Kawin Lari Dengan Janda Kembang

Kawin Lari Dengan Janda Kembang
Pemberontakan Marvel


__ADS_3

Marvel terdiam sembari memandang sinis manik mata Marcel, karena ia sudah benar-benar tidak bisa menahan emosinya.


Walaupun tidak mengetahui cara Marcel bertarung, Marvel sudah sangat yakin bahwa dia akan menang. Karena selama ini Marvel selalu menjaga tubuhnya, agar tetap atletis.


Marvel melepaskan kerah baju Marcel, karena ia merasa tidak ingin memperpanjang urusana dengan Marcel.


“Kenapa? Ayo, pukul dong!” bentak Marcel, Marvel tak memedulikannya, dan langsung memandang sinis ke arah kedua orang tuanya.


“Pah, Mah. Ini pilihan Marvel! Marvel gak akan pernah terima kalau kalian melarang hubungan Marvel dengan Melati!” ujarnya dengan tegas, sembari memandang tegas ke arah mereka.


Namun, tak semudah Marvel berbicara, kedua orang tuanya tetap tidak akan mengubah keputusannya, untuk melarang Marvel mendekati Melati.


Ibunya menatap tajam ke arah Marvel, “Marvel, kamu itu putra sulung keluarga ini. Kamu itu harapan kami. Masa sih, kamu ingin menikahi seorang yang mandul? Apa gunanya kamu menikah, jika tidak bisa menghasilkan keturunan?” tanyanya dengan nada yang sedikit naik.

__ADS_1


Wajah Marvel seketika menjadi merah legam. Ia merasa tidak bisa menerima, kalau mereka menyebutkan fakta bahwa Melati adalah seorang yang mandul.


Pasalnya, Marvel sama sekali belum mengetahui, kebenaran dari apa yang telah mereka bicarakan itu.


Marvel mendelik, “Mah, jangan ngomong begitu dong ... Mama tau dari mana kalau Melati seperti itu?” tanyanya, yang agak merengek di hadapan Ibunya.


“Mama tau dari mana, itu gak penting. Yang penting, Mama gak akan suka kalau misalkan kamu benar menikah dengan Melati. Kamu gak akan punya anak, dan kami gak akan bisa punya cucu!” ujarnya, sontak membuat sekujur tubuh Marvel gemetar mendengarnya.


Yang terpenting sekarang adalah, bagaimana caranya dirinya bisa bersama dengan Melati.


“Aku juga gak mau dan gak setuju. Kalau misalkan menikah, tujuannya pasti untuk mendapatkan keturunan. Kalau gak bisa punya anak, buat apa menikah? Lagipun Melati ‘kan janda, Bang Marvel perjaka, memangnya Bang Marvel gak bisa nyari wanita yang lebih baik lagi dari dia?” ujar Marsha, Marvel tak bisa bergeming, saking memikirkan ucapan adik bungsu kesayangannya itu.


Bapaknya memandang tajam ke arah Marvel, “Daripada dengan Melati, kamu lebih baik dengan Laura anak Roy itu! Kamu ‘kan ... pernah main bareng waktu kecil, ditambah lagi kamu juga udah nganterin pulang dia waktu itu. Kamu pasti sudah tau sifat dia. Kamu dan dia cocok!” ujar Ayahnya, membuat Marvel menolak mendengarnya.

__ADS_1


“Laura? Saya gak cinta sama dia, Pah!” sanggah Marvel, sontak membuat Ayahnya mendelik kaget mendengarnya.


“Cinta tumbuh karena terbiasa! Kamu akan bisa terbiasa sama Laura nantinya!”


Marvel memandangnya dengan tegas dan dalam, “Pah ... cinta gak bisa dipaksa. Marvel sayang sama Melati, Marvel sama sekali gak sayang sama Laura. Jangankan sayang, bahkan suka pun tidak,” ucapnya, menjelaskan cara memperlakukan cinta dengan benar.


Mereka memandang geram ke arah Marvel, tetapi kali ini Marvel sama sekali tidak memedulikannya. Ia masih tetap kukuh, pada pendiriannya untuk bersama dengan Melati.


“Biarpun kalian gak setuju, saya akan tetap bersama dengan Melati, meskipun harus melepaskan semua harta dan jabatan, bahkan keluarga ini sekalipun!” ujar Marvel, sontak membuat mereka mendelik kaget mendengarnya.


Marvel pun pergi ke kamarnya dengan perasaan yang campur aduk. Ia merasa sangat kesal, karena seluruh anggota keluarganya sampai mengecamnya untuk tidak bersama dengan Melati.


***

__ADS_1


__ADS_2