Kawin Lari Dengan Janda Kembang

Kawin Lari Dengan Janda Kembang
Titisan Pak Ogah


__ADS_3

Mendengar ucapan Andre, Marvel merasa tidak rela jika Andre memintanya untuk menghubungi Melati dengan nomor pribadinya sendiri.


“Enak aja! Gak akan saya biarin kamu nge-chat Melati pakai nomor pribadi kamu!” bentak Marvel, membuat Andre menyeringai mendengarnya.


“Ya udah, cepetan chat Melati!” celetuk Andre.


Marvel masih saja bingung, karena ia merasa benar-benar malu, dan tidak bisa mengirimkan pesan singkat secara pribadi kepada Melati.


Sejenak Marvel terdiam, untuk memikirkan apa yang harus ia lakukan.


‘Yang tau rumah Melati, cuma Marcel. Masa sih, saya minta kasih tau sama Marcel? Dia pasti gak akan kasih tau, meskipun saya memohon sama dia!’ batin Marvel, yang memikirkan tentang perasaan gengsinya itu.


TOK ... TOK ....


Seseorang mengetuk kaca mobil Marvel. Mereka yang kaget, segera membuka kaca mobil untuk melihat siapa yang mengetuk kaca tersebut.


Pandangan mereka tertuju pada seorang pria tua, yang sedang membawa sebuah pacul pada bahunya.


“Ya ada apa, Pak?” tanya Andre dengan sopan.


“Mau apa kalian di rawa sepi begini? Mau macam-macam, ya?!” bidiknya, sontak membuat Andre dan Marvel menyeringai tak enak mendengarnya.


“Enggak kok, Pak! Kami kesasar ke sini, karena ngikutin navigasi di handphone,” jawab Marvel. “Oh ya, apa benar ini Jalan Mujair 5?” tanyanya memastikan informasi ini.

__ADS_1


“Bener, ada apa?”


“Kenapa di sini rawa-rawa ya, Pak? Kami lagi cari permukiman warga, karena teman kami ada yang tinggal di alamat ini,” jawab Andre.


“Dulu di sini memang ada pemukiman warga, tapi gak ada lagi yang tinggal di sini, sejak tanah ini dibeli untuk dijadikan jalan layang.”


Mendengar penuturan sang Bapak, mereka pun mendelik kaget mendengarnya.


Mereka saling melempar pandangan, karena merasa bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi di sini.


“Kenapa Melati belum perbarui KTP, ya?” tanya Marvel kebingungan, membuat Andre mengangkat kedua bahunya saking tidak tahu jawabannya.


“Gak tau!”


“Kamu nanyeaaaaa?” ujar si Bapak tua itu, sontak membuat Marvel dan Andre merasa sangat kesal mendengarnya.


Di mana-mana demam Dilan Cepmek.


Andre mendekat ke arah Marvel dan berbisik, “Kenapa malah pada bilang gitu, sih?” tanyanya.


“Kamu nanyeeaaaa?” tanya Marvel semakin membuat Andre merasa kesal. “Seantero jagad bilang begitu,” tambahnya.


“Ya, sampe Bapak-bapak tua ini juga bilang begitu!” ujar Andre lagi.

__ADS_1


“Ya sudahlah, mungkin lagi jadi trending topic.” Marvel menghela napasnya dengan panjang.


Mereka pun kembali memandang ke arah Bapak tua itu.


“Bapak tau, gak?” tanya Andre yang terdengar sudah mulai kesal dengan Bapak tua itu.


“Gopek dulu dong ....” Bapak tua itu mengulurkan tangannya ke arah Marvel dan Andre.


Mereka saling melempar pandangannya.


“Titisan pak Ogah kali, ya?” tanya Andre lagi berbisik pada Marvel.


“Kamu nanyeeaaaa?” tanya balik Marvel, sukses membuat meteran emosi Andre tak terbendung lagi.


Melihat perubahan sikap Andre, Marvel hanya bisa menyeringai di hadapannya.


“Jangan marah, Bos! Bulan depan gaji saya naikin!” rayu Marvel, yang sukses membuat Andre mengubah ekspresinya dengan seketika.


“Beneran naik gaji?” tanya Andre dengan senyuman yang menyeringai.


“Gak! Becanda doang,” jawab Marvel dengan ketus, membuat Andre kembali menahan kesalnya di hadapan CEO di perusahaannya itu.


***

__ADS_1


__ADS_2