Kawin Lari Dengan Janda Kembang

Kawin Lari Dengan Janda Kembang
Pembulian


__ADS_3

Mereka sudah selesai melakukan makan siang. Melati pamit kepada Marvel, untuk pergi ke toilet sebentar. Marvel meng-iya-kan saja, karena ia tidak ada hak untuk melarang Melati, untuk pergi ke toilet.


Melati sangat terburu-buru untuk masuk ke toilet, karena ia merasa sudah sangat tidak bisa menahan hasratnya untuk membuang air kecil. Akhirnya, Melati pun masuk ke dalam toilet tersebut.


Dari sudut sana, terlihat Rachel yang sedang berlarian bersama dengan temannya, ke arah toilet lantai dasar. Karena mereka melihat Melati yang masuk ke dalam toilet tersebut, muncullah sebuah ide, untuk menunjukkan siapa mereka sebenarnya, di hadapan junior seperti Melati.


“Cepet!” ujar Rachel, sembari berlarian ke arah toilet tersebut.


Mereka berhenti tepat di depan pintu toilet yang ada Melati di dalamnya. Mereka mendengar suara dari pintu ruangan toilet itu, dan mendengar Melati yang sedang sibuk untuk buang air kecil.


Rachel berdesis, memberi kode dengan jari telunjuknya yang ia dekatkan pada bibirnya, dengan memandang ke arah temannya. Temannya itu mengangguk kecil, melihat kode yang diberikan oleh Rachel padanya.

__ADS_1


Rachel segera bergerak, untuk melakukan rencana yang sudah mereka susun jauh sebelumnya. Sebuah ember kecil berwarna hitam, yang berada di sudut ruangan, dengan cepatnya ia ambil. Ia langsung mengisi dengan air keran, ember yang masih berisi setengah cairan bekas pel tersebut. Ia menambahkan air keran tersebut, sehingga tercampur dengan air kotor bekas mengepel lantai.


Senyumnya menyungging, ketika ia berhasil mengisi ember hitam tersebut dengan air. Ia memandang ke arah temannya, yang juga sedang menyunggingkan senyumannya ke arahnya.


Rachel mengacungkan ibu jarinya, pertanda bahwa ia sudah siap melakukan pembulian terhadap Melati, yang masih berada di dalam ruangan toilet tersebut. Langkahnya terhenti, saat ia sudah berada di depan pintu ruangan toilet Melati.


Rachel kembali berdesis sembari berhitung, “Satu ... dua ... tiga ....’


“AH!!” Melati berteriak sangat kencang, karena terkejut mendapatkan siraman seember air dari atas kepalanya.


Mendengar teriakan Melati dari dalam ruangan toilet, Rachel dan temannya tertawa puas sampai Melati mengetahui bahwa merekalah yang sudah membuat dirinya basah kuyup seperti ini.

__ADS_1


“Rasain lo! Ini balesan lo karena udah bikin gue malu di hadapan Tuan Marvel, waktu di aula!” teriak Rachel dengan sangat bersemangat, yang lalu segera melemparkan ember hitam tersebut ke bawah kakinya.


Rachel memandang ke arah temannya, “Cabut!” ajaknya, membuat temannya melangkah keluar mengikuti Rachel melangkah.


Melati masih merasa sangat shock. Walaupun ia sudah mengetahui siapa yang melakukan ini, ia tidak bisa berbuat apa pun untuk saat ini. Yang ia pikirkan hanyalah, bagaimana caranya agar ia bisa keluar dengan pakaian yang kering, dan tidak bau seperti ini.


‘Gimana nih? Baju aku basah dan bau banget!’ batin Melati dengan mata yang mendelik kebingungan karena keadaannya saat ini.


Melati sangat malu, jika ia keluar dengan keadaan seperti ini. Ia harus meminta tolong seseorang, untuk membawakan baju ganti, atau minimal jaket hangat untuknya. Namun, karena Melati yang tidak membawa handphone-nya, ia jadi tidak bisa melakukan apa pun saat ini.


Melati menghela napasnya dengan kasar sembari membenarkan rambutnya, yang menutupi pandangannya, “Gimana ini? Aku gak bisa minta tolong siapa pun. Untuk keluar dengan keadaan seperti ini, itu gak akan mungkin,” gumamnya yang merasa sangat bingung harus berbuat apa setelah ini.

__ADS_1


__ADS_2