Kawin Lari Dengan Janda Kembang

Kawin Lari Dengan Janda Kembang
Puncak Amarah 2


__ADS_3

Mereka sangat tidak percaya, dengan apa yang Marvel katakan. Marvel tidak menghiraukan itu, karena yang terpenting adalah, ia sudah menyampaikannya kepada mereka.


Terserah mereka ingin percaya, atau tidak.


Marvel memandang ke arah Laura, “Oh, dan kamu ... tolong jangan kejar cinta saya lagi. Berbalik, ada Marcel yang sejak lama suka sama kamu. Saya gak bisa berbalik, karena saya dan Melati sama-sama mencintai. Saya juga gak akan pernah menerima kamu. Lebih baik, kamu pertimbangin lagi perasaan Marcel,” ujarnya menjelaskan panjang lebar tentang perasaannya.


Karena sudah merasa tidak ada yang perlu dibicarakan lagi, Marvel pun pergi dari sana, tak memedulikan apa pun lagi tentang mereka.


***


Malam sudah terlalu larut, tetapi Marvel tetap tidak bisa tertidur dengan pulas. Ia masih memikirkan tentang perasaannya kepada Melati.


Marvel benar-benar tidak bisa menghilangkan perasaan ini dari hatinya. Ia tidak siap, jika harus kehilangan sosok Melati, yang sudah ia perjuangkan selama ini.


Walau singkat, perasaan Marvel sudah sangat mendalam untuk Melati.

__ADS_1


Marvel terbaring di atas ranjang tidurnya, sembari melipat kedua tangannya untuk dibuat penyanggah tengkuk lehernya. Ia memandangi langit-langit kamarnya, masih tidak bisa terlelap dengan benar.


Perasaannya masih untuk Melati, begitupun Melati, yang perasaannya juga masih untuk Marvel.


Di rumahnya, Melati juga sedang melakukan hal yang sama dengan Marvel. Ia terbaring di atas ranjang tidurnya, sembari memandangi ke arah langit-langit kamarnya.


Pikirannya selalu ke arah Marvel, karena ia yang masih menyimpan perasaan cintanya untuk Marvel.


Biar bagaimanapun, Marvel adalah orang di balik sosok yang selama ini ia cintai.


‘Gimana ini? Apa ... aku harus kasih tau soal pernikahan aku dan pak Sodik?’ batin Melati, yang masih saja memikirkan hal besar seperti ini, pada malam hari.


‘Kalau tidak diberi tahu, tuan Marvel pasti akan terus ngejar aku. Sampai sekarang pun, dia masih teleponin aku, dan kirim SMS ke aku. Nantinya, pasti akan memicu masalah antara aku dan Sodik yang licik itu!’ batin Melati, yang sudah memikirkan hal seperti ini.


Melati merasa sangat terganggu, kalau benar Marvel sampai melakukan sesuatu yang nekat, usai ia menjalani pernikahannya.

__ADS_1


Hal itu menguatkan Melati, untuk mengatakan hal yang sebenarnya kepada Marvel, tentang pernikahannya dengan pak Sodik yang akan diselenggarakan besok.


Diambilnya handphone-nya di atas nakas, ia berniat untuk memberitahu akan keadaannya saat ini.


Saking tak bisa berbicara dengan Marvel di telepon, akhirnya Melati memutuskan untuk mengirimkan sebuah pesan singkat saja pada Marvel.


“Tuan, besok saya akan menikahi lelaki pilihan saya.”


Kata yang cukup singkat, tetapi berhasil mengobrak-abrik hati dan perasaan keduanya.


Melati sangat sakit, ketika baru saja mengirimkan pesan singkat itu kepada Marvel. Ia tidak bisa berkata-kata, dan hanya bisa menahan tangisnya saja.


Sementara itu di sana, Marvel pun mengalami kesenduan yang sama, dengan yang Melati alami.


Perasaannya hancur seketika, sesaat setelah membaca pesan singkat dari Melati tersebut.

__ADS_1


Lama tak mengirimkan pesan singkat padanya, Melati akhirnya mengirimkan pesan singkat juga untuknya.


Namun, bukan untuk berbaikan, atau sekadar memberikan kabar, tetapi untuk memberitahu padanya, kalau dirinya akan segera menikah dengan lelaki lain.


__ADS_2