Kawin Lari Dengan Janda Kembang

Kawin Lari Dengan Janda Kembang
Prasangka


__ADS_3

Menyadari Marcel yang juga hendak menuju ke arah toilet wanita, Marvel mendadak agak ragu untuk melangkah ke arah sana. Ia merasa khawatir, kalau Marcel berpikir macam-macam tentang dirinya terhadap Melati.


Marvel memandang ke arah Marcel, yang sudah berjalan lebih dulu di hadapannya. ‘Dia mau ke arah toilet wanita juga?’ batinnya, yang kebingungan melihat langkah Marcel yang sangat jenjang, dan agak terburu-buru.


Karena tidak ingin ditegur lagi oleh Marcel, Marvel pun memutuskan untuk menunggu dan berjalan di belakangnya. Ia membiarkan Marcel untuk melangkah lebih dulu, agar Marcel tidak memikirkan hal aneh tentangnya.


Sementara itu, Marcel melangkah menuju ke arah toilet wanita. Ternyata, saat Rachel menyebarkan gosip tidak benar tadi, Marcel juga mendengar ucapannya. Ia merasa khawatir karena Melati tidak juga kembali ke ruangannya, dan ingin memeriksa keadaan Melati di sana.


‘Dia gak balik-balik lagi selama 4 jam. Ke mana dia, sih? Telepon kenapa selama itu?’ batin Marcel, yang juga sangat mencemaskan keadaan Melati.


Tak bisa dipungkiri, Marcel juga sedikit memiliki hati untuk Melati, karena ia menganggap Melati sangat berbeda dari wanita yang sering ia temui.

__ADS_1


Marcel melangkah dengan sangat cepat, sampai akhirnya ia sampai pada tujuannya yaitu toilet wanita pada lantai dasar. Pada pintu toilet tersebut, tertulis tulisan ‘toilet rusak’ yang membuat Marcel memandangnya dengan bingung.


“Toilet rusak? Masa sih toiletnya rusak?” gumam Marcel, kembali bertanya-tanya tentang hal janggal yang ia temui itu.


Segala perdebatan batin kini dirasakan Marcel, karena ia tidak yakin kalau toilet di gedung ini rusak. Perusahaan ternama seperti ini, tidak mungkin ada sedikit kecacatan yang tidak cepat dituntaskan.


“Gak mungkin toilet di sini rusak! Dari dulu papa selalu mementingkan kenyamanan dan kualitas di gedung perusahaan mana pun. Gak mungkin toilet rusak, dan gak langsung dibenerin!” gumam Marcel, yang merasa agak aneh melihat tulisan tangan yang menempel di pintu toilet tersebut.


Dari arah sana, Marvel datang untuk melihat keadaan. Ia tidak ingin datang bersamaan dengan Marcel, karena ia tidak ingin orang lain melihat mereka bersamaan ke toilet wanita seperti ini.


Matanya menajam ke arah tulisan yang menempel tersebut, karena merasa sangat bingung dengan toilet yang katanya rusak itu. Marvel benar-benar tidak habis pikir, toilet yang rusak tetapi sama sekali tidak ada yang melaporkan padanya.

__ADS_1


“Kenapa toilet rusak gak ada yang lapor?” gumam Marvel sedikit keras, membuat Marcel terkejut dan menoleh ke arah Marvel.


“Lo ngapain di sini?!” pekik Marcel yang terkejut melihat kedatangan Marvel.


Marvel sama sekali tidak memedulikan, dan hanya memikirkan tentang toilet yang katanya rusak ini.


“Kalau toilet rusak, gak mungkin gak ada yang lapor sama sekali. Kenapa bisa, ya?” gumam Marvel lagi, membuat Marcel mendelik kaget mendengarnya.


“Lo khawatir juga sama Melati?” tanya Marcel, Marvel menoleh ke arahnya.


“Kamu nanyeeeaaaa?” tanya balik Marvel, membuat Marcel merasa kesal mendengar nada bicara Marvel.

__ADS_1


“Stop ngomong begitu, orang ditanya kok malah nanya balik?” gerutu Marcel, Marvel hanya bisa diam dan menghiraukan ucapannya saja.


Marvel terdiam sejenak, “Melati sudah empat jam gak balik ke mejanya. Di sini ada tulisan tangan yang mengatakan kalau toiletnya sedang rusak.”


__ADS_2