Ketika Dua Anu Jatuh Cinta

Ketika Dua Anu Jatuh Cinta
Kaos Oblong


__ADS_3

Bapak Yudi tersenyum lebar melihat ke-empat orang lainnya tengah menikmati makanan yang istrinya buat. Ia sungguh bahagia akan ini, kebahagiaan nya bertambah saat melihat anak perempuannya menyuapkan makanan nya pada suaminya dan suaminya langsung memerah karena kepedesan. Keanu langsung minum air dua gelas dan lanjut memakan punya nya. Bapak bahagia melihat anaknya bahagia karena bisa bercanda dan tertawa kembali bersama suaminya, bisa berkumpul kembali dengan lengkap seperti sekarang, bapak sangat yakin kalau anaknya pun bahagia sekarang.


"Pak, saya ada beli kaos, nanti saya ambil ya," ucap Pak Runo pada besannya. Pak Runo baru selesai menghabiskan rujak buatan Mamak yang rasanya selalu enak, bisa di bilang rujak Mamak ini adalah rujak paling enak se Desa nya, karena dari dulu rasanya tidak pernah berubah.


Dan lagi, Mamak sudah begitu lama jualan dan rasa nya tak pernah mengecewakan.


"Wah, dapet oleh-oleh dong. Pasti kaosnya ada tulisannya Jakarta nya ya ... atau ada gambar Monas nya?" Tanya bapak dengan antusias.


"Hehe, ya nanti bapak milih sendiri, yang mana yang pas." Kata Bapak Runo.


"Iya, yang ukurannya kecil juga ada, Mak. Kalau Mamak mau pakai kaos, buat harian di rumah," ucap Bu Ranti.


"Justru, mamak pakainya yang ukuran besar, bu." Ujar Anugrah. "Katanya lebih enak di pakai," lanjutnya.


"Iya, soalnya kalau pakai yang kecil, kata bapak nggak pantes, kayak nenek-nenek terlalu gaul." Ujar Mamak jujur.


"Lah, iya 'kan? Mosok pakai nya yang ketat, terus nanti pakai celana ketat gitu, ya saya larang. Karena menurut ku orang sudah tua ya pantas nya pakai, pakaian untuk orang tua," ucap Bapak Yudi.


Dan saat itu Anugrah memonyongkan bibir bawahnya.


"Setuju, Pak. Sebenarnya bukan hanya untuk orang tua saja, anak muda juga jangan pakai yang ketat-ketat, pakai pakaian yang longgar, selain memudahkan juga menghindari dari hal yang tidak baik. Ya 'kan Pak?" Keanu membenarkan apa perkataan bapak mertuanya.


"Iya, bener itu." Kata Bapak Yudi.


"Eh, aku nggak pakai pakaian ketat ya, bajuku longgar semua." Kata Anugrah.


"Loh, emang aku lagi ngomong kamu," ucap Keanu.


"Terus kamu ngomong siapa? ngomongin cewek-cewek yang ada di kampus kamu?" Tanya Anugrah.


"Loh, kok jadi bawa-bawa cewek kampus?" Tanya balik Keanu.

__ADS_1


"Ya, memangnya kalau nggak ngomongin aku, terus ngomongin siapa?" Kata Anugrah lagi.


Dua Anu bener-bener melupakan empat orang yang ada di sana, yang tengah menyaksikan perdebatan kecil mereka. Bu Ranti melihatnya dengan tersenyum, ia merasa lucu pada anak dan menantunya. Tapi beda lagi dengan Mamak, ia merasa keduanya seperti kekanak-kanakan, padahal sudah menikah, tapi menurut Mamak mereka tak ada dewasa-dewasanya sedikitpun.


Tapi karena ini bukan di rumahnya, Mamak hanya bisa memperhatikan tanpa memberi komentar.


"Sudah, kalian ini kalau sudah ketemu ribut mulu, pas jauhan saja, kangen lah, rindu lah." Ujar Pak Runo dengan senyum lebarnya.


Anugrah langsung berdiri menaruh beberapa piring kotor yang ada di meja, membawa nya ke dapur.


