Kawin Lari Dengan Janda Kembang

Kawin Lari Dengan Janda Kembang
Berusaha Minta Maaf


__ADS_3

Marvel bimbang, karena ia sama sekali tidak mengetahui hal ini akan menjadi rumit, seperti saat ini.


Tangannya meraih ke arah Melati, “Mel ....”


Melihat tangannya dipegang seperti itu, Melati malah rapuh. Ia malah tidak bisa mengendalikan perasaannya sendiri, dan malah menjadi simpatik kembali dengan Marvel.


Melati tidak tahu, bahwa ternyata ia hanya sedang menutupi rasa sakitnya saja. Ia hanya sedang membohongi perasaannya, karena ia tidak ingin dibodohi untuk kedua kalinya oleh lelaki.


Namun, Melati tidak bisa menahan semuanya. Ia tidak bisa membiarkan logikanya menang, dari perasaan cintanya terhadap Marvel.


Manik matanya seakan mengatakan, bahwa dirinya masih sangat mencintai Rusdi. Walaupun Marvel sudah membohonginya, tetapi Rusdi dan Marvel adalah satu orang yang sama.

__ADS_1


Melati masih sangat mencintainya.


Terlihat Marvel yang sedang memandangnya dengan dalam, “Tolong ... maafin saya. Terima saya lagi. Jangan seperti ini. Ini hanya membuat saya sesak,” ujarnya, merengek seperti seorang anak yang meminta dibelikan lollipop pada ibunya.


Melati tidak bisa mendengar rengekan Marvel, bahkan ia juga tidak bisa jika hanya sekadar memandang matanya saja.


Tangannya ia hempaskan, karena ia tidak mau merasa lembek di hadapan Marvel. Melati tidak suka, jika ada seseorang yang mengemis rasa kasihannya. Ia paling tidak tega terhadap siapa pun, sekalipun orang yang sudah menyakitinya.


“Jangan seperti ini, Tuan. Maaf, saya gak bisa maafin Tuan. Tuan udah bohongin saya, dan saya gak akan mentolelir hal itu. Saya sudah pernah dibohongi, dan luka itu masih saya rasakan. Sekarang, saya dibohongi lagi, saya tidak mau itu merusak mental saya!” ujar Melati panjang lebar, untuk membuat Marvel mengerti dengan keadaannya saat ini.


“Mel ... kamu sudah terima lamaran saya, lho. Maafin saya, ya? Saya gak peduli kata orang lain, kamu mau seperti apa kek, kamu tidak bisa punya keturunan kek, saya gak peduli. Yang saya peduliin, kita bisa sama-sama, menikah dengan bahagia. Kalaupun gak punya keturunan, kita bisa adopsi empat anak sekaligus dari panti asuhan!” ujarnya, yang benar-benar tidak bisa menahan harga dirinya lagi di hadapan Melati.

__ADS_1


Mendengar ucapan tersebut, Melati pun mendelik. Ia tidak menyangka, berita tentang dirinya yang tidak bisa memiliki anak, akhirnya bisa sampai ke telinga Marvel.


Melati mendelik kesal, karena ia merasa hal seperti ini tidak seharusnya dikatakan oleh Marvel.


“Harusnya Tuan gak usah bilang seperti ini di hadapan saya. Lagipula, Tuan dapat berita dari siapa kalau saya gak bisa punya anak? Pasti dari Martin, ‘kan?” tanya Melati, membuat Marvel mendelik kaget mendengar.


“Saya memang pernah kesal sama Martin, waktu kita ketemu di pinggir jalan. Tapi Martin sama sekali gak ngomong apa-apa soal ini,” ujar Marvel menjelaskan.


Melati bingung, karena satu-satunya orang yang mengetahui tenang dirinya yang tidak bisa memiliki keturunan, hanya Martin dan juga ....


“Marcel!” pekik Melati, dengan mata yang mendelik.

__ADS_1


Marvel memandangnya dengan bingung, “Kenapa dengan Marcel?” tanyanya.


“Waktu itu, mas Martin sengaja bilang ke Tuan Marcel. Dia bilang ke Tuan Marcel, kalau saya gak bisa punya anak, dan saya sudah bertatus janda. Jadi, cuma dia yang tahu kebenarannya,” ujar Melati, membuat Marvel merasa sangat mengerti keadaannya saat ini.


__ADS_2