Kawin Lari Dengan Janda Kembang

Kawin Lari Dengan Janda Kembang
Sedikit Bumbu


__ADS_3

Melati mendelik mendengarnya, “Dari mana Tuan tau, kalau Rusdi ngasih cincin buat saya?” tanya sinis Melati, tak membuat Marcel takut mendengarnya.


“Dari mana gue tau, itu gak penting buat lo. Yang penting, lo cukup tau kalau itu adalah berlian asli dan harganya gak murah. Marvel mana mau ngasih barang murahan ke cewek yang dia suka?” ujar Marcel, membuat Melati semakin tidak mempercayainya.


Melati menunduk, sembari menggelengkan kecil kepalanya, tanda ia tidak mempercayainya.


‘Gak mungkin! Dia gak mungkin Marvel! Dia itu Rusdi, Rusdi yang aku kenal bikin aku nyaman dengan keadaannya yang sederhana. Lagipula, kalau dia beneran Marvel, kenapa dia bohongin aku? Kenapa dia gak jadi dirinya sendiri?’ batin Melati yang benar-benar tidak mempercayai kenyataan.


Walaupun Marcel sudah memberitahu tentang hal ini kepada Melati, tetapi Melati tetap tidak mempercayainya. Ia merasa sangat yakin, bahwa mereka adalah pribadi yang berbeda.

__ADS_1


Melati memandang Marcel kembali, “Tetap saya gak percaya kalau dia itu Tuan Marvel! Mana mau Tuan Marvel bersikap seperti itu sama saya?” bantah Melati dengan keras, membuat Marcel terpaksa harus mengambil kembali handphone-nya yang ia letakkan di atas meja.


Setelah beberapa saat mengotak-atik handphone-nya, Marcel pun memberikannya kepada Melati. Marcel membiarkan Melati melihat rekaman video, ketika Marvel berbincang dengan Andre di ruangannya.


Melihat video yang berdurasi satu menit tiga puluh detik itu, Melati menganga kaget, dengan mata yang mendelik. Ia merasa sangat kaget, dan ternyata benar yang dibicarakan Marcel padanya, kalau Rusdi adalah Marvel yang sedang menyamar.


Tangannya langsung gemetar, melihat rekaman amatir yang diberikan Marcel padanya itu. Setelah melihat rekaman ini, Melati baru mempercayainya, kalau Marvel memang benar adalah Rusdi yang sedang menyamar.


Melati mendelik ke arah Marcel, “Dari mana Tuan dapat rekaman ini?” tanyanya sinis, membuat Marcel memandangnya kembali dengan tatapan datar.

__ADS_1


“Udah gue bilang, lo gak perlu tau gue dapat semua bukti ini tuh dari mana. Lo hanya cukup percaya, dan yakin sama yang gue bilang,” ujarnya, membuat Melati tidak bisa menerimanya begitu saja.


Melati masih berpikir, kalau semua ini pasti dilakukan Marcel untuk membuat dirinya jauh dengan Rusdi.


Melihat reaksi Melati, Marcel hanya bisa menyeringai, karena ternyata ucapannya berhasil membuat Melati terpengaruh olehnya.


‘Tinggal perlu sedikit bumbu lagi, biar bikin dia beneran percaya sama gue,’ batin Marcel, yang benar-benar sangat senang melihat ekspresi wajah Melati yang sedang bingung itu.


Marcel kembali dengan sikapnya yang datar. Ia memandang datar ke arah Melati, bersiap untuk menghasut Melati untuk meninggalkan Marvel.

__ADS_1


“Sekarang lo percaya, ‘kan, kalau Rusdi itu adalah Marvel yang lagi menyamar? Semua bukti udah gue kasih ke lo, dan itu harusnya udah bikin lo yakin sama ucapan gue. Kalau gue jadi lo ... mungkin gue akan pikir-pikir lagi buat nerima cinta dari orang yang udah ngebohongin gue. Walaupun gue cinta sama dia, gue gak akan mau menerima seorang pembohong!” hasut Marcel, berusaha untuk membuat Melati melepaskan Marvel dari pelukannya.


Mendengar Marcel yang mengatakan hal itu, Melati merasa sangat gusar. Ia merasa sangat bingung, dengan apa yang harus ia lakukan untuk menyikapi ini semua.


__ADS_2