
Saat mentari mulai terbit, saat itu juga langit yang berwana gelap berubah menjadi warna yang indah.
Lampu-lampu di Mushola pun di padamkan, oleh orang yang paling terakhir keluar.
Pemuda yang baru saja selesai mengikuti Jamaah Subuh itu masih diam di depan Mushola.
Senyum nya merekah mengingat perasaan rindunya pada seseorang yang pagi ini absen, tidak ikut berjamaah.
Ia masih menengadah menatap langit, menerawang jauh ke masa depan. Di mana ada dirinya dan seseorang yang sudah sah menjadi kekasih halal nya.
Ah begitu indah, pasti mereka berdua akan berjalan beriringan menuju rumah. Setelah selesai mengikuti Sholat berjamaah. Bahkan pasti akan lebih seru, saat berangkat bersama pulang pun bersama.
"Ya ampun, Nu. Aku merindumu..."
"Seandainya yah aku sepintar kamu, pasti aku udah lulus. Terus sekarang lagi kuliah dan nggak akan lama setelah kuliah bisa halalin kamu haha..."
"Ya Allah, semoga doa-doa yang ku langit kan. Engkau kabulkan."
Keanu berlalu dari sana, semalam setelah Anugrah masuk rumahnya ia langsung pulang.
Dan begitu sampai rumahnya, ia langsung memulai pendekatan nya. Melalui ponsel ia memulainya.
Dari awalan chat basa-basi sampai akhirnya bisa ngobrol layaknya orang berteman. Walaupun Anugrah balasnya seperlunya. Tidak balik bertanya saat di tanya. Tapi itu sukses membuat hati Keanu yang sudah memendam rasa dari kecil itu semakin berbunga-bunga.
Sampai ia tahu kalau pagi ini Anugrah tidak berangkat karena sedang kedatangan tamu bulanan, katanya.
Di mabuk asmara, mungkin lebih tepatnya seperti itu. Saat seseorang jatuh cinta ia akan lupa akan daratan. Lupa akan segalanya, sampai lupa kalau belum pakai celana seragam nya begitu ia turun dari kamarnya dengan seragam namun atasnya saja. Untung bawahnya ia memakai boxer. Jadi Bu Ranti dan Pak Runo tidak perlu berteriak dan menutup mata, cukup hanya dengan geleng-geleng kepala.
Saking malu nya Keanu lari terbirit-birit menuju ke kamarnya kembali, sampai tersandung anak tangga saking buru-buru nya.
"Anakmu kenapa Bu?" Tanya pak Runo.
"Lah, ya mbuh." Jawab Bu Ranti, sembari tersenyum lebar. Lucu melihat putranya yang sudah dewasa itu hanya memakai boxer dan seragam sekolah.
Di kamar, Keanu langsung menepuk jidatnya begitu ia melihat celana nya tergeletak di atas ranjang. Masih rapi, tadi Ibu Ranti menaruh satu stel seragam nya yang sudah di setrika, dia atas ranjang.
Begitu selesai ia pakai. Ia lalu mengambil ponsel nya. Lalu mengetik dan mengirim sebuah pesan.
[Gara-gara kamu ini Nu, aku jadi eror.]
Centang dua, dan di atas tidak terlihat sedang online. Akhirnya ia memasukan ponselnya ke dalam saku celana. Dan turun melanjutkan sarapan nya sebelum berangkat sekolah.
••••••
__ADS_1
Begitu sampai kamarnya Anugrah langsung menaruh mukena nya. Duduk di ranjang dan memeriksa ponselnya.
"Tlungting..." Ponsel nya berbunyi, menandakan ada chat masuk.
Ia lantas membuka ponselnya yang ada di sampingnya.
[Anu... lagi apa?]
Heran. Begitu ia tahu ada pesan dari nomor yang ia beri nama "ANU."
[Mbuh.] Jawabnya.
[Jangan jutek-jutek, baikan yah?]
[Aneh!] Pesan Anugrah lagi.
[Nggak tahu kenapa koe setelah masuk SMP jadi tambah jutek sampai sekarang.]
[B ajja. Perasaan!] Tulis Anugrah lagi.
"Ada perasaan yang harus aku jaga Nu, makanya aku sebel sama kamu." Gumamnya.
[Nggak enak aja Nu, perasaan. Udah semakin dewasa, semakin berasa kaya musuhan.]
