebuah tahi lalat tepat di pipi sebelah kanannya.


Ya, siapa lagi kalau bukan Marvel yang sedang menyamar.


Marvel sangat totalitas melakukannya, sampai-sampai tidak ada orang yang mengenalinya sama sekali, termasuk juga Melati.


Marvel berdiri di hadapan mereka, membuat mereka memandang ke arahnya dengan datar.


“Halo, salam kenal. Saya Rusdi,” ucap Marvel, dengan nada bicara yang terdengar sangat berbeda dari biasanya.


“Rusdi saya rekomendasikan untuk lebih banyak membantu Melati, karena Melati yang sedang sibuk menangani masalah pemberkasan projek. Melati diprioritaskan pokoknya,” ucap Andre lagi, membuat semua orang mengerti dan paham apa yang Andre maksudkan.

__ADS_1


Marcel menyunggingkan senyumannya, ‘Begitu rupanya permainan mereka. Membiarkan Melati untuk cinlok dengan Marvel?’ batinnya yang merasa sangat mengerti dengan alur cerita ini.


“Ya sudah, cukup sekian. Terima kasih atas perhatiannya. Semuanya, kembali bekerja.”


Mendengar ucapan Andre, semua orang kembali bekerja pada bagiannya masing-masing, termasuk juga Melati.


Semua orang sedang sibuk untuk mengerjakan apa yang sedang mereka kerjakan. Marvel masih bingung, harus mengerjakan apa, karena ia tidak tahu jobdesk seorang OB itu seperti apa.


Karena benar-benar bingung, Marvel mendekati Melati untuk menanyakan hal tersebut, dan sekaligus untuk mendekati Melati.


“Mbak Melati,” sapa Marvel, Melati memandangnya dengan bingung.


“Ada apa, Rus?” tanya Melati bingung dengan keberadaan Marvel di hadapannya.

__ADS_1


“Ini ... saya mau tanya. Jobdesk saya di sini apa, ya? Maklum, saya belum pengalaman jadi OB,” ujar Marvel, yang berusaha mengakrabkan hubungannya dengan Melati.


Melati memandangnya sembari tersenyum, “Jobdesk OB itu cuma membantu apa yang diminta aja, kok.”


__ADS_2