
Marvel mengulurkan tangannya sedikit ke arah lele tersebut, dan hendak mengambil piring berisi lele goreng yang sangat menggugah selera.
Marsha yang melihatnya hanya tertawa kecil, kemudian sengaja mengambil piring tersebut, dan ia jauhkan dari hadapan Marvel.
‘Sedikit lagi!’ batin Marvel, yang merasa kesal karena hampir bisa meraih lele tersebut, tetapi Marsha menyingkirkannya darinya.
Marsha melanjutkan makannya, seperti tidak ada yang terjadi. Ia pura-pura tidak mengetahui, kalau Marvel sebenarnya hendak mengambil piring tersebut untuk ia santap.
Karena terlalu enak, Marsha sampai sengaja membuat ekspresi yang membuat Marvel sampai ngiler melihatnya.
“Ah ... ini enak banget lelenya. Sambelnya juga gak terlalu pedes, cocok banget buat aku yang gak terlalu suka makan pedes,” gumam Marsha, yang lalu segera mengambil minumannya.
Marsha sengaja membiarkan Marvel untuk bisa mengambil makanan tersebut, dengan cara menikmati minuman itu secara perlahan.
__ADS_1
Matanya tetap melirik untuk memperhatikan gerak-gerik Marvel. Ternyata, Marvel benar-benar sedang berusaha untuk meraih makanan tersebut dengan cara yang elegan.
Ketika ia melihat Marvel yang hampir bisa meraih makanan tersebut, ia segera membuat kekacauan dengan cara mengulas rasa makanan yang ia makan.
Marvel tidak jadi mengambil makanan tersebut sebanyak dua kali, dan kali ini, Marvel benar-benar tidak tahan. Marvel segera melahap makanan yang ada di hadapannya, dengan sangat lahap.
Marsha tergelak, tertawa melihat ekspresi Marvel yang sangat lucu. Ia hanya bisa memandang Abangnya dengan penuh rasa heran, karena sikapnya yang terlalu gengsi untuk menerima apa yang telah ia berikan.
‘Bang Marvel ... kenapa gengsi banget, sih? Makan tinggal makan, kenapa harus ngomong pengen mogok makan segala?’ batin Marsha, menggelengkan kepalanya sembari melanjutkan makannya.
Ya, orang itu adalah Melati. Ia mendelik tak percaya, ketika ia menemukan Marvel yang sedang makan dengan lahapnya, bersama dengan seorang gadis yang tidak ia kenal.
Kakinya lemas, tangannya gemetar, melihat keadaan yang entah ia bagaimana ceritanya ini.
__ADS_1
“Tuan Marvel?” gumam Melati tak percaya, yang secara tidak sengaja terdengar oleh Marsha dan juga Marvel.
Mendengar suara Melati, Marvel pun menoleh ke arah sumber suara, lalu mendelik kaget ketika melihat Melati yang kini berada di hadapannya.
Marvel langsung bangkit dari tempat duduknya, “Melati ....”
Karena tak bisa berkata apa pun, Melati berusaha untuk bersikap biasa saja. Ia tidak ingin membuat kekacauan di tempat ini, karena tujuannya ke sini adalah mencari nafsu makannya, karena sudah dua hari ini Melati juga tidak bisa makan dengan benar.
Mereka berdua, saling memikirkan satu sama lain, tetapi tidak ada satu pun yang berusaha untuk mengejar sampai dapat kembali.
Melati berusaha tersenyum, walau hatinya hancur karena melihat Marvel berduaan bersama dengan seorang gadis yang tidak ia kenal itu.
Namun, akal sehatnya menahannya, karena yang ia cintai adalah sosok Rusdi, dan bukan Marvel yang saat ini sedang berada di hadapannya. Sekalipun ia mengetahui kenyataan, bahwa yang berada di balik sosok Rusdi yang ia cintai, adalah seorang Marvel yang saat ini berada di hadapannya bersama dengan seorang gadis asing.
__ADS_1
“Halo, Tuan Marvel. Lama tidak berjumpa.”