Kawin Lari Dengan Janda Kembang

Kawin Lari Dengan Janda Kembang
Setelah Amarah Marvel Meledak


__ADS_3

Amarah Marvel sukses membuat Martin dan Ria takut, dan tidak ingin mengulangi perbuatannya mencela Melati lagi.


Dua kasus yang menyangkut tentang Melati, sudah selesai Marvel benahi. Pertama Rachel, dan kedua adalah Martin dan juga Ria.


Marvel kembali ke lobi, dan menunggu Melati di sana. Cukup lama ia menunggu Melati, tetapi pada akhirnya mereka pun bertemu kembali pada titik yang sama dengan titik mereka berpisah sebelumnya.


Marvel tersenyum ke arah Melati, “Gimana? Udah selesai urusannya?” tanyanya, Melati pun mengangguk dengan perasaan yang sangat senang.


“Udah. Walaupun aku gak tau tujuan Tuan Marvel nyuruh aku ke sini itu apa, yang penting tugasnya sudah aku kerjakan,” jawab Melati, membuat Marvel menelan salivanya kemudian tersenyum tak enak di hadapan Melati.


‘Tujuan saya nyuruh kamu itu, biar bisa boncengan lagi sama kamu. Gak nyangka malah ketemu orang-orang freak itu!’ batin Marvel, yang mendadak kesal ketika mengingatnya kembali.


“Ya udah, yuk kita balik ke kantor!” ajak Melati, membuat Marvel mengangguk mendengarnya.

__ADS_1


Mereka pun segera kembali ke kantor, untuk melanjutkan pekerjaan mereka.


***


Jam pulang kantor tiba, seperti biasa Marvel menunggu Melati untuk mengantarkannya pulang ke rumahnya.


Mereka sudah sangat akrab, sehingga beberapa minggu ini sering pulang bersama.


Sejak kejadian Marvel yang menegur Martin waktu itu, mereka jadi tidak berani untuk mengatakan hal-hal buruk lagi kepada Melati.


Hari-hari mereka jalani dengan sangat bahagia, tanpa adanya status dan kejelasan tentang hubungan mereka. Saat ini, mereka turun bersama melalui lift dan segera menuju ke arah tempat Marvel menaruh motornya.


Tak disangka, di sana sudah ada Marcel, yang sedari tadi memperhatikan mereka. Sudah lama ia memperhatikan mereka, dan baru kali ini ia ingin melihat kelanjutan hubungan antara Marvel dan juga Melati.

__ADS_1


Marcel melihat ke arah mereka, yang saat ini sudah menaiki motor butut itu.


“Mereka mau ke mana?” gumam Marcel, yang lalu segera menaikkan kaca jendela mobilnya dan mengejar ke arah mereka pergi.


Marcel mengikuti Melati dan Marvel, karena ia sangat penasaran dengan kelanjutan hubungan mereka, yang sejak lama sudah ia hiraukan.


Setelah memakan waktu di perjalanan selama setengah jam, Melati dan Marvel akhirnya tiba di sebuah warung makan pecel lele, yang biasa mereka kunjungi setelah pulang kerja.


Marcel memandang bingung ke arah mereka, yang sepertinya sangat menikmati makan di tempat kecil di pinggir jalan seperti ini.


“Ini ‘kan ... tempat makan yang biasa Marvel dan Marsha datengin? Gue heran, kenapa Marvel selera makannya di tempat begini, sih? Marsha juga, kenapa dia malah ikut-ikutan Marvel? Sekarang malah Marvel ketemu sama orang yang cocok banget sama dia, yaitu Melati,” gumam Marcel, yang merasa agak aneh dengan pandangan Marvel pada wanita bernama Melati itu.


Marcel tidak menyangka, mereka bertiga memiliki selera makan yang sama.

__ADS_1


“Apa enaknya makan di pinggir jalan begini? Banyak debu, kotoran, banyak pengamen juga, gak nyaman banget deh pokoknya!” gumamnya lagi, yang merasa sangat aneh dengan selera mereka itu.


Tidak bisa sepenuhnya disalahkan, sih! Karena selera setiap orang berbeda-beda.


__ADS_2