Kawin Lari Dengan Janda Kembang

Kawin Lari Dengan Janda Kembang
Harus Menjelaskan


__ADS_3

Marvel tak berpikir seperti itu, karena tatapan mata Melati menyorotkan kekecewaan untuknya. Walaupun, ia sama sekali tidak meyakini itu.


Namun, pandangan Melati mengatakan hal seperti itu, tetapi sama sekali tidak bisa Marvel jelaskan dengan kata-kata. Ia hanya bisa memandangnya, dan tak bisa menggapainya, sekalipun Melati berada di hadapannya.


“Saya gak tahu, apa dia sudah mengetahui soal Rusdi, atau belum. Masalahnya, saya ngerasa dia seperti sedang menjauhi saya. Saya gak suka seperti ini, karena saya merasa tertekan kalau jauh dari dia.” Marvel kembali mengusap wajahnya dengan kasar.


“Bukan menjauhi karena dia sudah tahu kamu Rusdi, mungkin ... Melati menjauhi karena waktu itu dia sudah merasa menolak kamu, sebagai sosok Marvel. Mungkin juga ... dia menghargai sosok Rusdi, dan gak mau terlalu deket sama kamu,” ujarnya menjelaskan, membuat Marvel tetap tidak bisa tenang mendengarnya.


“Tapi saya gak yakin, Ndre! Karena tatapan Melati sangat beda dari biasanya. SMS gak dibales, telepon gak diangkat, saya jadi makin yakin, kalau ada yang dia pikirin,” bantah Marvel, benar-benar membuat Andre merasa sangat bingung dan heran.


“Siapa tahu saja? Sekarang gini aja, lebih baik kamu ke sana malam ini. Kamu minta maaf, dan kamu lebih baik ceritakan semuanya sama Melati. Jangan sampai dia tahu semuanya dari orang lain,” ujar Andre, Marvel masih saja diam sembari mencerna ucapan Andre.


Sejenak Marvel berpikir, tentang apa yang harus ia lakukan. Ucapan Andre ada benarnya, membuatnya berpikir dua kali untuk melakukan hal yang Andre ucapkan.

__ADS_1


Marvel menghela napasnya dengan panjang, dengan alis yang bertaut satu sama lain, membuatnya merasa sangat tegang saat ini. Ia tidak bisa menghentikan pemikiran buruk yang terjadi antara dirinya dan juga Melati.


Satu-satunya cara untuk membuktikan kebenarannya adalah ....


“Temui Melati, malam ini juga,” suruh Andre, yang semakin membuat Marvel yakin, dengan apa yang harus ia lakukan setelah ini.


Sejenak ia berpikir, akankah dirinya bisa menggapai Melati kembali, seperti saat kemarin?


Di sisi sana, Melati semalaman suntuk tidak bisa tidur dengan benar. Ia terlalu memikirkan Marvel, yang semalam ia temui bersama dengan wanita yang tidak ia kenal.


Sesak terasa di dada Melati, saat wajah wanita itu terbayang dibenaknya. Sejak kejadian semalam, Melati tidak pernah bisa membuang pikiran buruknya tentang Marvel.


‘Sudah tau dia punya banyak harta, dia bisa dengan mudahnya nyari wanita yang lebih baik daripada aku,’ batin Melati, yang merasa sangat kesal dengan tindakan Marvel itu.

__ADS_1


Alih-alih ingin meningkatkan nafsu makannya, dengan cara makan di tempat yang biasa ia kunjungi bersama dengan Rusdi itu, ternyata ia malah bertemu dengan Marvel di sana.


Marvel yang dengan jati dirinya yang biasa, sedang makan bersama dengan wanita lain, yang tidak ia kenal.


Mata Melati menajam, saking kesalnya ia ketika terus teringat dengan hal-hal seperti itu.


‘Kenapa sama aku, dia gak mau nunjukkin jati dirinya yang sebenarnya? Kenapa memangnya? Takut ditolak lagi? Kalau dia bisa bikin aku nyaman, aku gak peduli dengan apa pun, asalkan dia bisa bikin aku nyaman. Tapi gak perlu bohon seperti itu, dong!’ batin Melati, yang merasa serba salah, dan memenangkan egonya sendiri.


Belum lagi persoalan Pak Sodik, yang membuatnya semakin menggila. Ia tidak mau menikahi orang, yang usianya 20 tahun lebih tua daripada dirinya.


BRRRR!


Melati bergidik geli saat terlintas sekelibat bayangan, seandainya ia benar-benar bersama dengan Pak Sodik.

__ADS_1


__ADS_2