
Mereka saling tersenyum, sampai-sampai Melati merasa sangat bingung. Ia merasa aneh, ketika Marcel melakukan hal manis seperti ini.
‘Ini bukan seperti Marcel yang aku kenal,’ batin Melati, yang lagi-lagi merasa asing dengan sikap Marcel yang seperti ini.
Sementara itu, Marvel baru saja sampai di kediaman Melati. Dengan berbekal mencari informasi dari bapak tua yang mereka temui di rawa itu, mereka pun akhirnya sampai di rumah Melati dengan selamat.
“Akhirnya sampai juga di rumah Melati,” gumam Marvel, membuat Andre memandangnya dengan sinis.
“Bener ini rumah Melati? Pastiin dulu deh, sebelum merasa lega!” ujarnya, mematahkan rasa syukur Marvel karena sudah berhasil menemukan rumah Melati.
Marvel memandang Andre dengan datar, “Ini beneran rumah Melati. Tadi ‘kan kamu denger, kalau di sini rumah Melati,” ucapnya, Andre menghela napasnya dengan dalam.
“Sebelumnya kamu juga kukuh bilang ini rumah Melati, tapi nyatanya malah cuma rawa kosong aja!” selorohnya, membuat Marvel merasa sedikit kesal mendengarnya.
__ADS_1
“Bener ini rumah Melati! Feeling saya kuat sekarang!” ujar Marvel dengan tegas, membuat Andre memandangnya sejenak dengan pandangan penasaran.
“Ya sudah, kalau beneran mah gak apa-apa.” Andre tak sengaja melihat ke arah pecel lele yang Marvel beli di pinggir jalan tadi, “Oh ya, jangan lupa bawa nih makanan! Nanti malah gak kemakan ‘kan jadi mubadzir!” ucapnya mengingatkan.
Marvel hampir saja terlupa, lalu segera mengambil bungkusan makanan tersebut, untuk ia berikan kepada Melati.
“Hampir aja lupa!” gumam Marvel, dengan senyum yang menyeringai.
“Lagian aneh, kenapa sih orang sakit dikasihnya pecel lele? Kenapa kamu gak beliin dia buah-buahan aja?” sindir Andre dengan wajah masam, Marvel memandangnya dengan datar.
“Ya udah, jangan banyak bicara. Ayo jenguk, dan antar saya pulang!” ucapnya ketus, membuat Marvel menyeringai mendengarnya.
“Tenang, uang operasional naik bulan depan!” ujarnya, tetapi tak membuat Andre senang seperti sebelumnya yang diimingi kenaikan gaji oleh Marvel.
__ADS_1
“Ah, saya gak akan tertipu lagi! Kamu bohong lagi, bukan?”
Mendengar Andre yang sangat tidak mempercayainya, Marvel jadi merasa kesal dan akhirnya tidak jadi melakukan kebaikan tersebut kepada Andre.
“Kalau yang sekarang jadi, tapi ... berhubung kamu sudah mikir yang aneh-aneh tentang saya, terpaksa saya batalkan!” ujarnya, sontak membuat Andre memandangnya dengan tatapan hendak merengek.
“Yah ... jangan gitu dong, Vel!” rengek Andre sembari menahan tangan Marvel, tetapi Marvel sudah keluar dari dalam mobilnya.
Marvel memandang ke arahnya, “Kamu ingin kenaikan operasional, bukan?” tanyanya, membuat Andre mengangguk senang mendengarnya. “Kalau begitu, tunggu di sini sampai saya selesai menjenguk Melati. Jangan pergi ke mana-mana, dan jangan masuk juga ke dalam!” ujarnya.
“Oke deh!” ucap Anre yang berusaha menyanggupi apa yang Marvel perintahkan untuknya.
Marvel pun tersenyum, kemudian segera melangkah menuju ke arah pintu rumah Melati. Makanan yang ia bawa, sudah ia siapkan untuk memberikannya pada Melati. Ia berpikir jika Melati suka, ia akan membelikannya lagi lain waktu.
__ADS_1
“Permisi!”