Kawin Lari Dengan Janda Kembang

Kawin Lari Dengan Janda Kembang
Dua Pribadi Yang Berbeda


__ADS_3

Marvel terkejut, karena ia merasa sangat yakin, kalau penyamarannya tidak akan gagal. Namun, karena ia melakukan hal kecil yang Melati tahu, ia jadi terancam ketahuan oleh Melati.


Marvel tertawa kecil, berusaha untuk mencairkan suasana, “Ah, Mbak Melati bisa aja. Masa saya sama kayak Tuan Marvel, sih? Beda dong, Tuan Marvel mah kaya, berpendidikan, punya segalanya, lah ... saya mah apa atuh?” sanggah Rusdi, membuat Melati menyadari akan hal itu.


‘Iya, yah? Mereka adalah dua pribadi yang berbeda. Masa hanya kerena kebetulan sama dalam satu hal aja, aku malah samain mereka, sih?’ batin Melati, yang merasa dirinya sangat tidak fer.


Melati tersenyum, “Oh iya, ya? Kalian itu beda. Tuan Marvel itu kaku, dan saya gak suka orang yang kaku banget. Saya lebih suka orang yang santai, dan suka becanda,” ucapnya, yang tak sengaja mengatakan hal seperti itu di hadapan Marvel.


Marvel mendelik kaget, karena ia pikir Melati tidak hanya tidak suka padanya karena dia itu orang yang memiliki segalanya, tetapi Melati juga mementingkan dari segi kenyamanannya.

__ADS_1


‘Jadi dia nyaman sama sosok Rusdi, karena Rusdi selalu tertawa dan friendly sama dia?’ batin Marvel, yang sudah mengetahui semuanya sisi dari Melati.


Karena menyadari ucapannya yang terlalu gamblang, Melati segera menutup mulutnya, ia merasa sangat tidak sengaja melontarkan isi hatinya pada Rusdi.


Di samping Melati takut ketahuan Rusdi, kalau ia nyaman dengan Rusdi, ia juga takut kalau sampai Rusdi mengatakan ucapan buruknya terhadap Marvel, kepada Marvel.


Melati jadi ketakutan sekarang, “Eh Rusdi, tolong kamu jangan bilangin Tuan Marvel, ya!” ujarnya dengan nada dan ekspresi yang sangat ketakutan.


“Tentang saya yang ngatain Tuan Marvel kaku. Saya takut dia marah sama saya, padahal saya gak bermaksud begitu. Ini cuma perbandingan aja antara kamu sama dia,” ucap Melati, Marvel pun paham dengan apa yang ia ucapkan.

__ADS_1


‘Sebelum saya bilang ke Marvel, Marvel juga udah tau duluan, kok!’ batin Marvel menyeloroh dengan dirinya sendiri.


“Mbak Melati tenang aja, saya gak akan bilang sama Tuan Marvel, kok!” ucap Rusdi dengan menunjukkan senyuman hangat itu lagi.


Tak sadar Melati pun tersenyum, terkesima melihat senyuman hangat yang dilontarkan Marvel. Melihat Melati yang melakukan hal itu, Marvel menjadi sangat bingung dan berdebar melihat senyuman Melati, yang baru pertama kali ia lihat.


‘Baru pertama kali saya lihat dia tersenyum gini sama saya,’ batin Marvel, yang merasa sangat senang melihat sosok Melati, yang tersenyum di hadapannya.


Makanan yang mereka pesan pun tiba, mereka menyantap makanan tersebut dengan perasaan yang sangat senang. Tak jarang Marvel memberikan sedikit makanannya untuk Melati, yang ia letakkan pada piring Melati. Hal itu membuat Melati sangat senang, karena ternyata ia sebaik itu.

__ADS_1


Melati memandang ke arah Marvel yang sedang menyantap makanannya, “Tau gak? Setiap kali makan pecel lele, nafsu makan jadi naik. Waktu aku sakit pun, Tuan Marvel bawain aku pecel lele, dan nafsu makan aku langsung naik. Padahal, sebelumnya aku sama sekali gak mau makan,” ucap Melati, sembari mengunyah sisa makanan yang ada di dalam mulutnya.


Marvel tersenyum mendengar perkataan Melati, tentang dirinya yang membawakan pecel lele saat menjenguk Melati kala itu. Ia senang, apalagi Melati sekarang sudah menggunakan kata ‘Aku’ untuk membahasakan dirinya.


__ADS_2