Kawin Lari Dengan Janda Kembang

Kawin Lari Dengan Janda Kembang
Keributan di Rumah Melati


__ADS_3

Marvel menunggu seseorang untuk datang ke hadapannya. Ia merasa sangat senang, dan sangat bersemangat untuk menjenguk Melati.


“Ya!” teriak seseorang dari dalam sana, yang langsung melangkah menuju ke hadapan Marvel.


Marvel mendelik kaget, ketika ia melihat Marcel yang berada di hadapannya. Tak hanya Marvel, Marcel pun merasa sangat kaget, karena ternyata Marvel juga mengetahui rumah Melati ini.


Matanya mendelik sinis, saking bingungnya melihat Marvel yang ada di sini. “Ngapain Bang Marvel di sini?!” pekiknya, yang merasa waspada karna khawtir tersaingi.


Marvel pun menatap dengan tatapan yang sama dengan yang Marcel lakukan, “Lho, harusnya gue yang nanya. Lo ngapain ada di sini?” tanya sinis Marvel, membuat Marcel tidak bisa menerimanya.


“Eh, memangnya ada urusannya kalau gue ada di rumah pacar gue sendiri?” tanya sinis Marcel, yang tidak bisa diterima oleh Marvel.


“Apa-apaan? Sejak kapan lo pacaran sama Melati? Melati itu udah gue duluan yang mau deketin! Lo cari aja cewek lain kalau lo mau!” ujar Marvel, sontak membuat Marcel tidak menerimanya.


Mendengar suara keributan di luar, Melati dan kedua orang tuanya merasa heran. Mereka bingung dengan keadaan di luar ruangan, yang terdengar sangat bising.

__ADS_1


“Itu siapa sih yang dateng? Kenapa malah ribut sama Nak Marcel?” tanya Bapak yang penasaran dengan orang yang datang ke rumahnya itu.


“Gak tau, tuh! Kenapa mereka malah ribut, ya?” sahut Ibu, yang juga tidak mengetahui siapa yang datang dan bertengkar dengan Marcel.


Melati merasa takut, karena ternyata Marcel keceplosan dengan sikap kasarnya. Kini, Bapak dan Ibunya sudah mengetahui sisi kasar Marcel, sehingga membuat Melati mengaduh di dalam hati.


‘Aduh ... Tuan Marcel kenapa marah-marah di rumah ini? Kalau nanti Ibu Bapak gak suka sama dia, terus dia diusir, gimana? Aku ‘kan yang jadi gak enak sama dia,’ batin Melati, yang merasa sangat bingung dengan keadaan ini.


“Ayo kita lihat, Pak!” ajak Ibu.


Mereka pun keluar meninggalkan Melati sendirian di sini. Melati sampai bingung, karena ia harus melihat kejadian yang sebenarnya terjadi di sana.


“Gawat!!” gumamnya, yang lalu perlahan turun dari ranjangnya untuk menuju ke arah sumber keributan itu.


Di sana, Marvel dan Marcel masih saja bertengkar mengenai hal sepele. Marvel merasa tidak terima, karena Marcel mengklaim dirinya adalah kekasih dari Melati.

__ADS_1


“Lo ngapain sih dateng-dateng bikin ribut di sini?” tanya sinis Marcel.


Marvel mendelik ke arahnya, “Kalo lo gak duluan narik urat, gue pasti gak akan bikin ribut di rumah orang!” tuduhnya, yang membuat Marcel tidak bisa menerimanya.


“Apaan maksud lo nuduh-nuduh begitu? Siapa yang narik urat duluan, sih?” tanya sinis Marcel, tak bisa menerimanya.


“Lo yang duluan tarik urat! Gue ke sini buat jenguk Melati, kenapa lo malah sinisin?!” pekik Marvel, yang juga tidak bisa menerima ucapan Marcel.


Dari ruangan kamar Melati, Ibu dan Bapak Melati datang untuk melihat siapa tamu yang datang dan membuat keributan itu. Mereka sampai tersentak kaget ketika melihat Marvel yang sudah berada di hadapan mereka saat ini.


“Ada apa ini ribut-ribut?” tanya Bapak, Marvel dan Marcel memandang ke arah mereka.


“Ini, Pak! Orang ini datang-datang bikin ribut!” ujar Marcel, yang mengadu yang tidak-tidak kepada Bapak.


Mendengar aduan Marcel, Marvel pun tidak bisa menerimanya dengan senang hati.

__ADS_1


__ADS_2