[Ya ok, kalau gitu. Kita temenan kaya dulu.]
Anugrah tak membalasnya lagi.
Ia merebahkan tubuhnya di atas kasur, matanya menatap langit-langit kamarnya. Menerawang jauh ke masa lalu.
(Flashback on)
Persahabatan yang terjalin di antara lima anak itu terasa begitu akur. Begitu manis, manakala belum mengerti tentang perasaan. Perasaan lain yang ada pada diri manusia, selain dari perasaan sayang antara sahabat.
Anugrah, Keanu, Yuni, Cintia dan Reno. Bersama dari kecil. Bermain pun selalu bersama, dari main kelereng, kejar-kejaran, kasti di lapangan, dan permainan anak-anak kecil yang lainya.
Namun begitu masuk SMP tiga diantara mereka semakin renggang, ya akhirnya membuat mereka hanya sebatas berteman. Apalagi mereka jadi beda kelas.
Waktu itu, Anugrah yang sangat dekat dengan Cintia saling ngobrol. Menceritakan perasaan cinta monyet mereka. Belum Anugrah menceritakan perasaan yang ia miliki pada salah satu sahabatnya. Cintia lebih dulu cerita kalau Cintia menyukai salah satu sahabatnya, yang ternyata Anugrah pun sama.
Dari situ Anugrah mulai kesal, rasa kesalnya ia lampiaskan pada Keanu yang tidak tahu apa-apa.
Anugrah tidak mau menyakiti perasaan Cintia, juga ia tidak mau kalau sampai rasa cintanya sampai terbalas. Karena ia tidak mau persahabatan yang sudah renggang, menjadi musuhan.
Rasanya tidak patut kalau masih tetangga bermusuhan, pikir Anugrah waktu dulu.
__ADS_1
Dari situ ia mulai hanya berdua saja dengan Yuni. Walaupun main masih bersama, namun tak lagi ada keseruan seperti masa-masa SD dulu.
Padahal dulu waktu masa-masa SD mereka begitu dekat. Dan dari kecil Keanu memang lebih dekat dengan Anugrah. Setiap sebelum kerumah temannya yang lain, ia akan lebih dulu ke rumah Anugrah.
Semua kesukaan mereka satu sama lain, mereka tahu. Begitupun yang mereka tidak sukai, mereka mengetahuinya.
Keanu kecil lebih perhatian kepada Anugrah di banding ke teman yang lainya. Selalu menjadi penolong Anugrah.
Hingga waktu SMP dan SMA perasaan Cintia ternyata masih ada, ia lebih perhatian dengan Keanu. Tapi sayangnya Keanu hanya menganggap perhatian Cintia hanyalah karena mereka bersahabat bukan karena adanya perasaan suka.
(Flashback off)
Anugrah lalu duduk, ia memandangi lagi pesan yang di kirim Keanu. Mungkin seharusnya memang Anugrah tidak melampiaskan kepada Keanu. Apa lagi se-lama ini.
[Ok! ] Balasnya. Dan langsung centang biru. Diatasnya langsung terlihat sedang mengetik..
[Aku kira udah molor ✌️]
[Belum]
[Besok jamaah subuh donk 😁]
[Iyalah, masa absen 🙄]
[ok, pengin tahu aja. Syukur² nggk jutek lagi]
[Gaje 🤦]
[Nanti kalau aku Ujian, ajarin ya Nu? Please 🙏]
[Hmm😏]
Sampai malam mereka terus berbagi pesan, walaupun Anugrah hanya membalas seperlunya.
Hinggal tengah malam, Anugrah bangun karena perut yang terasa sakit. Ia lalu melihat tanggal di kalender duduk yang ada meja kecil dengan kaca besar. "Pantes," ucapnya.
Entah kenap ia ingin memberi tahu Keanu, kalau besoknya ia tidak ikut berjamaah.
Keanu mbalas pesan Anugrah setelah pagi. Begitu ia baru bangun.
Keanu merasa bahagia, akhirnya lanjut lah mereka berbagi pesan.
[Gara-gara kamu ini Nu, aku jadi eror.] Pesan dari Keanu baru ia buka setelah ia duduk menunggu pembeli nya datang.
Anugrah merasa aneh, padahal ia dengan Keanu dekat sejak kecil. Tapi kini ia seolah bersama teman baru.
__ADS_1