Kawin Lari Dengan Janda Kembang

Kawin Lari Dengan Janda Kembang
Pembohongan Publik


__ADS_3

Marvel memandang ke arah sahabat karibnya itu, “Itu dia ... saya dengar keluarga saya bilang begitu, tapi mereka sama sekali gak kasih tau dapat informasi seperti itu dari siapa,” ujarnya, Andre menghela napasnya dengan panjang.


“Sekarang gini aja deh, kamu cinta gak sama Melati?” tanya Andre, membuat Marvel mengangguk kecil mendengarnya.


“Saya cinta sama dia. Dia wanita yang beda dari kebanyakan wanita pada umumnya,” jawab Marvel sembari menjelaskan.


“Bagus, kalau begitu ... kamu harus nanya langsung ke Melati. Jangan sampai kamu pecah sama Melati, hanya karena masalah yang tidak jelas ini. Siapa tau kalau kamu nanya sama Melati langsung, mereka gak banyak dengar ucapan orang lain lagi. Kalau Melati tidak seperti itu,” ujar Andre, berusaha untuk menjadi teman yang baik, dengan memberikan saran kepada Marvel.


Marvel terdiam, karena sebenarnya ia tidak bisa melakukan hal itu. Ia tidak bisa bertanya langsung pada Melati, karena itu pasti akan membuat hati Melati sangat sakit.

__ADS_1


Marvel memandang ke arah Andre dengan tatapan yang hendak merengek, “Gak bisa gitu, Ndre. Saya gak bisa nanya ke dia langsung, karena saya takut bikin sakit hati dia. Saya gak mau dia sakit hati, hanya karena saya menanyakan hal yang kurang pantas sama dia,” bantahnya, membuat Andre memandangnya dengan tegas.


“Itu bukan hal yang gak pantas untuk dibicarain, Vel. Saya agak setuju dengan keluarga kamu. Jika memang kamu ingin serius sama dia, kamu harus tanya ke dia soal masalah ini. Karena memang benar, tujuan menikah ‘kan memang untuk melahirkan keturunan. Kalau tidak bisa memiliki keturunan, untuk apa menikah?” ujar Andre yang merasa sangat setuju dengan apa yang keluarga Marvel katakan itu.


Marvel merasa sangat bingung, karena sahabatnya sendiri pun mengatakan hal seperti itu padanya. Ia jadi merasa ragu, karena ia tidak ingin menyakiti perasaan Melati. Di satu sisi juga ia tidak ingin menikah jika tanpa memiliki keturunan.


“Kalau kamu mau rumah tangga kamu bahagia, lebih baik kamu tanya ke Melati soal ini. Suaminya yang dulu saja menceraikannya, kamu masa ingin menikahinya?” ujarnya, membuat pemikiran Marvel terbuka mendengarnya.


‘Ada benernya juga yang mereka bilang. Kalau memang Melati gak bisa memiliki keturunan, untuk apa saya menikah sama dia? Tujuan saya menikah adalah memiliki keturunan dari seorang yang saya cintai. Kalau dia gak bisa memberikannya, gimana saya mau seterusnya cinta sama dia?’ batin Marvel, yang ternyata juga sependapat dengan mereka.

__ADS_1


Walaupun Marvel sependapat dengan yang mereka katakan, jauh di dalam lubuk hatinya, ia tetap sangat mencintai Melati. Namun, demi kebahagiaan mereka nanti, Marvel harus menanyakan hal seperti ini pada Melati.


Marvel mengangguk, sembari memadang tegas ke arah Andre, “Ya, saya harus tanya sama Melati soal hal ini. Saya juga mau memiliki anak, dari orang yang saya cintai,” ujarnya, membuat Andre mengangguk kecil mendengarnya.


“Semangat! Kamu pasti bisa! Ini semua demi kebahagiaan kamu sama dia!” ujarnya, membuat Marvel mengangguk dengan tetapan tegas.


“Oke! Semangat!” ujarnya.


Andre tiba-tiba memandangnya dengan bingung, “Tapi ... apa kamu sudah bilang sama Melati, soal jati diri kamu sebenarnya? Kamu ‘kan ... gak bisa menyembunyikan penyamaran ini lebih lama. Sama aja itu pembohongan publik,” ujarnya, membuat Marvel mendelik mendengarnya.

__ADS_1


__ADS_2