Kawin Lari Dengan Janda Kembang

Kawin Lari Dengan Janda Kembang
Kubahagia (TAMAT)


__ADS_3

Marvel sudah mengerti sekarang, mengapa Melati melakukan hal ini.


“Oh ... i see. Kalau saya tahu semuanya dari awal, saya gak akan pernah biarkan Melati memilih jalan ini!” ujar Marvel.


Melati menutup mulutnya dengan tangannya, karena ia merasa tidak enak hati dengan Marvel.


‘Maafin aku Marvel. Aku terpaksa bohongin kamu, karena aku gak mau jadi beban buat kamu. Apalagi orang tua kamu gak setuju sama hubungan kita,’ batin Melati, merasa sangat sesak saat ini.


“Saya akan bayar semua hutang keluarga Melati, dan saya mohon bebaskanlah Melati sekarang!” ujar Marvel, sontak membuat semua orang mendelik mendengarnya.


Sodik tak menerima semuanya, dan merasa sangat marah mendengar hal itu.


“Apa-apaan kamu?! Saya gak akan pernah melepas Melati, karena itu sudah kesepakatan kami sejak awal!” bentaknya, membuat Marvel memandang Melati dengan dalam.


“Mel ... kamu mau ‘kan, menghentikan semua acara ini dan menikah dengan aku? Aku akan bayar semua hutang keluarga kamu, dan kita hidup bahagia sama-sama, ya?” ujar Marvel, membuat Melati tersenyum sumringah, walaupun sambil menangis.


Melati menoleh ke arah orang tuanya, dengan senyuman yang sumringah, membuat orang tuanya tersenyum bahagia sembari menganggukkan kepalanya.


Melati kembali memandang ke arah Marvel, lalu berteriak, “Ya, aku mau!”


Mendengar ucapan Melati, sontak membuat Marvel tersenyum sumringah.


“Ayo cepet sini!” teriak Marvel pada Melati, membuat Melati mengangguk dan segera mengangkat ekor gaunnya, lalu berlarian ke arah Marvel.


Sodik mendelik kaget melihat kepergian Melati, “Melati! Jangan lari kamu!” teriak Sodik, yang sudah tidak bisa berlari dengan cepat.


Marvel menoleh ke arah Andre, “Ndre, cepet ke mobil! Kita kabur dari sini!” teriaknya, membuat Andre mengangguk sigap mendengarnya.


“Siap!”


Melati mengulurkan tangannya ke arah Marvel, dan dengan segera melompat ke arah Marvel. Marvel menangkap tubuh Melati, dan menggendongnya di gendongan depannya.

__ADS_1


“Bu, Pak, izinkan kami untuk menikah!” teriak Marvel, mereka melambaikan tangan ke arah Marvel dan Melati.


“Ibu Bapak kasih restu buat kalian!” teriak Bapak, membuat Melati merasa sangat senang mendengarnya.


“Terima kasih Bapak, Ibu!” teriak Melati dan Marvel bersama-sama.


Mereka pun pergi, dengan Marvel yang masih pada posisinya menggendong Melati. Marvel berlarian ke arah mobil yang terparkir di depan gang rumah Melati, dengan Pak Sodik yang tidak bisa menerima itu semua.


“Melati! Melati! Jangan pergi kamu Melati!” pekik Sodik, tetapi Marvel dan Melati tidak menghiraukannya.


Bapak dan Ibu saling melempar pandangannya, beriringan dengan senyuman bahagia mereka.


Ternyata, inilah takdir Melati. Selama Melati menginginkannya, mereka akan selalu mendukung Melati.


Marvel masuk ke dalam mobilnya bersama dengan Melati, dan mereka pun segera pergi dari sana.


Inilah perjuangan terakhir Marvel untuk Melati, dan ternyata Marvel mendapatkan kembali cintanya itu.


Andre melihat mereka dari kaca spion, berdeham kecil, sehingga membuat mereka tertawa mendengar dehamannya.


“Kita ke mana sekarang?” tanya Andre.


Marvel menoleh ke arah Melati dengan senyuman, “Ke gereja. Kita temui pendeta, dan persiapan untuk menikah.”


Mendengar ucapan Marvel, sontak saja membuat Melati merasa sangat bahagia.


Inilah yang ia inginkan, menikah dengan lelaki impiannya yang ia cintai, dan saling mencintai hingga akhir hayat mereka.


Tangan Marvel menyentuh lembut wajah Melati, “Aku cinta kamu, Mel,” ucapnya, membuat Melati tersenyum sumringah mendengarnya.


“Aku juga cinta kamu ... mau kamu Rusdi ataupun Marvel, tetap aku cinta kamu,” ujar Melati dengan senyuman termanisnya.

__ADS_1


Saking senangnya, mereka kembali meluapkan cinta mereka dengan ciuman hangat yang membuat mereka merasa sangat bahagia.


Restu dari kedua orang tua mereka pun sudah mereka dapatkan. Hari itu juga, detik itu juga, mereka menjemput kedua orang tua mereka, untuk menuju ke arah gereja tempat mereka akan melangsungkan pernikahan mereka.


Mereka pun akhirnya melangsungkan pernikahan, dengan sangat bahagia. Semua orang bahagia, melihat mereka bahagia. Termasuk juga Laura dan Marcel, yang juga saat ini sudah menyatukan cinta mereka, dan sudah menerima satu sama lain.


Marcel dan Laura saling merangkul satu sama lain, melihat Melati dan Marvel yang sedang berciuman di atas altar gereja.


Andre dan Marsha pun sudah mulai berani mengungkapkan hubungan mereka, dan mereka tidak lagi menjalani hubungan yang backstreet seperti sebelumnya.


Melati memandang Marvel setelah berciuman dengannya, “Terima kasih, Sayangku,” ujarnya lirih.


Marvel menyunggingkan senyumannya, “Ah, terima kasihnya jangan begini,” ujarnya dengan ekspresi yang genit, membuat Melati mendelik bingung melihatnya.


“Habisnya gimana?” tanya Melati heran.


Marvel kembali mendekatkan wajahnya ke arah Melati, “Nanti malam ... baru kamu bisa bilang terima kasih,” selorohnya dengan ekspresi wajahnya yang terlihat sangat lucu.


Wajah Melati merona, karena ia paham dengan apa yang Marvel maksudkan.


Marvel tertawa kecil, kemudian memeluk mesra Melati yang sedang malu-malu kucing itu.


Pertemuan ini singkat, tetapi bisa mengisi masing-masing hati mereka dengan cinta yang hangat.


Mereka bahagia dengan pilihan mereka saat ini.


Terima kasih cinta.


Sekarang, aku bahagia.


***

__ADS_1


__ADS_2