Kawin Lari Dengan Janda Kembang

Kawin Lari Dengan Janda Kembang
Beban Berteman Dengan CEO


__ADS_3

Marvel mengangkat sebelah alisnya, “Pengganti laporan yang sudah saya ACC?” tanyanya, yang seperti tidak merasa melakukan kesalahan itu.


“Ya, semua laporan ini ternyata ada typo tanggal dan juga tempat. Beberapa poinnya juga salah, jadi gak bisa dipakai lagi,” ujarnya menjelaskan. Andre berkacak pinggang di hadapan Marvel, “Kamu kenapa, sih? Kenapa hal seperti ini bisa tembus ACC? Ini fatal, lho! Lagipula, gak biasanya kamu begini,” bidiknya, membuat Marvel menghela napasnya di hadapannya.


Marvel mengusap kepalanya, “Kayaknya saya gak bisa fokus dua hari ini,” ujar Marvel, membuat Andre mengangkat sebelah alisnya.


“Memangnya ada apa?” tanya Andre. Tatapannya berubah menjadi curiga, “Apa jangan-jangan, ini ada hubungannya sama Melati yang gak masuk dua hari ini?” bidiknya, membuat Marvel mengangguk kecil tak bisa berbohong di hadapan Andre.


Andre menepuk keningnya, karena merasa sangat tidak habis pikir dengan sahabatnya itu. Jika sedang jatuh cinta, ia menjadi pribadi yang lain dari biasanya.


“Makanya ... jangan jatuh cinta!” seloroh Andre, Marvel memandangnya dengan datar.


“Ya namanya juga manusia ....”


“Walaupun manusia juga, jangan sampai kerjaan jadi acak-acakan!” cerca Andre, membuat Marvel memandangnya dengan sinis.

__ADS_1


“Ya masa orang gak boleh jatuh cinta? Masa salah dikit aja gak boleh juga?” ujar Marvel, yang berusaha untuk membela dirinya.


Andre menghela napasnya dengan panjang, “Ya gak gitu maksudnya. Ya dikondisikan dong! Kalau di tempat kerja, ya jangan bawa-bawa masalah pribadi!” ocehnya, yang berusaha untuk meluruskan Marvel kembali.


Seorang CEO terkadang harus ada yang mengingatkan. Jika tidak diingatkan, maka bisa jadi ia akan menjadi lupa diri.


Marvel memandangnya heran, “Kayaknya ajimumpung ya kamu? Mentang-mentang saya salah, terus kamu mikir, ‘Ah mumpung Marvel salah, sekalian diomelin aja!’ gitu kan maksudnya?” bidiknya, membuat Andre menyeringai mendengarnya.


“Itu kamu tahu. Jadi, saya gak perlu bilang lagi tentang kebusukan saya,” seloroh Andre, membuat Marvel sampai menggeleng-geleng mendengarnya.


Tiba-tiba saja, Marvel teringat dengan CV Melati, yang selalu ia simpan di laci meja kerjanya. Ia melangkah ke arah laci tersebut, dan mengambil CV Melati tersebut.


“Itu ‘kan ... CV Melati?” tanya Andre, yang merasa penasaran dengan apa yang ingin Marvel lakukan dengan CV tersebut.


Marvel segera mengeluarkan handphone-nya, untuk memotret alamat dan nomor telepon Melati. Ia langsung memandang ke arah Andre, membuat Andre merasa bingung dengan tatapannya itu.

__ADS_1


“Yeh, kenapa?” tanya Andre kebingungan.


“Anterin saya ke rumah Melati, sore ini!” suruh Marvel, sontak membuat Andre mendelik kaget mendengarnya.


“Hah?!” pekik Andre yang sangat terkejut mendengarnya.


***


Tak butuh alasan dari Andre, Marvel benar-benar tidak menerima alasan apa pun dari temannya itu, untuk menolak ajakan darinya. Apa yang ia minta, benar-benar harus dilakukan oleh Andre. Hal itu yang terkadang membuat Andre merasa keberatan berteman dengan seorang yang berpengaruh besar pada kehidupannya.


Malam ini, Marvel sudah sampai di suatu tempat yang terlihat sangat aneh. Ia mengikuti maps navigasi, untuk berkunjung ke rumah Melati dan menjenguknya.


Kepalanya terus menoleh ke segala arah, pandangannya juga ia edarkan ke sisi yang bisa ia jangkau. Namun, sejauh mata memandang, hanya ada hamparan rumput liar berwarna hijau.


Andre sangat curiga dengan tempat yang mereka kunjungi ini, karena tidak ada satu rumah pun sejauh matanya memandang.

__ADS_1


__ADS_2