Sedangkan Keanu hanya diam.


"Perkara kaos, jadi pakaian ketat. Bapak sih," ucap Mamak.


"Loh, bapak 'kan ngomong apa adanya." Bela Bapak.


"Maaf, yo Yan. Nugrah memang keras kepala, kalau ngomong harus bener," ujar Bapak pada Keanu.


"Ya, biasa sekali. Dalam hubungan rumah tangga kalau perdebatan sekecil ini tidak masalah, ini adalah bumbu rumah tangga, ya 'kan Pak, mak?" Pak Runo berbicara.


"Iya, benar. Malah aku tuh seneng kalau ngelihat keduanya kayak tadi, lucu," ucap Bu Ranti.


Dan setelah mendengar ucapan Ibu Ranti Mamak tersenyum, turut memaklumi keduanya. Tapi dalam hatinya tetap akan menegur sang putri jika nanti pulang ke rumahnya.


***


Setelah makan kini ke-enam orang itu sudah duduk di dalam, di ruang keluarga. Ibu Ranti tengah membongkar belanjaan nya, kaos dan beberapa baju lain untuk tetangga dan untuk para pekerja nya, baik yang di Toko maupun yang kadang kerja di kebun nya, Pak Runo juga akan membagikan pada guru-guru lain yang satu sekolah dengannya.


Mamak dan Bapak tengah memilih, begitu juga Anugrah. Ia memilihkan untuk Mbak Ningsih.


"Udah nemu, Mak?" Tanya Ibu Ranti.

__ADS_1


"Sudah, ini saja." Ujarnya menunjukan kaos oblong yang bisa di pastikan kalau di pakai dirinya kebesaran dan lengan yang harusnya di atas siku itu jadi se-siku. Biasa Mamak memang suka pakai yang seperti itu, dengan bawahan rok panjang dan jilbab yang biasanya ukuran standar. Maklum emak-emak.


"Kamu, nggak ambil Nu?" Tanya Bu Ranti.


"Ambil satu, buat Mbak Ningsih saja Bu, Nu nggak." Jawab Anugrah.


"Kenapa? Buat tidur," ucap Bu Ranti.


"Sini, biar aku pilihkan," kata Keanu. Ia lalu memilih kaos yang ada di meja.


Anugrah membiarkan suaminya memilihkan kaos untuknya, ia hanya melihat-lihat saja.


Bapak dan Mamak pamitan setelahnya, Anugrah mengantar sampai di teras orangtuanya.


"Yang bener, Nu. Sudah menikah, bercanda ada waktu dan tempatnya. Lihat-lihat!" Omel Mamak saat anaknya salim padanya.


"Hm, iya." Jawabnya bingung.


Ia memperhatikan kedua orangtuanya pergi, ia masih setengah bingung dengan apa yang Mamak ucapkan barusan.


Dengan mengembuskan nafas kasar akhirnya Anugrah memutuskan untuk masuk. Dan di dalam, di ruang keluarga hanya ada suaminya saja. Ibu, Bapak entah kemana, mungkin ke kamar. Melanjutkan istirahat.


"Nih, Dek. Aku sudah dapat kaos yang pas untuk kamu," ucap Keanu.


Anugrah duduk di samping suaminya dan melihat kaos yang di pilih suaminya itu, ia langsung membuka matanya lebar-lebar saat tahu ukuran kaos itu. Bagaimana tidak, kaos itu dengan ukuran paling besar.


"Ini kalau di pakai aku nggak jadi kaos, Mas ... tapi jadi daster selutut!" Teriaknya kesal melempar kaos pada suaminya.


"Loh, justru itu Sayang ... 'kan kamu pas tidur pakai kaos itu tok, nggak usah pakai apa-apa lagi." Ujar nya dengan tertawa.


"Mas, Keaaaannnnn!!!" Teriak Anugrah pada suaminya karena saat ini Keanu sudah berlari meninggalkannya, Keanu berlari menaiki tangga menuju lantai dua.

__ADS_1


Anugrah kesal dan berlari mengejar suaminya itu.


__ADS_2